Kau Akan Menyesal

Kau Akan Menyesal
Surat terakhir Rian.


__ADS_3

Buat Istri ku Tercinta.


Kalau surat ku sampai di tangan mu aku tak akan di dunia lagi.


***Maafkan aku yang telah menyakiti wanita yang berhati mulia seperti mu, aku tak kembali pada mu, karena aku menyadari kesalahannya ku, aku tak pantas berada di samping mu, karena aku pernah berjanji tak menyakiti mu tapi akhirnya aku menyakiti mu, memang aku bisa dianggap Cemen atau apa lah karena aku bisa mengatakan minta maaf lewat surat ini .


"Mita, sejalan waktu maka sejalan juga penyesalan ku. tapi aku tau ini semua kesalahan ku, aku pantas menerima nya, aku tau anak-anak membenci ku, aku tau mereka sakit hati terhadap ku, Tapi ini semua luar kendali ku.


Sekuat tenaga aku menguat kan diri ku, agar aku tau diri bahwa aku seorang tua yang tak berguna di Campakan karena kesalahannya sendiri.


jujur di lubuk hati yang paling dalam aku masih mencintaimu tapi aku sadar tingkah dan perbuatan ku menyakiti aku, aku di campak dan di buang oleh istri muda ku karena tak memiliki harta .


Aku sadar mungkin itu karma karena aku pernah meninggalkan mu demi kepuasan duniawi .


Aku terperangkap dalam batu kerikil yang hitam dan membuat ku jatuh ke dalam kalian yang dalam penuh dengan lumpur yang menjijikkan, dan rela meninggalkan mutiara yang putih dan bersih.


Aku tak layak di maafkan, aku tak layak di cinta oleh wanita seperti mu, karena aku manusai yang hina, menghalalkan segala cara demi kepuasan dunia***.


Mita pun menghembuskan nafasnya dan Airmata turun ke pipi nya yang mulus, dan melanjut surat itu.


***Aku ini manusia yang lemah yang tergoda rayuan setan.


Aku penyebab mamah meninggalkan, aku berdosa kepada nya, tapi aku tak mampu memberikan dia kenyamanan dan menghukum orang yang membuat nya kehilangan nyawa nya.


Mungkin kata maaf ku tak dapat di maafkan, hidup ini seperti tumpukan jarum di jerami, kalau kita mendapatkan atau mengatahui tempat nya maka kita tak akan mengijak atau melewati nya.


Tapi kehidupan ini penuh misteri tak kita tau apa yang terjadi di depan, andainya kita tau maka kita tak akan melewati nya malah berhenti sampai masalah itu datang.


Kita harus kuat dalam menghadapi masa depan dan setegar batu karang yang di hantam gelombang.


Tapi manusia tak ada yang mampu kuat atas cobaan atau setegar batu karang.


Andai airmata ku dapat menghapus kan luka kalian , andai dengan kematian ku dapat membuat kalian bahagia aku rela dan ikhlas .


Aku sudah tak mampu lagi untuk bertahan, tapi aku bahagia kedua cucu kita berdua yang menghibur ku, meski aku meninggalkan dunia aku merasa bahagia melihat kedua cucu ku.


Andai saja dunia bisa berbalik aku ingin mengulang masa-masa bersama mu penuh cinta, tawa, Kebahagia dan senyum, sekarang separu tubuh ku hilang bersama kalian yang jauh di sana.


Aku berdoa di peraduan malam, semoga kalian semua di berikan kesehatan dan kebahagian.


Aku memohon kepada sang pencipta semoga anak- anak ku mampu membalas ke baikan mu, dan menjadi suami dan istri yang mampu membimbing istri dan Anak ke jalan benar, dan istri yang menurut pada suami***.


Mita mennaggis sesuguk, mengapa kau meninggalkanku aku di saat seperti ini mas kenapa," kata Mita dalam tangisnya.


