Kau Akan Menyesal

Kau Akan Menyesal
Jalan-jalan


__ADS_3

"Yah Aira pulang dulu ya," kata Aira.


"Silakan nak," kata Rian.


Rian merasa senang meski anak-anak nya yang lain tak mau mengaku nya tapi Aira masih mau mengangap nya Ayah.


Siang pun berganti malam, Aira pulang kerumah nya sendiri dia tak mau bertemu Devano setelah Devano menyuruh nya mengugur kan kandungan nya.


"Ini uang gugur kan anak itu dan aku tak mau dia lahir ke dunia ini, karena dia bukan anak ku," kata Devano.


"Aku bukan wanita yang suka meobral diri, anak ini anak mu, andai aku bisa memilih aku tak mau mengandung anak dari lelaki seperti mu," kata Aira tegas.


"Lancang mulut mu, kalau kau tak gugur kandungan mu, jangan pernah pulang kerumah dan gugur kan kandungan mu," kata Devano.


"Oke, cepat urus surat cerainya, kau akan menyesal ," kata Aira.


Airmata Aira jatuh menganak sungai mengigat perkataan Devano.


"Kamu harus kuat nak, ada mamah yang menjadi mamah dan papah tunggal mu, kita akan pergi bersama kakek ,"batin Aira.


Suara Hp Aira kemekak telinga menyadar kan dia dari lamunan pajangnya.


Tertera nama Bundanya.


" Halo Bun, ada apa?" tanya Aira suaranya serak.


"Ai, kamu kenapa suara mu serak gitu apa kamu nangis?" tanya Bunda.


"Gak Bun, baru bangun tidur," kata Aira.


"Bangun tidur, kan masih soreaan kamu tidur, gak baik," kata Bunda.


"Iya Bun, ada apa ?" tanya Aira.


"Gini besok Tante Lisa buat pesta kecil-kecilan Di teluk sebanggau ," kata Bunda.


"Iya Jam berapa?" tanya Aira.


"Jam 10, kamu aja Devano juga ya," kata Bunda.


"Dia repot Bun," kata Aira.


"Oh Iya udah," kata bunda.


"Iya Bun," kata Aira.


"Ya udah sampai ketemu besok ya, kamu jaga kesehatan ya?" kata bunda.


"Iya Bun," kata Aira.

__ADS_1


"Bunda, andai kau tau aku dan Devano akan bercerai terangan, maka kau akan sedih dan terkena serang jantung lagi, lebih baik aku pergi Bun, besok terakhir kita berkumpul," batin Aira.


"Matahari pun malu-malu memperlihat sinarnya.


"Aira yang terjadi muntah terus dan kepalanya aga sakit pun cuma bisa berbaring di kamar nya.


jam sudah menunjuk jam 8 lewat 30 menit, dia tak mau terlambat karena yang di tuju nya jauh.


Dengan terpaksa Aira pun berangkat dan membawa mobilnya.


"Bunda, Adik-adik ku, dan Tante om, mungkin ini terakhir aku bersama kalian, aku ingin pergi jauh dari bayang mas Vano," batin Aira.


Di tempat lain ada perdebatan.


" Mita, aku mohon kembali lah pada ku," kata Ariya.


"Maaf mas kita bukan siapa-siapa lagi," kata Mita.


"Bunda ayo pergi," kata Anaya.


"Aya ini papah nak," kata Ariya.


"Papah, aku rasa aku tak pernah punya papah de, karena papah aku udah meninggal sejak aku kecil," kata Anaya.


"Anaya, aku Papah aku yang menciptakan kamu, tanpa aku kamu tak akan menjadi manusia," kata Ariya.


"Ibu mu yang membawa mu lari nak," kata Ariya


"Di bawa lari atau di usir," kata Anaya lagi .


"Anaya Dengar penjelasan papah nak, kamu anak papah satu-satunya ," kata Ariya.


"Mana istri kesayangan anda dan anak anda," kata Anaya.


