Kau Akan Menyesal

Kau Akan Menyesal
Kehidupan


__ADS_3

7*Tahun telah berlalu sekarang Aira hidup berbahagia dengan 3 anak dan suaminya, Ia dia telah menerima Devano kedalam lingkaran hidupnya.


Devano yang sekarang jauh berubah karena di penyesalan di masalalu menjadi posesif terhadap anak dan istrinya dan selalu menyempat kan waktu buat mengantar dan menjemput anak-anak dan istrinya.


Begitu juga dengan Ali, Anaya dan Aina yang sekarang menjadi Dokter .


Bunda Mita merasa terharu dengan keadaan anak-anak nya yang sekarang meski tanpa kehadiran sang suami.


"Tunggu aku mas, aku akan menyusul mu," batin Mita.


@@@@


Di lain tempat Ariya yang semakin terpuruk dan terbayang masalalu nya menjadi orang tak waras, apa yang di temui atau berapapasan dengannya di kira anak dan mantan istrinya, dia di takut semua orang.


"Kanaya, ini Papah nak, papah mohon peluk lah papah," Kata Ariya kepada Pohon rambutan.


"Kasian ya bapak itu, karena dulu sering menelantarkan anak dan istrinya sekarang menjadi gila," kata Seorang ibu yang menyapu di depan rumahnya.


"Iya Padahal dia dulu orang kaya, tapi karena ketamakan dan keserakahan dia menikah lagi dan akhirnya, kekayaan di ambil istri mudanya," kata Ibu yang duduk di teras rumahnya.


"Wahai para lelaki jangan lah sekali-kali engkau menelantarkan dan menyakiti seseorang wanita, karena kamu terlahir dan di susu in oleh seorang wanita, dan tanpa seorang wanita rumah mu tak akan kuat pendasinya.


"Aku heran ya Bu Yanti,"kata Bu Ela yang duduk di teras.


"Heran kenapa Bu," kata Bu Yanti .


"Pada semua lelaki masa masih kurang dengan satu istri," kata Bu Ela.


"Namanya lelaki Bu, buaya darat," kata Bu Yanti .


"Ibu ngomong apa sic?" tanya Pak Samuji dari dalam.


"Gak ngomong apa-apa mas," kata Bu Yanti.


Ariya yang melihat rumah warga yang buka ingin berlari memeluk Bu Ela yang tubuhnya ramping seperti Mita.


"Istri ku, akhirnya kamu ketemu ," kata Ariya .


"Mendengar teriak Ariya Bu Ela dan Bu Yanti sepontan menutup pintu rumah mereka.


"Keluar lah sayang," kata Ariya di depan pintu Bu Ela.


"Bu Ela merasa takut karena dia di rumah sendiri, karena suaminya bekerja.


@@@@


Di lain tempat di desa yang teduh Mita yang dan anak cucu serta menantunya zairah di kubur sang suami nya.


"Ayah, selamat siang, aku , anak-anak, menantu dan cucu-cucu kita datang kerumah mu lagi," kata Mita.


"Katanya kerumah Kakek, mah, tapi ini ke kuburan," kata Aini.


"Ini lah rumah kakek, De," kata Arsila.


"Tapi mbak ini kan kuburan?" tanya Aini.


"Iya mbak, masa kita mau ke rumah kakek sini?" tanya Friska adik dari Fani anaknya Daren dan Anaya.


"Anak-anak udah diam," kata Ayah Daren.


"Pah, aku cuma bingung," kata Friska.

__ADS_1


"Iya sayang tapi diam dulu," kata Anaya.


"Kalian di berisik sekali," kata Asralan.


"Dasar batu es," kata Elina.


"Masalah buat luo gak kan," kata Asrlan.


"Mentang-mentang kamu cucu kesayangan nenek," kata Elina.


Iya Asralan adalah cucu satu-satunya yang lelaki di keluarga itu, makanya dia di anggap anak emas tapi dia tak pernah bisa berkenalan dengan orang lain karena dia terkesan cuek di luar rumah, tapi hangat di dalam rumah.


Setelah semua selesai mereka pun pulang kerumah di mana dulu rumah yang di beli Aira dan di tinggal Rudi, karena istrinya orang desa dan dia tak mau meninggalkan kuburan Ayah angkat nya .


