
"Aira, Ali dan Kanaya kalian mau ikut jalan gak ," kata Lisa.
"Mau Tan kata mereka serempak.
"Tan kita mau kemana ?" tanya Aira.
"Kepasar malam ," kata Lisa.
"Mah sama siapa Tan?" tanya Ali.
"Papah kamu?" tanya Lisa.
"Papah datang tan?" tanya Ali.
"Iya papah kamu datang kok tu di ruang kantor kerja," kata Lisa.
"Nenek dan kakek di mana Tan?" tanya Aira.
"Berkebun ," kata Lisa.
"Dimana?" tanya Ali .
"Belakang rumah," kata Lisa.
"Oh Ayo Tan kita berangkat," kata Aira.
"Yuk kita berangkat," kata Lisa.
"Yuk Tan," kata Ali.
Mereka pun berangkat ke pasar malam dengan senang menaikkan mobil yang di bawa oleh Lisa.
"Di lain tempat, Seorang merencanakan sesuatu.
"Kau harus berhasil," kata Seorang.
"Oke bos," kata Salah satunya.
"Ingat kamu harus berhasil," kata Wanita itu.
"Oke bos," kata preman itu.
" Malam ini kita beraksi bos," kata Salah satu anak buah.
Malam ini mereka pun beraksi melempar batu kerumah Rian.
Prang suara batu terdegar nyaring di jendela kaca depan.
__ADS_1
"Mas, suara apa itu?" tanya Mita.
"Kamu di sini saja mas akan lihat dulu," kata Rian.
"Iya mas," kata Mita.
Rian pun terkejut melihat serpihan kaca dan ada kertas yang bertuliskan "Kalian akan mati".
"Siapa ini," batin Rian.
"Ada apa pah?" tanya Mita.
"Ini ada yang coba-coba meneror kita," kata Rian.
"Siapa pah?" tanya Mita.
"Gak tau juga mah, jangan di pikir nanti mah sakit," kata Rian.
"Iya pah ," kata Mita.
"Nanti papah yang akan cari tau siapa yang meneror kita," Kata Rian.
"Iya pah ," kata Mita.
Di lain tempat Lisa dan anak -anak bermain wahana dengan riang gembira, mereka tak tau ada bahaya yang mengintai mereka.
"Rasa apa ," kata Lisa.
"Rasa Stowberri Tan," kata Ali.
"Kalau Aira dan Kanaya Rasa apa?" tanya Lisa.
"Rasa Coklat sama Stowberri," kata Aira.
"Oke kalian tunggu dulu ya," kata Lisa.
"Ya Tan," kata Aira.
Mereka bertiga pun menunggu Lisa duduk di bangku.
"Hai anak kecil kalian harus mau bawa ini kerumah kalau kalian tak mau mati," kata Preman itu.
"Baik om," kata Aira.
Mereka pun membawa barang itu ke tas besar .
"Permisi pak ," kata Aira.
__ADS_1
"Ingat jangan kalian buang kalau mau selamanya hidup," kata pereman itu.
"Iya om," kata Aira takut.
Mereka bertiga pun berlalu dan pergi ke tempat Lisa nya.
"Tan," kata Aira.
"Ada apa? Ai," tanya Lisa.
"Gak ada kok Tan," kata Aira.
"Oh begitu ini Es kalian," kata Lisa.
"Mereka pun pergi dan mencari wahana lagi.
"Tan kita harus mencari tau siapa yang mengirim barang ini ," kata Aira.
"Yang mana?" tanya Lisa.
"Yang ini Tan," kata Aira.
"Oke nanti kita bilang papah mu dulu," kata Lisa.
"Iya Tan," kata Aira.
"Ayo kita pulang," kata Lisa.
"Ayo," kata Aira.
Mereka semua pun pulang kerumah dengan cemas.
Satu jam dalam perjalanan mereka pun sampai di rumah.
"Bang, Abang teriak Lisa.
"Ada apa sa, ini di rumah bukan hutan," kata Rian.
"Ada yang meneror kita," kata Lisa.
" Iya de, ini rumah kita ada surat ancaman juga," kata Rian.
"Siapa pelakunya ya bang?" tanya Lisa.
"Aku tak tau juga," kata Rian.
"kita harus cari tau bang,"kata Lisa.
__ADS_1