Kau Akan Menyesal

Kau Akan Menyesal
Masuk Rumah sakit


__ADS_3

1 tahun berlalu


Hari ini dada Rian sakit sekali, dia tak kuat menahannya.


"Rudi tolong bapa," kata Rian.


"Bapa kenapa ," kata Rudi.


"Jantung bapa sakit," kata Rian.


"Kita kerumah sakit ya pak," kata Rudi.


"Tapi kita tak punya uang," kata Rian.


"Rudi berusaha minta pinjaman Yah," kata Rudi.


Mereka berdua pun menuju rumah sakit dengan memakai angkut.


20 menit kemudian, mereka pun sudah sampai di rumah sakit, dada Rian semakin sakit.


Rian di bawa ke ruang UGD untuk periksa, Aira yang melihat dan mengikuti nya dari belakang.


" Ade harus mengurus Administrasi nya dulu, bapa anda harus di rawat sampai benar-benar sembuh," kata Dokter.


"Sakit apa kah Ayah?" batin Aira bertanya .


"Tapi dok boleh saya Minta landar bayar Administrasi nya, karena saya mau cari uang dulu," kata Rudi.


"Maaf, kalau gak bisa bayar gak usah masuk rumah sakit," kata suster itu marah.


"Tapi Sus," kata Anak itu.


"Harus di lunas seperti ini juga ya , tak ada nego,' kata Suster itu.


"Aku harus cari uang kemana ," kata anak itu.


Air mata Aira jatuh di pipi, dulu Ayahnya di hormati dan di segan ni dan ini rumah sakit Ayahnya yang diri kan, tapi kenapa suster itu tak mengenal Ayah ," batin Aira.


"Susah sok masuk rumah sakit, mending di rumah, mati pun tak apa yang tak memiliki harta juga," kata Suster itu .


Darah Aira mendidih mendengar perkataan Suster itu, tanpa Ayah nya dia tak akan bisa kerja di rumah sakit yang gajih nya besar.


" Dokter Liam, datang ke ruang UGD segera, aku menunggu," kata Aira.


"Siapa yang sakit," kata Pak Liam, Direktur di rumah sakit itu.


"Kamu akan melihat nanti," kata Aira.


Dokter Liam pun segera ke ruang UGD, Aira pun ada Di sana.


"Ai, ada apa ," kata Pa Liam cemas karena melihat wajah Aira menahan marah.


"Dokter Liam , bukan kah rumah sakit ini ada keringanan kalau orang miskin yang masuk ?" tanya Aira.


"Benar , Perusahan yang menanggung," kata Pa Liam.


"Tapi kenapa Suster ini memaksa anak kecil ini untuk membayar segera Administrasi, sedang kan mereka orang tak punya," kata Aira.


"Aku tak tahu kalau Eni berkelakuan seperti itu," kata Pak Liam.


"Dokter , kenapa Dokter harus tunduk kepada wanita ini, kan itu peraturan di rumah sakit, dan aku kan harus memberikan peredusur yang ada," kata Eni.

__ADS_1


"Eni jaga perkataan mu," kata Pak Liam.


"Dok apa Dokter tak baca peraturan di Depan," kata Eni.


"Peraturan apa?" tanya Aira.


"Peraturan yang wajib bayar tak ada tungakan ," kata Eni.


"Itu buat yang mampu, kalau susah di tangung perusahan," kata Pak Liam.


"Kamu di sini apa tugas mu?" tanya Aira.


"Suster," kata Eni.


"Kamu tau siapa yang mendiri perusahaan ini," tanya Aira.


"Pak Rian Wijaya," kata Eni.


"Aku lah anak dari Rian Wijaya," kata Aira.


"Mana mungkin," kata Suster. dia melihat Aira dari atas kebawah, baju sederhana, rambut tak di ikat rapi, pakai sandal jepit, terkesan orang susah saja.


"Apa kamu tak percaya", kata Aira .


"Mana mungkin orang kaya seperti anda orang gembel," kata Eni.


"Tutup mulut mu, jangan kau melihat penampilan dari luar saja itu dapat menipu mu," kata Aira .


