
Setelah semua selesai makan, mereka pun kumpul di ruang tengah.
"Rencananya kalian mau bulan madu kemana Ian," tanya Bu Alma.
"Aku sic terserah Istri aku aja," kata Rian.
"Kalian mau keluar negri," kata Fahmi nanti aku urus tiket dan paspor nya.
"Gak aku mau di dalam negri aja ," kata Mita.
"Boleh kita ke Bali aja," kata Rian.
"Boleh tu, kan di sana banyak bule," kata Maya.
"Sayang kenapa kamu ganjen," kata Johan.
"Ah sayang aku kan cuma bilang gak yang suka," kata Maya.
"Tapi tetap aja aku cemburu," kata Johan.
"Tau deh, bigung sama otak kamu," kata Maya.
"Udah --udah kenapa kalian dua yang berantam," kata Fahmi.
"udah kami berdua kebali aja, tapi aku bigung gimana dengan anak-anak," kata Mita.
" kamu gak usah kuatir ada mamah, Ibu, ayah dan kami semua yang menjaganya ," kata Maya.
"Iya juga sic," kata Mita.
"Jadi kau tenang aja buat liburan, dan oleh-oleh nya keponakan buat aku," kata Maya.
"Kamu ni, sekali bikin bisa jadi," kata Mita.
"Iya juga, bahkan aku udah 2 tahun menikah belum dapat," kata Maya sedih.
"Sabar masih banyak ko waktunya," kata Mita.
"Tapi aku merasa aku wanita tak berguna ka," kata Maya.
"Gak boleh gitu Mau, buktinya aku juga belum hamil 3 tahun nikah," kata Hesti.
__ADS_1
"Iya ka, apa aku mandul ya Ka," kata Maya.
"Gak boleh gitu," kata Mita.
"Belum rejeki kita sayang," kata johan.
"Johan benar de," kata Mita.
Maya merasa kepalanya sakit, karena banyak nangis.
"Aku kekamar dulu ya, kepala aku sakit dan badan aku meriang," kata Maya.
"Aku antar kamu ya sayang," kata Johan.
"Gak usah sayang aku gak apa-apa kok," kata Maya.
Maya pun kekamar sendiri, mereka masih kumpul Bercerita, Mita dan Hesti kedapur membuat cake.
Setelah jadi mereka keruang tengah.
"Ni cake dan Minumannya," kata Hesti.
"Rallisa mana ya gak kelihatan dari pagi tadi yang?" tanya Rian pada Mita.
"Oh, biar lah dia jarang jalan ," kata Rian.
"Coba Rallisa bisa akur sama Herman," kata Hesti.
"Iya, kenapa kah mereka berdua gak bisa akur ya," kata Mita.
"Hai semua maaf aku terlambat bangun," kata ka Marsel.
"Gak apa-apa kan," kata Mita.
" Ka, kapan nikahnya udah tua juga," kata Hesti.
Hesti akrab dengan ka Marsel karena dia dan Mita selalu bersama dan kadang kala Hesti tidur di rumah ini.
"Gak nanti aja ka, mau berkerja dulu dan dapat pangkat lebih tinggi," kata Marsel.
"Apa lagi yang di cari abang jabatan tinggi, uang banyak dan segala nya oke, di tukang wajah Abang ganteng," kata Johan.
__ADS_1
"Kalian belum tau rasa di campak dan di hina," kata Marsel.
"Buktinya Mita bisa bang," kata Hesti.
"Manusia berbeda Hes" kata Marsel.
"Selama kita mau bang, tak ada kata berbeda Abang tak pernah menegok kedepan Abang terus melihat kebelakang, dia masalalu Abang dan Abang buka mata lebar-lebar dia udah Bahagia," kata Mita.
"Sakit ini masih ada," kata Marsel.
"Iyalah sakit bang, yang gak ada ngobatin," kata Fahmi.
"Kalian kompak mau perang dengan ku," kata Marsel.
"Gak kok kami menyadarkan kan Abang dari kebucinan cinta ," kata Hesti.
"Aku ada cara yang, gimana kita jodoh aja dia dengan Arum," kata Rian bisik-bisik.
"Iya benar tu mas, tapi pertemuan mereka terkesan gak ada rekayasa dan seperti kebetulan aja," kata Rian.
"Iya nanti kita atur Mas," Kata Mita.
Kenapa bisik-bisik banyak orang ni," kata Hesti.
"Udah diam aja," kata Rian.
"Hes, gimana kafe, selama aku gak ada?" tanya Mita.
"Aman," kata Hesti.
"Apa banyak pengunjungnya?" tanya Mita lagi.
"Banyak kok sekarang kemajuan nya, kita harus menambah kariawan lagi," kata Hesti.
"Oke buka lowongan," kata Mita.
"Baik Bu boss," kata Hesti.
"Eh kamu ini," kata Mita.
__ADS_1
Marsel Pratama Kurniawan. Putra pertama memiliki adik 2 semua perempuan, ganteng baik hati, sayang degan keluarga tapi dingin terhadap kaum wanita, jomblo dan tak mau menikah.