
" ***Terbuat dari apakah hati mu Bunda, rela memaafkan orang yang menyakiti bunda," batin Anaya.
"Bunda, apa gak sakit di hianati?" tanya Aira.
"Memang sakit anak ku, tapi bunda ingin berdamai dengan keadaan," kata Mita.
"Bunda, sungguh mulia hati mu," kata Aira lagi.
"Mit, jika kau tak mampu untuk menjalani rumah tangga kalian, lepas kan dan cari kebahagian mu," kata Oma Meli.
"Kebahagiaan ku adalah mereka semua Mah," kata Mita.
"Mamah tak mau kamu sakit dan menyimpan semua sendiri, lebih baik di lepas dari pada bertahan," kata Oma.
"Airmata Rian pun menetes dari matanya.
"Maaf kan aku bunda yang telah berbuat salah, tinggal kan Ayah bila bunda tersakiti," kata Rian.
"Aku masih mau hidup dengan mu Ayah, tapi aku tak bisa berdampingan dengan istri kedua mu," kata Mita.
"Benar Rian, kau harus memilih, aku pun tak Sudi punya menantu tak punya Adat istiadatnya," kata Oma Meli.
"Rian tak bisa memilih Mah, karena Dahlia mengandung anak ku," kata Rian.
"Apa Ayah tau berapa bulan sudah wanita itu dan Ayah pernah mengantar dia periksa," kata Aira.
"Ayah tak tau dan Ayah tak pernah mengantar dia ke dokter spesialis kandungan ," kata Rian.
"Berapa bulan kau sudah bersamanya?" tanya Oma.
"3 bulan," kata Rian.
"Aku lihat wanita itu gak hamil 3 bulan, kaya 4 atau 5 bulan aja," kata Oma.
"Kenapa mamah bisa menuduh Dahlia hamil duluan," kata Rian.
"Aku tau hamil 3 bulan atau lebih karena aku pernah hamil," kata Oma.
"Tapi dia bilang 3 bulan saja," kata Rian..
"jangan terlalu percaya, kalau kau tak percaya perkataan ku, suruh Risa periksa atau bawa dia kerumah sakit besok di mana Risa bekerja," kata Oma.
"Iya," kata Rian.
@@@@
Malam semakin larut, Rian terus kepikiran dengan ucapan mamah nya, dulu Tania hamil Aira dan Ali kalau umur kehamilannya 3 bulan masih kecil begitu juga Mita.
"Aku akan selidiki, kau akan menanggung akibatnya Dahlia jika berbohong.
jam 2 malam baru lah Rian dapat tidur .
@@@@@
Malam berganti pagi, hari ini Rian berencana mengantarkan Dahlia ke rumah sakit di mana tempat Risa bekerja.
"Dah, kita jalan ya hari ini, udah lama kau tak keluar rumah ," kata Rian.
"Boleh mas, aku juga ingin jalan-jalan," kata Dahlia.
"Iya, mas rindu berdua dengan mu jalan-jalan ," kata Rian.
Dahlia pun bersiap ingin pergi begitu juga Rian.
Mau kemana kalian ?" tanya Denia.
__ADS_1
"Kami mau jalan-jalan dulu ,mah ," kata Dahlia.
"Mamah boleh ikut," kata Denia.
"Maaf mah ini kami berdua ingin jalan berdua biar romantis," kata Rian.
"Ya sudah lah, tapi jangan lupa beli makan buat mamah," kata Denia.
"Baik mah," kata Denia.
"Jam 8 pagi pun mereka berangkat di antara sopir, itu pun karena Mita yang membujuk anaknya yang tertua buat meminjam mobil nya.
"Jangan lupa setelah pakainya nanti cepat cuci tempat duduknya, karena aku tak mau duduk bekas pelakor," kata Aira.
30 menit pun mereka sampai di rumah sakit Kasih bunda.
"Mas, kok kerumah sakit," kata Dahlia.
"Aku ingin liat calon anak ku, laki atau perempuan ," kata Rian.
" Tapi aku kan udah periksa bulan ini," kata Dahlia pucat.
"Gak apa-apa lah, aku kan gak pernah mengantar kamu periksa kandungan," akta Rian.
"Astaga, bakal ketahuan aku nanti, kalau anak ini bukan anaknya, bisa gak aku dapat warisan," kata Dahlia.
"Kamu kenapa ngotot, gak mau perkosa ada aku," kata Rian.
"Bukan gitu kan aku udah periksa bulan ini," kata Dahlia.
"Gak apa-apa kok lebih sering lebih baik," kata Rian.
