
Di dalam perjalanan, Dahlia merasa sakit perut yang mau keluar mendesak.
"Mas cari WC umum, aku sakit perut, kok tiba-tiba ya," kata Dahlia.
"Kamu makan makanan yang pedas ya, padahal kamu gak kuat, kalau makan pedas kamu sakit perut," kata Rian.
"Iya, tadi makan Rendang di rumah Lisa mas," kata Dahlia.
"Sayang, kamu ini udah tau gak bisa makan pedas masih aja ngeyel mau makan pedas," kata Rian.
"Aku tak enak sama Lisa, mas kan dia udah cape masaknya," kata Dahlia.
"Kamu kan bisa ngomong gak kuat makan pedas," kata Rian.
" Itu mas, WC umumnya," kata Dahlia.
"Mereka berdua pun berhenti di WC umum, Dahlia pun keluar dengan cepat ke WC.
Rian menunggu Dahlia lama sekali.
"Ngapain tu orang di dalam WC lama bangat, buang air besar atau tidur," batin Rian.
"Yang udah belum?" tanya Rian.
"Belum mas, masih sakit," kata Dahlia.
"Cepatlah kita cepat pulang," kata Rian.
Dahlia pun keluar dari WC dengan muka pucat.
"Kamu gak apa-apa kan Sayang," kata Rian.
"Gak apa-apa kok mas," kata Dahlia.
Mereka berdua pun melanjutkan perjalanan, di tengah jalan Dahlia minta berhenti mau cari WC umum.
"Mas berhenti, mau buang air besar," kata Dahlia.
"Tunggu sebentar yang, 5 menit lagi kita sampai," kata Rian..
Belum nyampai rumah, yang tinggal berapa langkah lagi, Dahlia pun buang air besar di celana.
"Tu kan mas, jadi buang air besar di celana," kata Dahlia .
"Kamu sic yang tak kuat menahannya," kata Rian.
"Gimana mau nahannya, yang mules bangat mas," kata Dahlia.
Sesampai di halaman, Dahlia pun keluar dari mobil, dengan jalan kakinya terbuka dan hati-hati, kaya baru malam pertama aja.
"Kamu kenapa Dah?" tanya Denia.
"Tak ada jawaban, Dahlia mau cepat sampai kamarnya.
"Kenapa lagi tu anak," batin Denia.
Rian pun melewati mertua nya.
"Rian Dahlia kenapa?" tanya Denia.
"Sakit perut Bu, gara-gara makan pedas ," kata Rian.
Tiba-tiba Perut Rian pun melilit, Dia pun hedak gak sanggup menahan nya.
__ADS_1
"Maaf Bu, saya mau ke atas dulu," kata Rian.
"Silakan, kata Wanita yang gurat kecantikan nya masih terlihat.
" Dah, ceapt dong mas mau buang air besar ni," kata Rian.
" Nanggung mas, aku juga buang air besar," kata Dahlia.
Rian keluar kamar dan menuju ruang tamu, dia pun menuju Toilet, karena sudah tak tahan, hampir aja dia buang air besar di celananya.
"Aku tadi pagi gak ada makanan aneh-aneh ," batin Rian.
"Setelah selesai mencuci tangannya Rian keluar, tapi belum sampai ambang pintu dia balik lagi ke closed buat buang air besar lagi.
Sudah berapa kali mereka berdua keluar masuk Toilet.
Wajah mereka berdua sangat pucat sekali.
"Sayang, apa kamu melihat Lisa membuat jus tadi?" tanya Rian.
"Lihat lah mas," kata Dahlia.
"kalau Dahlia liat Lisa buat jus tadi, jadi ini bukan perbuatan Lisa.
"Jangan ada orang yang butuh pelayan di restoran siang tadi kasih obat mencret," batin Rian.
"Mas, kenapa bengong," kata Dahlia.
"Gak apa-apa sayang, ada baikan setelah makan obat?" tanya Rian.
"Udah mas," kata Dahlia.
" Yaudah kita tidur aja," kata Rian.
