Kau Akan Menyesal

Kau Akan Menyesal
Malam Refsesi


__ADS_3

malam ini adalah malam puncak kebahagian kedua mempelai, semua jalan dari pintu gerbang masuk sampai tempat acara di hiasi lampu penerangan,terkesan romantis kelihatanya.



inilah jalan yang di penuh lampu malam menuju pesta kebun. malam ini kedua Penganti terseyum bahagia menyambut para tamu undagan.


tempat Dekorasi pesta kebun yang terkenal elegan dan simpel siapa pun melihatnya akan bahagia dan terpanah.



puncak perayaan pun di mulai dengan meriah potong kue kedua mempelai pun berdansa dan terlihat kebahagiaan di kedua mempelai itu.


"Ternyata dibalik derita dan kesedihan ku tersimpan rencana Tuhan yang lebih indah," batin Mita.


"Terimakasih Tuhan penyertaan mu, sekarang aku dapat membangun keluarga kecil ku, memang aku dulu gagal dari seorang suami, tapi sekarang aku berjanji aku akan menjaga istri ku baik-baik dan tak akan meninggal kan dirinya seperti istri ku yang dulu," batin Rian.


Falbek on.


5 tahun yang dulu di mana seorang Ibu muda sedang menunggu kelahiran putra kedua mereka di rumah yang mewah dan indah. Meski rumah ini bak istana dan megah tapi di dalamnya tak ada keindahannya.


"Mas, aku mohon kamu cuti aja dari pekerjaan mu, aku mau mas ada di waktu aku lahirin nanti," kata Tania, iya itulah Tania Ibu dari Aira dan Ali Istri dari Rian.


"Kamu jangan cengeng dek, kamu kan tau pekerjaan aku gimana, disini ada mamah, Ibu dan Ayah juga," kata Rian tegas.


"Tapi, aku butuh kamu, mas," kata Tania.


"Jagan cerewet kamu lahiran Aira juga gak ada akukan, jadi gak usah cengeng," kata Rian.


"Kamu tega mas, jika kau masih tak menerima aku di hati mu, setidaknya kau bisa menerima mereka yang darah daging mu," akta Tania.

__ADS_1


"Kamu kenapa sic gak ngerti sama aku," kata Rian.


"Kamu yang gak ngerti coba bayang kan aku itu sedang hamil, dari ngidam sampai mau lahiran aku sendiri terus ada kamu di samping ku, gak ada mas," kata Tania marah.


"Udah aku tu kerja buat kalian juga," kata Rian.


"Aku tak butuh uang mas yang aku butuh kasih sayang," kata Tania.


"Bohong kau," kata Rian.


"Baik jika aku sudah tiada jangan ada penyesalan bagi mu mas," kata Tania.


"Tak akan," kata Rian.


Rian pun pergi ke Kaltim malam itu, dia tak mengerti kondisi istri nya yang sedang hamil tua.


Esok paginya dia dapat kabar bahwa istrinya dalam penderan hebat, segala pikiran penuh degan istri, dia dengan cepat menjalan mobilnya, sesampai di rumah sakit dia mendapat wajah pucat istrinya.


"Aku mohon Tania hidup lah menuai dengan ku,"kata Rian.


"Sudah terlambat mas, bukan kah bersumpah tak akan ada penyesalan, kenapa kau harus Meyesal ," kata Tania.


setelah berbicara pajang lebar, Tania menghembuskan napas terakhirnya, di situ lah Rian menjadi pribadi yang tertutup.


"Mas, Mas Rian," kata Mita lembut.


Rian pun tersentak dari lamuna nya, ada apa Sayang," kata Rian.


"Wajah Mita meras seperti tomat.

__ADS_1


"Mas itu, Mas Fahmi nanya sama mas," kata Mita.


"Oh, ada apa Fahmi," kata Rian.


"Apa bos udah siap, membuka yang bawahnya bos, pisaunya tajam kan bos buat membabat rumput," kata Fahmi.


"Kurang ajar, kau kesini cuma mau bertanya itu aja, Fahmi," kata Rian geram.


"Iya boss," kata Fahmi.


"Kurang ajar, kau," kata Rian.


"Boss hati-hati belah durennya," kata Hesti.


"Apaaan Dic Hes," kata Mita.


"Yang aku benar itu adanya, Kan suami istri yang udah resmi, terserah aja melakukan apa," kata Rian.


"Mas,"kata Mita merajuk.


"Boss pelan-pelan aja ya mainnya," kata Johan.


"Tenang," kata Rian.


"Iya Boss," kata Johan.


Di lain tempat seorang gadis muda dan seorang lelaki sedang bertengkar mulut, Yaitu Rehan dan Ralissa.


Mereka berdua bertengkar hebat dan membuat mereka berdua tak melihat orang lain.

__ADS_1


Tampa mereka berdua sadari, cinta dan benci beda tipis.


Kalau mau kelanjut ceritanya tunggu aja ya.


__ADS_2