Bila aku sudah tiada nanti aku mohon jangan lah menangis untuk ku karena aku tak pantas kau tangisi.

__ADS_1


Aku bagai kan sebutir debu, yang di tiup oleh angin maka akan berterbangan.


Aku rindu bersama kalian tapi aku malu mengukap nya karena aku sebagai kotoran yang menjijikkan.


Jika aku tak ada aku titipkan cucu-cucu ku pada mu, jaga mereka , sayangi dan cintai seperti kau mencintai putri dan putra ku, meski aku suami yang tak punya hati.


Mita, kau bagai kan batu berlian yang terang dan bercahaya di kegelapan malam dan kau seperti bidadari yang mau memaafkan setiap kesalahan orang lain.


"Aku sungguh beruntung memiliki mu dulu, aku sangat bahagia, tapi semua hancur karena keegoisan ku.


Ini surat terakhir ku, jaga diri mu baik-baik dan maafkan aku dari suami mu yang masih mencintai mu.


{ Rian Wijaya Kusuma}.


"Mas, kenapa kau tinggalkan aku sendiri, kenapa, bertahun-tahun aku menunggu mu," teriak Mita.


"Bunda ada apa ?" tanya Aina.


"Ayah mu meninggalkan bunda sejak lama dan menitip surat ini kepada Keponakan mu," kata bunda.


"Bunda sudah lah tak ada guna menangisi orang tak penting seperti itu," kata Aina.


"Aina dia Ayah mu," kata Bunda Mita.


"Anak ku hapus lah dendam di hati mu," kata Mita.


"Aku sudah melupakan tapi memaafkan aku tak mau," kata Aina.


"Aina kamu memang keras kepala," kata Bunda Mita.


@@@@


Di tempat lain.


"Aku mau dekat-dekat papah," kata Arslan.


"Tak bisa aku ," kata Asila.


"Gini aja biar papah di tengah kalian aja ," kata Devano.


"Oke pah," kata Kembar serempak.


mereka berdua pun tidur dengan tenang.


"Maafkan papah nak tak ada di samping mamah dan kalian melihat tumbuh kembang kalian .

__ADS_1


Devano pun tidur di kedua pelukan putra dan putri nya.


@@@@@@


Malam berganti pagi matahari pun memasuki jendela kamar melalui gorden.


"uhhh ," kata Anak kecil melunguh karena matanya kena silau matahari.


"Papah bangun," kata Asila.


"Iya princes Papah kenapa?" tanya Devano.


"Udah pagi pah," kata Asila.


"Oh iya udah kamu mandi dulu ya aku bangun Abang mu dulu," kata Devano.


"Oke papah


"Boy bangun nak udah pagi," kata Devano.


"Bentar mamah 5 menit lagi," kata Arslan..


"Mamah , dia nyaka dia bersama mamahnya .


"Boy, kalau kau tak bangun papah tinggal kau dan tak mau ketemu lagi," kata Devano.


"Jangan papah Arslan akan Bagun dan mandi ," kata Arslan.


Setelah semua selesai mandi semua pun turun kebawah buat serapan.


"Pah janji nanti kesekolah ya," kata Arsila.


"Baik sayang," kata Devano .


"Awas kalau tak datang tak aku bantuin buat bersama mamah," kata Arsila.


"Ngacam ni cerita nya," kata Devano.


"Gak kok pah," kata Arsila.


Setelah serapan Devano pun mengantar anak-anak buat kesekolah, dia ke kantor sebentar karena ada mieting di pagi hari.


"Anak ku kerakter nya beda, Arsalan mirip aku pendiam dan dingin tatapan membunuh, Asila lemah lembut dan tutur katanya seperti Aira.


"Terimakasih Aira kau mau memperhatikan mereka meski dulu aku pernah menyuruh mu mengugur kan mereka , aku adalah lelaki tak berguna.

__ADS_1


__ADS_2