"Orang seperti anda sering yang mengaku ," kata Eni.


"Stop Eni, minta maaf lah , dia ini adalah Aira Purnama Dewi Rian Wijaya, putri pertama pak Rian," kata Lam.


" Om, aku mau kau tanganin biaya orang yang di dalam, kalau penyakit nya parah cepat kirim ke Singapura," kata Aira.


"Tak bisa kecuali pak Ali," kata Eni.


" Baik aku atau Ali kau harus di pecat Jika tetap nampak diri kau akan ku seret ke jalur hukum ," kata Aira.


"urus orang yang di dalam Dok, kalau ada masalah telpon aku, tapi jangan kau beri tahu aku kepada nya," kata Aira.


"Siapakah orang nya," batin Lam.


"Aku pergi," kata Aira.


"Baik Ai," kata Lam.


Dokter pun keluar dari ruang UGD.


"Gimana dok, keadaan orang yang ada di dalam," kata Lam .


"Dia terkena serang jantung lemah," kata Dokter.


"Apa bisa di obati," kata Lam.


"Masih bisa pak ," kata Dokter sepisalis jantung.


"Syukur lah, tadi Bu Aira berpesan jika ada yang membahayakan paisen ," kata Pak lam.


"Baik Dok," kata Dokter itu lagi.


Rian pun di bawa keruang rawat inap, wajah nya pucat .

__ADS_1


"Apa dia Rian Wijaya Kusuma," kata Dokter lam .


"Apa pak, dia gembel yang bersama anak ini," kata Dokter itu lagi.


"Jaga Omongan mu, dia adalah yang pemilik rumah sakit ini dan mendirikan nya, tapi tregedi itu sehingga membuat dia kehilangan keluarganya ," kata Dokter lam.


"Jadi dia pemilik rumah sakit ini Dok," kata Dokter Andi.


"Iya, tapi yang mengelolanya anak pertama nya Aira Purnama Dewi Rian Wijaya," kata Dokter Lam.


" Oh gitu Dok," kata Dokter Andi.


"Iya, jadi kau tanganin dia dengan baik," kata Dokter Liam.


Aira sudah sampai di rumahnya, dia tak mendengar Devano memanggil nya .


"Dari mana saja keluyuran suami pulang tak ada kau," kata Devano marah.


"Aira tak menjawab nya karena pikiran nya kacau seharusnya dia menunggu dan mendengarkan apa penyakit Ayahnya bukan malah pergi.


"Aira Purnama Dewi, aku sedang berbicara dengan mu, kemana saja kau keluyuran," teriak Devano .


Aira terkejut dan merasa ketakutan, karena tak Fukos dia tak melihat Devano.


"Aku dari rumah sakit ," kata Aira .


"Apa yang kau kerja di sana," kata Vano.


"Aku hamil mas," kata Aira.


"Aku tak menginginkan anak itu ," kata Devano.


*****


Di tempat lain Rian sudah sadar dari pingsan nya.


"Aku dimana ?" tanya Rian.


"Bapak ada di rumah sakit ," kata Rudi.


"Gimana kita bayar kalau aku di rawat nak," kata Rian.


"Semua sudah lunas pak, karena tadi ada kakak cantik membayar nya," kata Rudi.


"Siapa Wanita yang membayar rumah sakit ku," batin Rian.


"Sekarang wanita itu kemana?" tanya Rian.


"Pulang pak," kata Rudi.


"Aku ingin berterimakasih Dengan nya," kata Rian.


"Aku lupa menanyakan alamat nya pak," kata Rudi.


"Iya tak apa," kata Rian.


Rian terdiam dan sedih andai jika dia masih bersama anak dan istri nya dia tak akan menderita, setidaknya dia sakit ada yang jaga , tapi sekarang dia sendiri karena di yang membuat kecewa anak dan istri nya.


Sekarang aku sakit pun tak ada yang perduli," kata Rian.


" Pak kenapa menangis," kata Rudi.

__ADS_1


"Aku merindukan kehidupan yang dulu di," kata Rian.


__ADS_2