Rian pun bingung melihat perubahan di wajah Dahlia yang tadi cerah, sekarang pucat dan berkeringat.
"Habis lah aku ," batin Dahlia.
"Pagi dok," kata Rian pura-pura gak tau kalau Lisa a kerja sini.
"Pagi ," kata Lisa juga..
"Lisa," kata Rian pura-pura terkejut.
"Ka Rian," kata Lisa ..
Lisa aku mau melihat pertumbuhan bayi ku apakah sehat-sehat aja atau kekurangan gizi," kata Rian.
"Ya kalau gitu kamu berbaring," kata Lisa dingin kepada Dahlia.
"Dahlia pun menurut.
Lisa pun memberi gel ke perut Dahlia dan mendengarkan detak jantungnya dan mengukur kepala bayi dari pinggul.
"Ini seperti bayinya hamil 5 bulan, maaf sebelumnya ," kata Lisa .
"Mana lah mungkin," kata Dahlia.
"Aku baru aja menikah 3 bulan ni," kata Dahlia lagi.
"Menikah atau tidak itu hal biasa ," kata Lisa..
" Kau kan bersengkongkol dengan wanita bodoh itu buat membohongi mas Rian, agar menceraikan aku," kata Dahlia.
"Ka Mita tak sepicik itu," kata Lisa.
"Siapa yang tau rencana kalian," kata Dahlia.
__ADS_1
"Aku mengatakan yang sebenarnya," kata Lisa.
" Tapi tak masuk akal aja, kan kami baru menikah," kata Dahlia.
"Gini aja kita USG aja gimana," kata Lisa.
"Aku setuju ," kata Rian.
Akhirnya di USG bayi nya pun terlihat jelas dan jenis kelamin nya perempuan.
"Apakah kau mau mengelak lagi," kata Lisa.
"Wajah Dahlia pucat pasi dia tak dapat mengelak lagi, Rian cuma diam dari tadi dia pun merenung.
" Jika dia hamil duluan, kenapa dulu ada bercak darah di seprei bekas kami melakukan," batin Rian.
ingat Rian pun kembali di mana malam itu dia telah mengkhianati janji suci nya kepada sang istri.
Malam itu dia kembali dari pekerjaan, tapi di tengah jalan Dahlia minta bertemu ingin curhat.
Memang selama ini pikiran nya ada bayangan Dahlia yang muda, enerjik , cantik dan polos.
malam itu Dahlia mengajaknya bertemu di kafe cendrawasih.
"Dia baru datang pun sudah di siap minum oleh Dahlia, tanpa curiga dia pun meminum nya.
Siapa sangka di malam itu dia telah melakukan hal tak wajar dengan Dahlia gadis polos dan Ayu, malam itu juga dia melihat bercak merah di seprei tempat mereka melakukannya.
Dan malam itu juga mereka berdua di gerebek warga dan di paksa menikah.
2 bukan lebih dia bisa menutup dari istri pertama nya tapi akhirnya ketahuan juga.
"Bang," kata Lisa menyetuh pundak nya.
"ada apa ," kata ku. Aku malu pada keluarga, istri dan anak-anak ku, mereka pasti menertawakan aku.
@@@@
Sesampai di rumah Rian pun bertanya siapa anak dari bayi itu.
"Karena selalu terpojok akhirnya Dahlia pun menjawab, Ini Bukan Anak mu," jawab Dahlia.
"Jadi kau menembak ku wanita murahan," kata Rian.
" Iya bahkan di malam itu kau tak menyentuh ku," kata Dahlia.
"Tapi kenapa ada Noda merah di seprei ?" tanya Rian.
"Itu adalah obat merah , agar kau percaya, dan bodohnya kau mau dan menerima nya," kata Dahlia .
"Kurang ajar kau wanita jahanam," kata Rian.
"Dulu aku mengejar harta mu, tapi sekarang tak ada harta mu lagi, mulai sekarang kita berpisah ," kata Dahlia.
"Baik, aku dengan senang hati membuang sampah seperti kau," kata Rian.
Dahlia pun memasuk pakai nya ke koper, tiba-tiba Denia datang.
"Kamu mau kemana ?" tanya Denia.
"Cari tempat baru, mamah aku ikut atau tinggal?" tanya Dahlia.
"Mau ikut ," kata Dahlia.
"Kalian mau kemana, kalian belum bisa pergi dari rumah ini karena sudah mendetangkan surat Kontrak, kalau kalian pergi aku kapur polisi," kata Aira.
__ADS_1
Ikut terus kelanjutannya kisahnya, jangan lupa jempol dan komentar ya, Author akan semangat nulisnya***.