Kau Akan Menyesal

Kau Akan Menyesal
Harta adalah Keluarga.


__ADS_3

POV Mita.


Hati ini bahagia melihat anak - anak ku tumbuh besar dan selalu menyayangi.


Terimakasih Tuhan tiada Harta yang paling indah selain keluarga. Meski harta mu setinggi gunung dan menumpok tak akan bahagia tanpa keluarga.


"Aku bangga menjadi Ibu memiliki 4 anak yang tingkah lakunya berbeda, prinsip dan cita-cita juga beda, tapi mereka saling menyayangi.


Pernah suatu hari mas Rian memarahi Aira, hati ku sedih dan marah, mas Rian memaksa kehendaknya .


"Mas, kau tak boleh memaksa kehendak mu, Ai pasti terbebani," kata Ku.


"Aku cuma ingin yang terbaik Bun," kata Mas Rian.


" Aku tau mas, tapi tak juga harus memaksa kehendak, Ai butuh kebebasan, semakin kamu kengkang semakin dia menjadi mas, Ingat kamu seorang Ayah bukan pemerintah negara," kata Ku.


"Justru aku seorang Ayah makanya aku harus disiplin menentu yang terbaik buat anak-anak aku biar mereka tak salah jalan ," kata Mas Rian.


"Aku tau, tapi ada Aina dia kan belum kita tau cita-cita siapa tau dia mau jejak mas," kata Ku.


"Gak pokoknya harus Ai yang mengantikan aku mengurus perusahan," kata Mas Rian.

__ADS_1


"Tapi ingat mas berilah kebebasan, jangan terlalu mengekang yang akan membuat mas menyesal nantinya," kata Ku.


"Iya," kata Mas Rian.


Aku terlalu kesal dengan mas Rian, aku tak perduli dengannya lagi, setelah 2 minggu perkelahian itu dia tak pernah menelpon atau chat, aku tak perduli asalkan anak-anak bersama ku, aku tak perduli susah atau kaya, perusahan atau apa, karena aku ada kafe yang sanggup membiaya anak-anak dan sekolah mereka.


Aku tak takut mas Rian meninggalkan kami, yang aku takutkan adalah Aira dan Ali meninggalkan aku karena mereka bukan dari rahim aku, tapi aku yang merawat mereka berdua.


"Air mata aku menetes, bila ingat itu.


"Bun, aku boleh bertanya," tanya Ai putri tertua aku.


"Boleh ku sayang," kata Ku.


"Pertanyaan apa itu Ai, kamu anak bunda , tak akan bunda meninggalkan kamu," kata ku.


"Ai takut Bun, kejang bunda yang sangat menyayangi Ai dan Ali," kata Ai.


"Kamu tetap putri bunda, putri yang tertua yang akan membimbing adik-adik mu nanti ke jalan yang benar, jangan berpikir bunda meninggalkan kalian," kata ku.


Air mata Putri pertama ku jatuh melimpah ruah.

__ADS_1


"Terimakasih Tuhan kau kirim bunda Buat kami," kata Ai.


"Aku pasti kuat demi anak-anak, aku tak inggin kalah dari wanita di luar sana yang suka merebut suami orang lain, karena aku tak mau menangis dan berbagi suami.


"Aku sudah mendengar kabar negatif tentang suami ku, tapi belum yakin ada bukti.


Tapi aku tak akan tinggal diam dan menangis, karena aku istri pertama dan sah di Agama, pelakor mau ambil milik aku jangan harap, jangan kan harta suami pun aku tak mau berbagi karena ada mereka berempat yang menjadi pahlawan ku.


"Mah, apa benar papah selingkuh?" tanya Anak ku pangeran tampan.


"Kata Siapa?" tanya Ku.


"Kata teman ku, dan ini buktinya.


"Benar itu suami aku dengan wanita muda yang seumur dengan anak ku yang tua.


"Bun, kita harus cari itu pelakor," kata Ai.


"Sabar nak, belum tentu juga itu benar," kata Ku.


"Gak, aku tak mau Ayah jatuh ke peluk pelakor," kata Ali.

__ADS_1


"Iya kita berdua saja ," jawab ku.


__ADS_2