Kau Akan Menyesal

Kau Akan Menyesal
Takdir tak pernah salah.


__ADS_3

5 tahun telah berlalu, Aira tak pernah ada kabar berita nya, Bunda Mita merasa sedih memandang Foto Anak tertuanya.


"Kamu di mana sekarang nak, Adik mu udah menikah dan memiliki anak," batin Bunda.


"Bunda, jangan bersedih terus tak baik ada Aina di sini bersama bunda, Aku yakin suatu saat nanti Mbak Ai akan pulang," Kata Aina.


"Ini semua kesalahanku sehingga Ai meninggalkan aku," kata Bunda Mita.


" Bunda tak boleh begitu kok," kata Aina.


@@@@@@


Di lain tempat Aira yang baru kembali ke tanah kelahirannya kemaren, hari ini mau mencari tempat lokasi cafe buat di bangun, karena restoran dan segalanya sudah dia lepas dulu, dia tak mau ada bayangan Devano hadir kembali, jika dia kembali ke tempat dulu.


Aira sekarang berada di jalan Bukit raya perumah mewah yang baru di bangun dia ingin menjauh dari keluarga nya, dia bukan membenci bundanya tapi dia tak mau Keluarga Devano tau bahwa dia sudah memiliki anak.


Aira pun berangkat mencari sekolah buat kembar dan mencari lokasi yang setergis.


@@@@@


Di lain tempat, Nia Laura putri anak dari Daren dan Anaya telah datang mengunjungi Omanya.


Anak yang berusia 3 tahun itu pun meleset mencari Omanya.


"Oma, atu datang," kata Nia.


"Cucu Oma udah datang ya, kakak Fani gak ikut juga kesini?" tanya Oma nya.


"Ia cibuk,Oma," kata Nia.


"Bunda," kata Anaya dan mencium tangan Bunda terkasihnya.


"Bunda kenapa matanya sembab?" tanya Anaya.


"Bunda Rindu mbak mu," kata Mita.


"Bunda jangan bersedih terus mbak akan kembali kok," kata Anaya.


"Bunda kangen sama dia ," kata Bunda Mita.


"Buat apa bunda menangis anak tak tau diri itu," kata Ali.


"Al, dia mbak mu," kata Mita.


"Dia memang mbak ku, tapi bukan begini caranya liat apa yang dia perbuat 5 tahun tak ada kabar berita, di luar sana ," kata Ali.


"Mas Sabar," kata Rina istri dari Ali.


"Al, bunda sayang kalian begitu juga dengan mbak mu," kata Mita.


" mbak tak akan ada kata sayangnya Bun, dia rela meninggalkan kita dan tak tau entah kemana, di luar negeri aku mencari nya sampai ke luar kota tak satu pun ada jejaknya," kata Ali.


"Kakak mu mungkin masih bersedih, bunda yang salah memaksa dia untuk menikah dia dengan orang yang tak dia cinta," kata Mita.


" Bun, tadi aku ketemu papah lagi, dia memohon kepada ku untuk membawa dia kembali kerumah kami," kata Anaya.


"Bunda tak bisa berbuat apa karena kau yang menentukan," kata Mita.


"Aku udah tegas kan dari awal Bun, sampai mati pun aku tak akan mau memaafkan nya, andai Ayah Rian ada dia yang akan ku maaf kan dan rela aku tampung bersama ku," kata Anaya.


"Tak baik dendam terlalu lama," kata Mita.

__ADS_1


"Bunda gak rasain, siapa yang ikut merawat ku waktu kecil Ayah Rian, da'i tak pernah membedakan kami yang lain anak nya," kata Anaya.


"Anaya ,dia papah mu juga tanpa da'i kamu tak akan ada di dunia," kata Mita.


"Memang dia Papah kandung ku, tapi kelakuan nya dulu tak mencerminkan kalau dia papah kandungan ku, dimana dia dulu aku merasa kehilangan. dimana kasih sayangnya di saat aku terluka, jangan kan memeluk ku, menaya kabar pun dia tak Sudi, jadi buat apa aku memaafkan nya," kata Anaya.


