
POV Aira.
"Aku berpikir jauh takut suatu saat bunda akan meninggalkan aku dan Ali karena kami
" Tuhan aku harus gimana aku takut bunda meninggalkan aku karena aku sayang dengan bunda," kata Aira.
"Aku tak ingin kehilangan Bunda untuk kedua kalinya, cukup dulu aku kehilangan di saat mamah Tania meninggalkan kami untuk selamanya.
"Itulah kenapa aku takut Bunda Mita meninggalkan kami.
"Bun," kata ku.
"Ada apa Mbak ," kata Bunda.
"Apa bunda tak akan meninggalkan aku dan Ali seandainya kamu sudah berkeluarga nanti?tanya aku.
"Mana mungkin aku meninggalkan kalian semua kan anak-anak ku," kata Bunda.
"Aku takut bunda," kata Ku.
"Jangan takut, bunda selalu ada buat kalian, hari ini selamanya, jadi jangan berpikir bunda meninggalkan kalian," kata Bunda.
Hati ku menjadi lega, dan aku takut di tinggal bunda lagi Orang pertama menyayangi aku dengan tulus.
"Mbak mau masuk bagian apa nanti kalau kuliah?" tanya Ayah.
"Aku mau jadi Guru yah, seperti Mamah dulu," kata Ku kepada Ayah.
"Ayah harap kamu mau kuliah di manejemen mengantikan Ayah," kata Ayah.
"Tapi yah, aku mau jadi guru," kata Ku.
__ADS_1
"Jadi guru tak seberapa hasil nya," kata Ayah.
"Apa, kenapa Ayah jadi seperti ini?" tanya ku.
"Ali mau jadi polisi, Anaya mau jadi Desainer, sedang kan kau mau jadi guru," kata Ayah.
"Aku tak mau Kuliah di menejemen, Yah ," kata Ku.
" kamu harus, karena kamu yang tertua," kata Ayah.
"Ai, gak mau," kata Ku.
"Kau harus turut apa yang ayah mau," kata Ayah.
Airmata ini turun deras, Ayah memaksa ku, dari aku SMP Ayah sudah merencana semua, tapi aku tak mau, kata Ayah jadi guru sedikit penghasilan nya.
Kalau kau tak mau menuruti kata Ayah, kau akan Ayah kirim ke kakek nenek mu di Kapuas," kata Ayah.
Ayah berkeras memaksa aku, tapi adik-adik aku yang lain berhak memilih kehendak mereka, begitu juga jodoh aku, semua Ayah yang memilih untuk aku.
"Air mata ku Turun deras.
Kamu jangan pernah berpacaran kata Ayah tergiang di telinga aku.
" Ayah, Mbak kenapa?" tanya Ali melihat aku menangis.
"Mbqk mu tak mau menuruti kata Ayah," jawab Ayah.
"Apa yang kau ingin kan Mas, kenapa Ai menangis seperti ini," kata Bunda.
"Aku cuma ingin dia menurut kehendak ku," kata Ayah.
__ADS_1
"Jangan memaksa kalau dia tak mau, nanti akan berakibat fatal," kata Bunda
"Aku cuma ingin dia melanjut bisnis aku saja," kata Ayah.
"Aku ingin jadi guru Bun," kata Ku.
"Jadi guru gajihnya sedikit ," kata Ayah.
"Sejak kapan Ayah merendahkan pendapat orang," kata Bunda.
"Aku cuma tak ingin anak mu menyesal," kata Ayah.
"Cukup yah , apa salahnya dia jadi guru, selesai mengajar dia bisa ke kantor ," kata Bunda.
"Aku setuju bunda," kata Ali.
"Aku pun diam mendengarkan perkataan Bunda.
"Iya, kalau itu kemau kalian," kata Ayah.
" Jangan terlalu memaksa ," kata Bunda.
"Aku pun memeluk Bunda.
"Terimakasih bunda, aku sayang bunda," kata Ku.
"Bunda juga sayang kalian, anak-anak bunda," kata bunda.
"Terimakasih Tuhan , kau mengirim mahlekat buat ku, Bunda adalah harta yang harus aku jaga," batin ku.
"Jangan nangis lagi putri bunda," kata Bunda.
__ADS_1