Sesampai di sana Aira pun mengetuk kan pintu.


Tokk" Permisi," kata Aira.


"Iya nanti dulu," kata Sahutan dari dalam.


Pintu pun di buka ceklek.


"Cari siapa ya?" tanya Seorang wanita yang sedang hamil di depan pintu.


"Rudi ada?" tanya Aira .


"Mas Rudi ke ladang," kata wanita itu.


"Boleh kami masuk," kata Aira.


" Silakan," kata Wanita itu.


Mereka pun duduk di lantai yang di alasi tikar dan memang lantai rumah berkeramik.


"Friska diam?" tanya Anaya tegas.


"Maaf gak ada sofa di sini nak," kata Wanita itu tak enak hati.


"Maaf kan anak ku de, dia masih kecil ," kata Aira.


"Gak apa -apa mbak, tunggu dulu aku akan menyiap minuman dan makan siang," kata Wanita itu .


" Tak usah repot-repot," kata Bunda.


"Gak apa-apa Bu, mas Rudi juga akan pulang bersama Randi ," kata Wanita itu.


35 menit berkutat di dapur di bantu Rina dan Aira dan Anaya akhirnya pekerjaan pun selesai, Sayur umbut rotan dengan ikan patin, oseng rebung dan Tumbuk dan Singkong tak lupa sambal terasi asam dari pohonnya .


Tak lama kemudian Rudi pun datang dan bingung melihat orang banyak yang datang dia bingung, dan penasaran ada apa ini," batinya.


"Om Rudi apa kabar?" tanya Asila yang udah besar dan cantik dengan dres selutut warna Maron dan bando cantik di rambutnya.


"Kamu siapa ya?" tanya Rudi.


"Ih ternyata om lupa ya sama Sila," kata Arsila.


"Apa kamu Arsila gadis kecil yang cengeng dan sering nangis bila di jahili om?" tanya Rudi.


"Iya om siapa lagi, kalau buka dia yang suka ngadu ke mamah dan Kakek ," kata Arselan.


"Ya Tuhan, apa kabar keponakan tercengang ku," kata Rudi.

__ADS_1


"Om sic malu tau," kata Arsila.


Semua orang tertawa terbahak-bahak.


" Om kenalkan semuanya ," kata Arslan.


"Iya Boy," kata Rudi.


"Ini nenek ku, bunda dari mamah ku," kata Arslan memeluk neneknya.


"Iya salam kenal," kata Rudi.


"Ini, Papah ku," kata Arslan.


"Hai aku Rudi," kata Rudi.


"Devano," kata Devano.


"Ini, om ku adiknya papah ku, sekali Gus ipar mamah ku," kata Arslan.


"Hai Rudi ," kata Rudi.


"Daren," kata Daren.


"Ini Om ku, adik dari mamah ku, tapi awas dia kejam tapi bucin dengan Tante Rina," kata Arsalan.


"Arslan," kata Ali.


"Sorry om," kata Arslan.


"Rudi," kata Rudi.


"Ali," kata Ali.


"Ini Tante ku yang bungsu Tante Aina , calon dokter, galak habis pernah nibok orang pakai sendal," kata Arslan.


Aina cuma tersenyum dan begitu juga Rudi.


" Ayo kedapur om aku kenalkan sama Tante ku," kata Arsalan.


Rudi pun mengikut langkah Arslan.


"Ini Tante Rina," kata Arslan.


"Saya Rudi," kata Rudi.


"Ini Tante Anaya adik mamah ku," kata Arsalan.


" Saya Rudi kata Rudi.


"Ini mamah ku," kata Arslan.


"Udah tau lah," kata Rudi.


"Takut om lupa ," kata Arslan.


"Mana bisa om lupa sama mamah mu, yang kakak om," kata Rudi.


"Siapa tau lupa kaya sama Arsila," kata Arslan.


"Kam kalian banyak berubah," kata Rudi.

__ADS_1


" Sudah debatnya, kalau sudah yok kita makan," kata Aira.


Cerita ini akan bakalan tamat ya Teman-teman*.


__ADS_2