Kau Akan Menyesal

Kau Akan Menyesal
Penyesalan Ariya yang terdalamnya


__ADS_3

Bila sudah menjadi jalan hidup manusia maka dia tak akan bisa mengelak nya.


Sekarang Ariya merasakan penderita hidup nya, anak istri yang mencintai dia dulu kini pergi meninggalkan dia. Ibu yang melahirkan dia meninggal kan dia untuk selamanya. istri kedua yang di bela nya dan meninggalkan Istri pertama nya telah meninggal kan dia karena dia sekarang tak memiliki apa-apa lagi.


Tangis Ariya pecah, Airmata nya tak dapat di bendung lagi.


"Andai dulu aku tak pernah mengkhianati Mita, andai dulu aku tak pernah mengusirnya mungkin aku masih berbahagia dengannya.


"Ini semua gara-gara Ibu," batin Ariya.


"Anak kandungnya sendiri tak mengenalnya, malah menganggap nya pengemis.


POV Fabecak.


"Permisi, Kamu Kanaya kan?" tanya Ariya.


"Maaf anda siapa?" tanya Aira balik.


"Aku ayah mu," kata Ariya.


"Maaf saya tak punya Ayah," kata Anaya.


"Aku Ayah mu nak," kata Ariya lagi.


"Ayah ku sudah meninggal 9 tahun yang lalu," kata Anaya.


"Tak mungkin aku Ayah mu," kata Ariya.


"Ka, ini siapa ?" tanya Anak kecil itu Ariya tak terlalu mengenal nya.


"Kakak juga tak mengenal nya, mungkin pengemis," kata Anaya.


Hati ku perih dan sedih dia anak ku yang di lahir kan matan istri ku 9 tahun silam telah menganggap ku meninggal dunia.


" Sungguh kejam karma ini berlaku, andai dulu aku tak selingkuh, mungkin saat ini anak ku masih bisa ku peluk dan cium.


Cia putri bungsu ku pun tak tau rimba nya sampai sekarang aku tak tau Vanya membawanya.


"Aku semakin besar penyesalan ku adalah, Mita sekarang kaya raya dia dapat hidup layak dan mewah sedang kan aku di rumah gubuk saja, makan sehari aja bisa sekali aja buat menghemat kan uang.


Sungguh Tuhan dapat membalik kan rejeki manusia, dulu Mita saat bersama ku tersiksa uang jajan pun 3 ratus ribu buat sebulan, dia harus bekerja di rumah tetangga buat gosok baju buat penghasilan nya, uang ku ku kasih ibu separuh dan separuh nya aku kasih Vanya.


Waktu itu Aku di atas angin apa yang aku ingin akan tercapai, tapi aku lupa Mita lah yang bersama ku di saat susah.


Di malam itu di mana aku mengusir nya dari rumah, aku tak merasa kasihan dengan nya dan dengan Kanaya yang masih kecil, aku sangat marah dia tak mau di madu.


"Aku rela berpisah dengan Mita karena Vanya gadis cantik, berpendidikan dan kaya.


Tapi ternyata kecantikan tak dapat menjamin segalanya, seperti Vanya wajahnya memang cantik, karena krim mahal dan wajah di kasih bedak dan lipstik tebal. Pekerjaan rumah tak pernah beres, pagi aku tak pernah serapan kalau ibu repot mengurus Cia.


"Vanya cuma perduli dengan penampilan dan kecantikan nya dia tak perduli dengan ibu yang kelelahan mengurus Cia dan rumah.

__ADS_1


Rumah berantakan, main-main berhamburan, cucian menumpuk, pakaian kering belum di setrika, piring menumpuk, rumah tak aada di sapu.


"Vanya, apa pekerjaan mu sehari cuma berdandan dan berdandan," kata Ariya.


"Kamu tak akan buta kan mas," kata Vanya.


"Gak lah," kata Ariya.


"Dari dulu kau melihat kan aku tak pernah nyapu, masak, cuci piring, cuci pakai dan nyetrika ," kata Vanya.


"Itu kan dulu, Sekarang kita udah punya anak, aku mohon tolong lah Ibu," kata Ariya.


