
Rian sekarang merasa pulih tapi masih ada sakit, selama dia sakit tak ada satu pun anggota keluarga yang menjenguk nya tapi dia mengerti.
Dokter pun masuk kedalam dan meriksa tubuh Rian.
"Sekarang ada kemajuan pak," kata Dokter Andi.
"Terimakasih dok," kata Rian.
Dokter Andika pun keluar dan meriksa pasien lain.
"Tak lama kemudian pintu ruang Rian pun terbuka.
"Apa kabar mu shobat?" tanya Dokter Lim .
" Lim, kamu," kata Rian.
"Iya, ini aku," kata Dokter Lim.
"Lim siapa membawa ku kesini?" tanya Rian.
"Sebenarnya aku di larang memberi tahu mu, tapi aku juga tak mau kau terus bertanya dan mencari tau", kata Dokter Lim.
" jadi siapa membawa ku kesini?" tanya Rian.
"Aira yang membawa mu kesini, tak sengaja bertemu dengan mu, menunggu mu sampai kau siuman, tapi dia tak mau menemui mu dan menitip mu untuk ku," kata Dokter Lim.
"Hati Rian tertusuk seribu duri.
"Hancur dan sakit hatinya mendegar anak-anak nya semua tak mau menemui nya.
"Apa kesalahan ku sungguh berat aku sakit aja mereka tak mau menengok ku," batin Rian.
"jangan sedih, masih mending Ai, punya hati mau membawa mu kerumah sakit meski dia tak mau menemui mu," kata Lim.
" Untuk apa itu semua Lim , hanya akan menambah aku tersiksa dan merasa sakit, penyesalan ku telah merogot ku," kata Rian.
"Setidaknya kau bisa bertubat Rian," kata Dokter Lim.
"Aku sudah bertobat, andai Aira tak membawa ku kerumah sakit ini aku akan meninggal itu akan lebih baik," kata Rian.
"Jangan berkata seperti itu, lebih baik nikmati saja," kata Dokter Lim.
"Lim sekarang aku kehilangan Arah hidup ku tak berarti sekarang," kata Rian.
"Kuat dan tabah suatu saat mereka akan menerima mu," kata Dokter Lim.
"Aku tak mengharapkan lagi," kata Rian.
"Kenapa?" tanya Dokter Lim.
"Karena aku yang memulai perperangan ini," kata Rian.
"Ingat Rian kamu Ayah mereka pasti mereka mencari kamu," kata Dokter Lim.
Aira mendengar semua perkataan Ayah nya dengan Sahabat nya, hatinya hancur mendegar penuturan Ayah nya yang menderita, sedangkan mereka dalam kemewahan.
"Tidak aku tak mau membuat Ayah menderita lagi, karena dia adalah cinta pertama ku," batin Aira.
"Ayah," kata Aira .
"Ai... Ra," kata Rian tergagap.
"Ayah aku rindu Ayah," kata Aira.
__ADS_1
" Ayah juga rindu dengan putri pertama Ayah yang cerewet dan galak," kata Rian.
Aira melihat wajah cinta pertama nya yang kurus dan terlihat kusam.
Aira terkenang kemasa lalu.
"Ayah Aira mau yang ini," kata Aira kecil.
"Yang mana Princess , Ayah," kata Rian.
"Yang ini yah," kata Aira .
"Iya ayu kita beli," kata Rian.
"Ayah, Al juga mau yang ini,' kata Ali tak mau mengalah.
"Dasar tukang iri," kata Aira kepada Adik nya.
"Terserah Aku dong mbak ," kata Ali.
Aira dan Ali pun berseteru mulut Ayah nya lah yang meleraikan Mereka.
"Udah kalian berdua anak Ayah jadi semu Ayah beli ku," kata Ayah.
"Ayah, aku rindu mamah," kata Aira.
"Mamah udah tenang di sana nak," kata Ayah .
"Ayah boleh gak , Ai minta ibu baru," kata Aira.
"Gak papah mau Fokus membesar kan kalian sendiri aja," kata Ayah.
"Ayah Ali mau normal seperti yang lain ada Ibunya ," kata Ali.