*Malam pun berganti siang, hari ini, Aira dan Ali ke Dailer mobil, dimana tempat Ayah mereka mengambil mobil buat istri barunya.
"Udah siap," kata Aira.
"Siap ka," kata Ali.
"Ai, Al kalian berdua mau rapi?" tanya Mita yang tidak tau rencana anak-anak nya.
" Kami ke kantor cabang dulu Bun, mau meriksa keuangan, apa kah masih aman atau tidak," akta Mereka berdua serempak.
"Iya udah," kata Mita.
"Di dalam perjalanan mereka sudah menghubungi pengecara mereka dan janjian ketemu di tempat yang mereka tuju.
"Mbak, apakah kita akan berpisah
30 menit menempuh perjalanan akhirnya mereka berdua sampai juga, di sana pengecara mereka pun sudah sampai.
"Maaf kami telat pak," kata Ali.
"Tak apa-apa De," kata Pengecara itu.
Mereka pun masuk ke Dailaer mobil itu.
"Permisi, apa kami bisa bertemu dengan menejer di sini ," kata Pengecara itu.
" ada keperluan apa ya pak,?" tanya Sekretaris menejer.
"Ada hal penting yang mau kami bicarakan," kata nya lagi.
__ADS_1
Silakan mari ikut saya ," kata Wanita itu yang berkulit putih, ramping dan bodi aduhai.
Di ujung jalan mereka pun menemui Tulisan yang bertulisan menejer.
"Permisi pak, ada yang mau ketemu," kata wanita itu.
"Siapa Win?" tanya Menejer itu.
"Ini pak Budi Hartono Pengecara yang terhandal ,," kata Wiwin.
"Oh silakan masuk," kata Pak menejer itu.
Aira, Ali dan pak Budi pun duduk di sofa.
"Ada keperluan apa bapak kemari," kata Pak Menejer.
"Kami cuma mau, melihat angsuran mobil atas nama Bu Dahlia," kata Pak pengecara.
"Untuk apa menanya itu, karena itu Variasi kami dengan pembeli ," kata menejer itu.
"Karena anak-anak ini ingin melunasi mobil itu," kata Pak Budi santai.
"Apa, dapat uang dari mana kalian berdua, apa habis mencuri Sampai mampu lunasin mobil," kata menejer itu.
" Ya kerja lah, kami bukan pencurian," kata Ali.
"Aku tak percaya," kata Menejer itu.
"Terserah," kata Ali geram
"Maaf kalau mas tak mau maka kami akan bertindak," kata Manejer itu.
"Bertindak apa, mana mungkin anak bocah seperti ini bisa membayar mobil yang nilai mobil nya 5 ratus juta," kata Manejer.
" jangan kan mobil, Dialer mu pun mampu aku beli ," kata Ali.
"Beraninya kamu," kata Manejer itu.
"Kami datang baik-baik, kalau kau tau mau apa yang kami minta maka kau akan di penjara ," kata Pengacara.
"Jangan anak istri aku makan apaa hingga aku di penjara-penjara," kata Manejer itu.
"Cepat urus semua berkas, dan ubah nama mobil itu atas nama Ali, dan Surat-suratnya. kasih kami ," kata om Budi.
2 jam semua pun selesai juga, kami pun pamit tak lupa memberi menejer itu uang.
Mobil selesai sekarang kami pun ke tempat pengeredit rumah.
"Nikmati lah sisa-sisa kemewahan mu pelakor," batin Aira .
1 jam menempuh perjalanan akhirnya mereka pun sampai dan mengatakan inggin ketemu menejer nya.
"Seperti tadi ada kendala lagi, karena ini varipasi ," kata mereka.
"mereka pun ramai di kantor ini, tapi akhirnya rumah itu pun jatuh ke tangan Aira, atas nama Aira.
" Apakah kau akan bahagia nantinya Ayah setelah kau jatuh miskin," batin Aira.
"ATM dan kredit semua di beku kan oleh mereka berdua.
Akhirnya semua selesai tinggal menjalankan misi saja," kata Aira.
Ternyata, Kebahagia dan cinta tak ada abadinya*
__ADS_1