
"Mita aku kangen," kata *Hesti.
"Jangan lebai ah, malu di lihat orang kaya Teletubis," kata Mita.
"Siapa yang lebai, kan aku mengatakan yang sebenarnya, bahwa aku rindu kamu seorang," kata Hesti.
"Ya aku tau kamu rindu aku seorang, tapi jangan juga pelukan di depan umum," kata Mita.
"Iya deh, aku minta maaf," kata Hesti.
"Hes, aku mau bicara sama kamu, tapi di ruang atas ya," kata Mita.
"Oke Bu boss ," kata Hesti.
"Kamu ini ada-ada aja," kata Mita.
"Yuk ke atas," kata Hesti.
"Yuk," kata Mita.
Mereka berdua pun menuju lantai atas dimana tempat ruang kerja Mita.
"Hes, aku mau kamu mengelolah cafe ini bersama kariawan lain, aku akan tinggal di kota bersama anak-anak dan mas Rian," kata Mita.
"Kita akan terpisah jarak lagi, sohbat," kata Hesti.
"Tak apa-apa kau tetap di hati," kata Mita.
"Kenapa kau memilih di sana Mit, gimana kalau suami mu membuat mu sakit lagi dan mengusir mu lagi," kata Hesti.
"Tenang aku akan pulang ," kata Mita.
"Tapi aku tak rela sahabat aku di sakiti terus, dan aku tak ada di sampingnya," kata Hesti.
"Doakan semoga semua baik-baik aja," kata Mita.
"Iya Mit, aku kan selalu mendoakan mu," kata Hesti.
"Yaudah, kita ke bawah lagi aku mau cek segala pembukaan dan segala hal," kata Mita.
"Yuk sayang aku," kata Hesti.
"Mit, bukan kah itu mas fajar," kata Hesti.
"Mana," kata Mita kepo.
"Tu sama cewek yang baju merah," kata Hesti.
"Iya juga, kita datangi yuk," kata Mita.
__ADS_1
"Ogah ah nanti aku di kata gak bisa move dari mantan lagi," kata Mita.
"Yuk sebentar aja aku penasaran siapa cewek yang bersama mas Fajar," kata Hesti.
"Kamu ni sejak kapan jadi biang gosip," kata Mita.
"Sejak kamu jauh dari aku," kata Hesti.
"Dasar kau," kata Mita.
"Yuk cepat kabur kabur mereka," kata Hesti.
"Yaudah yuk," kata Mita.
"Katanya gak mau tadi, sekarang malah duluan dari aku," kata Hesti.
"Penasaran aja liat cewek nya," kata Mita.
"Hai jar, kamu sama siapa?" tanya Hesti.
"Sama," kata fajar mengatung kalimatnya melihat Mita.
"Siapa sic jar?" tanya Hesti lagi.
"Perkenalkan aku calon istrinya Bagas, dan kekasihnya kata Wanita itu, nama aku Niken," katanya tegas.
"Udah tau kok, malah Fajar mengatakan kaalu dia tak mencintai istrinya, dia mencintai aku karena dia suka aku seperti mantannya," kata Niken.
Pakkk wajah Fajar merah di tampar oleh Mita.
"Untung aku tak kembali pada mu dulu," kata Mita.
"Mita aku mencintai Niken karena ada bayang mu di tubuhnya," kata Fajar.
"Lalau istri mu gimana?" tanya Hesti.
"Dia dan aku di jodohkan bukan karena saling cinta," kata Fajar.
"Aku kecewa menjadi orang yang pernah hadir di kehidupan mu fajar, karena kau lelaki tak punya hati," kata Mita.
" Ini semua aku laku kan demi kamu," kata Fajar.
"Demi apa kita sudah berakhir, fajar antara kau dan aku berbeda sekarang, jadi lupakan masa lalu," kata Mita.
"Tidak aku tak bisa melupakan mu, jadi jangan buat Niken meninggalkan aku," kata Fajar.
"Terserah, tapi aku ingin kau melupakan aku karena mantan akan di pajang ke tempatnya bukan di pakai lagi," kata Mita.
Masalalu tak akan menjadi masa depan, karena masalalu untuk di tinggalkan, apa yang kita miliki sekarang itu yang di syukuri, kalau kita kurang bersyukur maka Tuhan akan mengambilnya lagi.
__ADS_1
"Cinta yang sejati adalah cinta yang rela berkorban dan mau melepaskan cintanya kepada orang lain.
"Kamu jangan egois Fajar karena ada orang yang menyanyang kamu sekarang, karena apa yang kita gengam belum tentu kita dapat," kata Mita.
"Mita kamu gadis yang egois yang pernah aku temui, yang rela mengorban perasan demi harta, kamu tak ubah ****** yang menjaja tubuhnya," kata Fajar.
"Jaga mulut mu Fajar," kata Hesti tersulut emosi tapi di tahan Mita.
"Aku masih ada harga diri Jar, karena aku menikah dengan orang duda dan tak mau menyakiti orang lain," kata Mita santai.
"Tak bilang tak menyakitkan perasaan orang lain, apa kau tak tau betapa sakitnya aku 2 kali kau hianati," kata Fajar marah.
"Dulu aku memang bersalah pada mu, aku lakukan itu semua karena ancaman dari kedua orang tua mu, utung ada mas Ariya waktu itu, tapi sayang pernikahan aku kandas di jalan," kata Mita.
"Kamu bilang karena orang tua aku mana mungkin orang terhormat dan pendidikan seperti orang tua aku melakukan itu," kata Fajar.
" tapi itu kenyataanya ," kata Mita.
"Aku tak percaya," kata Fajar.
"Sialakan di tanya," kata Mita.
Fajar benar-benar marah dia mengepal tanganya erat sampai terlihat baku telujuknya putih.
"Ayah, Ibu kalian harus tau akibatnya," kata Fajar.
"Tak perlu dedam, jadi kan ini pelajaran ," kata Mita.
Mita pun berlalu pergi dan meninggalkan mereka, perkataan Fajar amsih jelas membekas mengatakan dia wanita murah yang tega menjual dirinya ke orang lain.
"Tuhan kebahagiaan aku kenapa selalu kau uji, kenapa di saat aku mau melupa pasti ada aja rintagan," Batin Mita.
"Kuat akn hati mu, maaf aaku yang membawa mu ketempatnya," kata Hesti.
"Tak apa-apa ," kata Mita.
"Iya, aku tak menyangka aja Fajar segila itu," kata Hesti.
"Udah gak usah merasa bersalah," kata Mita.
"Oke sobat ," kata Hesti.
Karena ada persahabatan yang tulus meski luka apa pun yang membekas di hati mampu terobati, karena sahabat yang sejati iyalah dia yang mau menerima kita meski kita terjatuh sekali pun, dan mau menerima kita apa ada dan memberikan kita semangat.
"Terimakasih Hes, kamu sahabat aku yang terbaik," kata Mita.
"Kamu juga sahabat aku yang terbaik, di saat aku kehilangan orang tua, kau orang yang utama terus menyemagat aku untuk tetap hidup demi Herman dan Natasa," kata Hesti.
"Itulah arti persahabatan teman," kata Mita*.
__ADS_1