Aira dan Ali melihat Ayahnya mennaggis merasa bersalah.
" Ayah maaf kan Ai," kata Aira.
"Al juga Yah," kata Ali.
" Tak apa-apa ayah gak apa -apa kok," kata Ayah.
Tangis Aira pecah Airmata nya mengalir, betapa murninya kasih sayang ayahnya selama ini.
"Ai, kamu kenapa nak," kata Rian.
"Ayah maafkan Ai yang sudah menelantarkan Ayah," kata Aira.
"Gak apa-apa , Ayah yang sudah memilih ini semua," kata Rian.
" Ayah aku Rindu," kata Aira.
"Ayah juga rindu putri pertama Ayah," kata Ayah.
"Ayah selama ini tinggal di mana?" tanya Aira.
"Ayah selama ini tinggal di perkumuhan yang kecil nak," kata Rian.
"Ayah tak boleh tinggal di sana lagi," kata Aira.
"Kenapa nak," kata Rian..
"Karena tak sehat, Aira sudah membeli rumah sederhana beserta lahan yang besar di belakang," kata Aira.
__ADS_1
"Tapi Ai," kata Rian terpotong.
" Ai, tak mau tau dan Ai mohon ayah mau, apa ayah gak mau liat cucu pertama Ayah lahir keduanya,' kata Ai.
"Apa kamu hamil nak?" tanya Rian.
"Iya pah," kata Aira.
"Terimakasih Tuhan sekarang aku mau jadi kakek," kata Rian.
"Tapi Yah, sayang anak ini tak di anggap Ayahnya," kata Aira sendu.
Dokter Lim mendegar perkata Aira dan ingin keluar dia tau Ai ingin ngobrol dengan Ayahnya hati ke hati.
"Rian, Ai aku kembali keruang ku dulu ya," kata Dokter Lim.
"Iya lim, makasih ya," kata Rian .
"Sama-sama," kata Dokter Lim.
" Terimakasih om, mau jaga Ayah," kata Aira.
" Sama-sama kan dia sahabat om," kata Lim.
"Ai, kata kan kepada Ayah mu kenapa anak mu tak di anggap," kata Rian.
Di malam yang nahas itu di mana Aira baru pulang dari luar kota Aira menemukan mas Devano dalam keadaan mabuk, Aira pun membawa nya kekamar, tapi malah Aira di perkosa ," kata Aira.
"Lalu, setelah kejadian itu, Ai tak pernah bertemu dengan nya dan terus menghindar, Ai Berangkat pagi ke kampus dan kerja dan pulang larut malam, Ai tak perduli padanya lagi.
"Tapi nas, malam itu telah membuat benihnya tumbuh indah di rahim Ai, yah," kata Aira.
"Lalu," kata Rian.
" Ai terus mual dan tak enak badan, dan pergi kedokteran, bagai di sambar petir Ai mendegar Ai hamil, kaki ku seakan tak berpijak dengan tanah," kata Ai.
" Setelah itu Ai pulang dan mengatakan bahwa Ai hamil, bukan perubahan yang Ai terima malah penghinaan," kata Aira.
"Mas, Aku hamil," kata Aira.
"Apa hamil, aku menyentuh mu cuma sekali itu pun dalam tak sengaja," kata Devano.
" Tapi mas, aku benaran hamil," kata Aira.
"Gugur anak haram itu atau tidak bercerai," kata Devano.
"Ai, harus gimana Yah, Ai gak mau kehilangan anak in" tanya Ai.
" Pertahankan nak, Ada Ayah buat mu," kata Rian.
"Ayah harus sembuh, kita harus pergi dari kota ke desa yang terpencil jauh dari jangkauan Ali," kata Aira.
"Baik lah nak," kata Rian.
"Rain merasa sedih dengan nasib anaknya, ini karma yang dia berikan kepada Mita dulu yang menyakiti istrinya tanpa belas kasihan.
"Aina gimana kabarnya Ai?" tanya Rian.
"Baik Yah, putri Ayah yang bungsu udah besar," kata Aira.
"Ayah Bahagia," kata Rian.
jangan lupa komentarnya dan Like Ya, biar semangat Up nya.
__ADS_1