
"Mah, udah ya jangan ngambek terus Lisa kan ngomong gak ada benarnya," kata Rian merayu Mita.
"Pah mah mau Soto babat sapi yang enak di restoran bakso Borneo ," kata Mita.
"Apa mah, kamu gak marah sama pah?" tanya Rian.
"Gak mamah malu nyuruh pah ada Lisa ," kata Mita.
"Oh gitu, cuma itu pesan mamah?" tanya Rian.
"Mamah asinan buah pah," kata Mita.
"Nanti pah, cari ya mah," kata Rian.
"Iya pah, tolong jangan gak di cari ya asinan buahnya, kalau ada sekalian cari Tampuyak udang sambal petai," kata Mita.
"Iya mah," kata Rian.
"Lisa jaga Mbak mu, aku mau keluar dulu," kata Rian.
"Iya," kata Lisa.
"Anak-anak mau ikut pah gak," kata Rian.
"Mau pah," kata anak-anak.
Rian dan anak-anak pun berjalan pelan-pelan meliat sana kemari.
"Ai liat sana kemari ya," kata Rian.
"Buat apa pah?" tanya Aira.
"Cari buat mamah asinan buah, dan restoran jual Tampuyak udang sambal petai ," kata Rian.
"Mamah aneh-aneh yang di cari coba, segala roti atau batagor," kata Aira.
" Namanya juga orang hamil nak," kata Rian.
"Iya benar juga pah," kata Aira.
"Pah itu ada jualan rujak kita tanya aja," kata Aira.
"Benar juga nak," kata Rian.
Rian pun memberhentikan mobil di dekat orang penjual rujak itu.
"Mas ada jual asinan buah gak?" tanya Rian.
"Ada mas, ini sama rujak juga ada," kata Paman itu.
"Asinan 3 ya pak, rujak 2 ," kata Rian.
"Ini mas," kata Paman rujak.
"Makasih mang, ini uangnya, kembalian nya di ambil aja," kata Rian.
"Iya makasih mas," kata paman rujak.
Rian pun masuk mobil dan mencari restoran yang menjual Tempuyak udang sambal petai.
"Pah itu ada," kata Aira.
"Mereka pun turun dan membeli Tampuyak itu, setelah selesai dia menuju kedai bakso Borneo.
Setelah semua selesai di beli mereka pun pulang kerumah.
Mita menunggu di teras me makan es kelapa muda bersama dengan Lisa.
"Gimana acara mu tadi siang de?" tanya Mita.
"Lancar mbak, tapi tadi aku periksa mbak Hesti, Mbak," kata Lisa.
"Gimana apa penyakitnya," kata Mita.
"Dia gak kenapa kan kok mbak," tanya Lisa.
"Emang penyakit nya apa de?" tanya Mita.
__ADS_1
"Dia hamil mbak 4 Minggu ," kata Lisa.
"Apa hamil," kata Mita.
"Iya mbak," kata Lisa.
"Syukur lah kau gitu de, kan dia ada yang di urus dan ada kerepotan," kata Mita.
"Iya tapi Herman sedih mbak ," kata Lisa.
"Kenapa dia sedih kenapa de? , kan dia kan mau ada keponakan," kata Mita.
"Karena dia bakalan repot di suruh sana kemari kalau gak ada ka Fahmi ," kata Lisa.
"Oh begitu ," kata Mita.
"Iya Mbak," kata Lisa.
Rian dan anak-anak pun sampai rumah dan memberikan asinan dan makan ke Mita.
"Kita makan di teras ini aja ya Pah, ambil tikar sana," kata Mita.
"Iya mah,"Kata Rian.
"Lis ambil piring ya," kata Mit.
"Iya mbak, kata Risa.
"ambil cebok juga buat cuci tangan kata Rian.
"Iya mas," kata Lisa.
"Mah ini asinannya," kata Rian.
"Pasti enak ni pah," kata Mita.
"Iya mungkin mah," kata Rian.
"Papah carinya dimana ?" tanya Mita.