"Dia di sini memang harus mengurus rumah mas, apa dia ongkang-ongkang kaki dan cuma makan tak mungkin lah," kata Vanya.


"Vanya, Ibu sudah tua," kata Ariya.


"Aku tak perduli mas," kata Vanya.


Vanya memang berbeda dari Mita.


Mita tak pernah membiarkan Ibu di dapur atau mengerjakan pekerjaan rumah, meski Ibu sering membuat nya terluka, sungguh malang kenapa aku membuang berlian demi batu krikil .


" Bu, istirahat kalau cape," kata Ariya.


"Tapi pekerjaan rumah belum beres, nanti Vanya marah," kata Ibu.


"Tapi Bu, kamu bisa sakit," kata Ariya.


Dulu Ibu memarahi dan mencaci maki Mita aku sangat diam dan anehnya aku menikmati nya.


Kini aku baru sadar arti kehadirannya bagi ku.


" Ternyata, bila kita belum puas dengan apa yang kita miliki malah berobsesi memilki yang lain meski itu milik orang lain maka tak akan berkah.


Aku sangat menyesal tak terhingga, Mita sekarang hidup berbahagia.


Aku malu sekarang dengan keadaan ku.


Pernah aku bertemu Dengan nya di supermarket dan aku ingin mengajak nya kembali.


"Mita," kata Ku.


"Mas Ariya," kata Mita.


"Iya ini aku," kata Ariya.


"Apa yang terjadi mas," kata Mita.


"Aku terusir dari rumah, Ibu meninggal dunia karena sok, dan Vanya meninggalkan aku di saat susah," kata Ku.


" Terus hubungan dengan ku," kata Mita.

__ADS_1


"Kembali lah pada ku," kata Ku.


"Maaf sampah yang sudah di buang tak akan di pinggir lagi, apalagi penghianat tak akan mudah terlupakan ," kata Mita.


"Aku menyesal Mita, kembali 'lah pada ku," kata Ariya.


"Maaf mas, sekarang aku hidup berbahagia," kata Mita.


Hati ku hancur mendegar perkata Mita..


Aku tak menyalah nya karena aku yang salah.


"Mita, Ibu sudah meninggal tak ada hambatan lagi," kata Ku.


"Maaf cinta ku sudah mati bersama penghianatan mu," kata Mita.


"Mit, aku mohon," kata Ku.


"Maaf mas, aku harus pergi anak-anak menunggu ku di rumah," kata Mita.


Aku hanya bisa melihat punggung nya, tak terasa airmata ku menetes, aku lelaki bodoh yang merelakan dia pergi dari hidup ku.


Tapi penyesalan tak ada akhirnya nasi menjadi bubur.


Andai aku bisa mengulangi lagi, maka tak akan seperti ini nasib ku.


hidup yang di kelilingi menyesal Taka kan berbahagia karena kita malu dengan keadan kita dan kehidupan kita apalagi matan di atas kita.


Sekarang Mita cantik dan mempesona, setiap lelaki melihat' nya akan tergoda.


"Mita, kenapa tak ada maaf bagi ku, kenapa secepat itu kau melupakan aku dan menikah dengan orang lain.


Aku kecewa, marah, sedih dan perstasi karena penyesalan.


Dulu aku menyia-nyiakan Mita dan mengutamakan Vanya yang cuma seratus pacar .


Kalau Mita mengeluh tak segan-segan aku menampar nya.


sedang kan sama Vanya, apa yang di minta akan aku berikan selagi aku mampu.


" Mas, aku ingin beli daster baru ," kata Mita.


"Pakaian kan yang ada saja," kata Ku.


"Tapi mas semua udah pada bolong," kata Mita.


" kan bisa di jahit x," kata Ku.


"Tapi mas udah banyak tambalnya, gak bisa di jahit," kata Mita memelas.


"Jangan terus manja , aku gak punya uang ," kata Ku .

__ADS_1


Maaf jika karya ku melenceng, bagi yang tak suka silakan, aku memang mencari manusia buat like dan komentar, tapi bila kalian tak suka aku tak dapat menahan.


__ADS_2