Anaya tak mau menyenbut papah atau Ayah, dia sangat benci menyebut itu kepada lelaki di depannya.


"Mereka meninggalkan papah karena miskin," kata Ariya.


"Haaaa sungguh malang hidup mu pak tua, dulu dengan sombongnya kau dan ibu mu mengusir Ibu ku tanpa belas kasihan, jadi jangan harap aku mengagap mu Ayah ku," kata Anaya.


"Anaya tolong papah, karena papah sekarang tak punya rumah dan hidup dalam kemiskinan, Pekerjaan ku tak ada, makan sehari pun aku cuma sekali," kata Ariya .


" Itu karma buat kamu pak tua," kata Anaya.


" Aya," kata Ariya dan memeluk Anaya.


"Lepas aku, aku jijik di sentuh anda," kata Anaya.


"Anaya anak ku," kata Ariya.

__ADS_1


"Lepas kan aku, aku benci kamu sampai mati," kata Anaya.


"Anaya berikan aku kesempatan ," kata Ariya.


"Kesempatan apa, dulu kau ada di saat aku dan mamah berjuang, tak ada kan di mana kau dulu hang kaya malah tak ingat anak istri tapi bila sudah susah baru ingat tapi terlambat, aku bukan Anaya yang dulu," kata Anaya.


"Anaya, Papah mau tinggal bersama kamu," kata Ariya.


" Apa tinggal bersama aku, ugah sampai mati pun aku tak Sudi," kata Anaya.


Mita tak menyangka Putri nya yang satu ini memiliki jiwa yang pedendam.


"Ingat kan baik-baik ya pak tua, mulai saat ini kita sudah tak memilik darah yang sama, karena darah yang mengalir di tubuh ku cuma ada darah Bunda," kata Anaya tegas.


"Anaya aku papah mu, aku yang menciptakan mu kedua, tanpa aku kamu tak akan ada di dunia ini," kata Ariya .


"Andai aku bisa memilih lebih baik aku tak ada di dunia dan memiliki Ayah seperti kamu," kata Anaya .


"Kamu jangan keras kepala biar pun bagaimana aku tetap Papah mu," kata Ariya.


"Iya memang, tapi Papah yang tak punya hati yang rela mengusir anak dan istri Deni wanita selingkuhan nya," kata Anaya.


"Ibu yang waktu itu tak cantik dan penampilan kucel dan terus pakai daster, jadi jangan salah kan aku memilih yang lebih bagus," kata Ariya.


"Apa kamu pernah memberikan bunda uang, tak pernah kan, pernah di beri segala pembersih muka atau Baju bagus, gak pernah kan, malah bunda bekerja jadi tukang gosok pakaian demi memberi kalian makanan," kata Anaya.


"Ibu mu aja yang tak pintar ngelola uang," kata Ariya.


" Apa cukup uang seratus ribu seminggu mana cukup, apalagi kau dan ibu mu terus mau makan enak tapi tak mau mengeluar uang buat beli makan di dapur," kata Mita geram karena terus di pojok oleh Ariya.


"Kamu aja yang gak becus," kata Ariya.


"Becus atau gak Sekarang aku memiliki apa yang aku mau, tak seperti mu sekarang mas, dulu kau menghina keluarga ku miskin, " kata Mita.


"Ini uang buat kamu lima juta dan pergi dari hidup ku dan jangan tunjuk Waja mu lagi," kata Anaya.


"Aku bukan meminta uang tapi aku mau tinggal bersama mu Anaya ," kata Ariya.


"Maaf aku tak mengenal kamu dan aku gak mau serumah dengan orang yang aku benci," kata Anaya.


"Anaya," kata Rian terpotong.


"Cepat ambil uang itu dan jangan pernah menemui aku," kata Anaya.


Ariya menangis betapa sedihnya dia anaknya begitu membenci nya, karena perlakuan ya.


Aira dan Mita pergi tak menegok belakang lagi.


Jangan lupa komentarnya dan Likenya.

__ADS_1


__ADS_2