" Di pinggir jalan untung ada orang jualan asinan buah mah," kata Rian
"Namanya juga Ade di dalam perut," kata Rian.
"Ade sehat-sehat aja ya di dalam perut," kata Aira.
"Iya tatak atu aik-aik aja," kata Mita meniru suara anak kecil.
Mereka semua pun tertawa bersama.
"Gak sabar Dede lahir," kata Ali.
"Emang kamu mau jaga kalau Dede lahir ?" tanya Risa.
"Mau lah," kata Ali.
"Makan pun di tuang ke piring masing-masing, Tempuyak di ruang ke mangkok.
"Mita menelan liurnya melihat makan di depan mata.
Punya anak-anak bakso semua, .
Tampuyak undang petai menggugah selera.
Soto babat sapi.
asinan buah .
Mita pun melahap sotonya dulu,.
"Pelan-pelan mah gak ada yang nggerbut juga makan mu," kata Rian.
__ADS_1
"Ini enak sekali pah," kata Mita.
"Iya tapi hati-hati makannya," kata Rian.
Selesai melahap soto Mita pun memakan tempuyak udang petai nya di tambah nasi. Lisa geleng-geleng kepala melihat porsi makan iparnya.
"Puji Tuhan kenyang," kata Mita.
"Iya kalau mamah puas papah senang," kata Rian.
"Iya pah, makasih," kata Mita.
"Dulu pas hamil Kanaya aku gak bisa beli ini itu karena uang di pegang mertua dan mau makan ini itu di marah atau di bentak oleh ibu mertua, harus irit ," katanya.
"Tapi belum sebulan uang udah habis, kadang ngutang di warung Mpok lega," batin Mita.
"Mamah Kenapa mamah melamun," kata Rian.
"Gak kenapa Pah, mah cuma bingung aja dulu pas mamah hamil Kanaya mau makan apa gak di kasih uang oleh mertua dan ayah Kanaya malah di bentak ," kata Mita.
"Udah jangan ingat lagi Kanaya dan kamu tak pernah kekurangan lagi," kata Rian.
"Iya pah, terimakasih udah mau hadir di kehidupan aku yang janda beranak satu," kata Mita.
"Aku juga duda beranak 2 mah ," kata Rian.
"Iya pah," kata Mita.
"Mah kita jalan-jalan yuk," kata Rian.
"Boleh yuk pah," kata Mita.
"Anak-anak mandi dulu dan ganti baju ya kita ke pasar malam," kata Mita.
"Iya mah," kata Aira.
Anak-anak masuk kekamar buat mandi, Mita juga mandi.
30 menit Mita keluar dari kamar mandi dan memasang bajunya anak-anak udah siap semua.
"Pah gak mandi?" tanya Mita.
"Kan pah udah mandi mah," kata Rian.
"Oh Iya mah lupa," kata Mita.
"Luo Lisa kamu kenapa gak siap ," kata Rian.
"Aku gak ikut ka, takut Herman datang kesini ambil mobilnya," kata Lisa.
"Bilang aja mau dua-duan ," kata Rian.
"Tu kamu tau," kata Lisa.
"Iya tak apa-apa berdua-duaan tapi jangan di dalam rumah takut Fitnah," kata Mita.
"Iya mbak," kata Lisa.
30 menit perjalanan akhirnya mereka pun sampai juga di pasar malam.
"Ramai ya Pah tempatnya," kata Aira.
"Iya nak," kata Mita.
"Aira mau main yang mana," kata Rian.
"Mau main lempar gelang," kata Aira.
"Ali , Kanaya Mau main apa?" tanya Mita.
" Istana balon," kata Mereka berdua serempak.
"Kita akan berpisah mas, kamu antar Aira, aku jaga mete berdua," kata Mita.
"Iya mah, hati-hati ya," kata Rian.
"Iya pah," kata Mita.
__ADS_1
"Dah mah, Abang, Ade," kata Aira.
"Dah juga Mbak ," kata Ali.