"Ana, dengar bunda," kata Mita.


" sudah lah Bun, aku datang kemari buat berkumpul bukan bahas orang tak berarti itu," kata Anaya.


" biar kan Bun nanti dia bisa menyadari nya," kata Rina.


"Baik nak, bunda belum masak kalian datang tak memberi tahu bunda dulu," kata Mita.


"Iya Bun, biar Rina dan Anaya aja yang masak ," kata Rina.


"Tapi kalian kan tamu," kata Bunda.


" Gak apa-apa kok," kata Rina.


Rina dan Anaya memasak di dapur.


@@@@@@


Di lain tempat di restoran yang ternama, Devano sedang meiting bersama Klayen nya.


Tanpa sengaja dia melihat Istrinya sekilas.


"Aira," batin Devano dan mengejar nya sampai parkiran, tapi Aira sudah masuk mobil dan membelah jalan raya.


"Aku yakin itu Aira," batin Devano.


"Halo bos," kata Angga.


"Halo Ngga tolong kau cari tau pemilik mobil yang berplat 1209 ," kata Devano.


"Kok tumben kau memberikan aku no plat mobil," kata Angga.


"Buruan cari tau dan lapor kan segera," kata Devano.


"Oke," kata Angga.


"Yasudah, sampai ketemu nanti," kata Devano.


"Iya," kata Angga.


telpon pun di matikan oleh Devano.


"Aku yakin kau akan kembali ," kata Devano.


"Siapa kah orang yang memilik plat mobil ini yang membuat masalah dengan Devano," batin Angga.


"Siang berganti malam, di rumah besar banyak keseruan dari Fani dan Nia.


"Semua orang tertawa terbahak-bahak melihat gaya dan pinggul Nia berjoged dia menyanyi dengan cadelnya, Fani tak mau kalah juga dengan adiknya.


Di lain tempat.


"Mamah, Aila mau ketemu Oma," kata Aila.


"Arlan juga mah," kata Arlan.

__ADS_1


"Belum saatnya sayang," kata Aira.


"Mah, Kami punya papah gak," kata Aila.


Aira tak bisa menjawab pertanyaan anaknya karena di hatinya masih membekas luka yang di tancap Devano.


"Ade," kata Arslan.


"Maafkan Ade mah," kata Aila.


"Tak apa- apa kok de," kata Aira.


"Kata Tante Eva, Papah kita kan udah meninggal sejak kita di dalam perut," kata Arlan.


"Aira terdiam, emang dulu dia pernah mengatakan Suami meninggal dunia, tapi sekarang Kembar kan udah besar.


"Udah jangan tanya Papah Mulu, ayo bobo besok kan kalian sekolah," kata Aira.


"Hore, kita sekolah ," kata Aila.


@@@@@@


Di pagi yang cerah Si kembar merasa bahagia karena mereka berdua sekolah lagi.


Di dalam perjalanan mereka berdua berbicara dengan seru sekali.


"Semoga kita dua dapat teman yang baik ya de,"kata Arslan.


"Iya kak," kata Aila.


" Aila gadis cantik, peminim dan centil di umur nya 5 tahun dia udah tau mengagumi.


Beda banding dengan Arslan yang terkenal begis dan kejam bila ada yang mengusiknya dia pun di kenal pendiam.


"Nah kalian dua sudah sampai," kata Aira.


"Bagus sekali sekolah nya bunda ," kata Aila.


" Iya bunda mau berbicara kepada guru kalian dulu ," kata Aira .


"Hai Bu," kata Aira.


"Hai juga Bu," kata Ibu guru Rina.


"Kenal kan nama ku Aira ibunya kembar," kata Aira .


"Aira," batin Rina.


"Bu," kata Aira.


"Iya Bu," kata Rina.


"Aku Rina," kata Ibu guru dengan sopan.


"Aku titip mereka ya Bu," kata Aira.


"Iya Bu," kata Rina.


"Boy dan Girls mamah sekolah yang benar-benar ya," kata Aira .


"Oke mamah," kata kembar serempak.

__ADS_1


__ADS_2