
Mereka semua pun masuk mobil dengan tertib, Aira, Kanaya, Ali dan Rallisa duduk di kursi tengah, Mita duduk di kursi penumpang dekat pengemudi.
Di dalam mobil sunyi tak ada yang bicara, cuma alunan suara musik aja yang terdegar.
Tiba-tiba Ali berbicara.
"Pah, Ali lapar," kata Ali.
"Nanti dulu nak di ujung sana ada rumah makan kata Rian.
"Iya pah," kata Ali.
15 menit kemudian mereka pun sampai di rumah makan yang serasi indah di pandang, makannya cuma duduk di lasehan, tapi bersih.
"Rallisa pesan makan sana," kata Rian.
"Ka main perintah aja," kata Rallisa.
"Kamu tu malasnya minta ampun," kata Rian.
"Biar aku aja mas yang pesan," kata Mita.
"Aira, kalian ikut mamah ya, kalian pesan sendiri," kata Mita.
"Iya mah," kata Mereka bertiga serempak.
" Punya kamu apa mas?"tanya Mita.
"Bebek pangang aja mah, sayurnya daun singkong rebus dan kacang pajang," kata Rian.
"Lau Lisa apa?" tanya Mita.
"Biar dia pesan sendiri, nanti dia manja ," kata Rian.
"Nanti aku pesan punya mu ka," kata Rallisa.
"Iya de," kata Mita.
"Mbak pesan makan," kata Mita.
"Apa mbak," kata Mbak pelayan tempat makan.
"Bebek panggang 1, sayurnya daun singkong rebus, Nila panggang, Sayurnya umbut pahit ( umbut pahit itu Rotan yang muda bisa di makan itu ciri has orang Dayak).
"Itu aja mbak," kata Mita.
"Kalau Ade-ade apa?tanya pelayan.
"Aku mau sambal hati saja," kata Aira.
"Aku mau udang pedas belado," kata Ali.
"Atu tau tayam toleng," kata Kanaya.
"Maaf de, mau apa?" tanya pelayan.
__ADS_1
"Dia mau ikan goreng, mbak ," kata Ali menjelas perkataan Kanaya.
"Oh oke," kata pelayan.
"Minumnya semua teh es," kata Mita.
"Iya mbak silakan di tunggu," kata pelayan.
Setelah selesai memesan mereka pun kembali ke meja masing-masing.
"Mah, aku tadi mau es buah, tapi takut mah marah," kata Ali.
"Hei sejak kapan marah dengan mu nak," kata Rian.
"Takut Aja pah," kata Ali.
"Mah gak marah kok kalau kamu mau pesan aja," kata Mita.
"Emang ada es buahnya ka?" tanya Rallisa.
"Ada de," kata Mita.
"Apa aja ka,"kata Rallisa.
"Mita mau menjawab tapi terpotong oleh Rian.
"Gimana kamu tau buahnya kamu di sini terus liat hp terus, awas aja kalau lelet makan aku tinggal kau disini," kata Rian.
"Eh bang, kalau aja kamu bukan kakak aku, udah ku buang kau kelaut, jadi orang ngesalin aja," kata Rallisa.
"Kalau aja kamu aja bukan Ade kadung ku, udah ku lempar kau ke laut fasifik," kata Rian.
"Dari pada kamu ade gak ada akhlak ," kata Rian.
"Udah--udah, gak malu apa ribut di depan umun, di lihat orang tau," kata Mita menengahi.
"Abang yang dulu," kata Rallisa.
" Enak aja kamu bocil," kata Rian.
" Udah dong mas,gak malu apa di degar orang," kata Mita.
"Awas aja kamu nanti bocil," kata Rian.
"Siapa takut," kata Rallisa.
"***pelayanan pun datang mengantar makan dan menatanya di atas meja.
"Rallisa pun memesan makanya.
Mereka semua pun menikmati makan mereka, 15 menit kemudian pesanan Rallisa pun datang.
Rallisa pun makan dengan lahap dan diam.
"Kamu belum makan berapa hari makannya tergesa-gesa dan kaya orang kelaparan?" tanya Rian.
__ADS_1
"Satu bulan ," kata Rallisa ketus.
"Pantas aja kaya kelaparan," kata Rian.
"Dari pada kamu makan anggun kaya seorang gadis," kata Rallisa.
"Itu cara orang makan yang sopan ," kata Rian.
"Sopan dari mananya, malah kaya banci," kata Rallisa.
"Kamu ni benar-benar ya jadi orang, lama-kelamaan aku hanyut kau di sungai," kata Rian.
"Enak aja," kata Rallisa.
"Papah sama Tante gak bisa diam apa, sampai pusing kepala aku dari tadi dengar kalian ribut terus ," kata Aira.
"Papah mu tu yang dulu," kata Rallisa.
"Enak aja kamu yang dulu," kata Rian.
"Diam," kata Aira marah.
"Papah sama Tante sama aja gak ada yang ngalah tau gak," kata Aira.
"Iya benar, papah sama Tante tu kaya anak kecil aja gak malu apa sama-sama kita?" tanya Ali.
"Bian lin meleka libut, ka Aila dan ka oli," kata Kanaya.
"Malu dong de, kalau di lihat orang," kata Aira.
Rian dan Rallisa pun diam tak berani berbicara .
"Makanya mas, ribut mu gak malu sama umur udah tua anak aja udah banyak tapi ribut mu," kata Mita.
"Kamu ni bukan belanya mas malah memojok kan mas, nanti sic bocil bisa besar kepala," kata Rian.
"Udah cukup mas, jangan mulai lagi," kata Mita.
30 menit kemudian mereka pun selesai makan, selesai membayar makan mereka pun menuju mobil dan melanjutkan perjalan.
Di dalam mobil sunyi tak ada yang bicara, Aira dan Kenaya tidur, Ali main permain di hpnya, Rallisa membaca novel di hpnya, kalau Mita main hp, kalau Rian Fulus lihat jalan, ya kali tidur, nanti bikin nabrak aja.
6 jam menempuh perjalanan, akhirnya mereka pun sampai di kecematan pujon, kampung halaman.
Mereka semua pun turun dari mobil, Rian pun membuka begasi mobil dan mengeluarkan koper mereka, Aira menarik kopernya, Ali apa lagi gak mau diam, kalau punya Kanaya tas kecil aja karena disini banyak bajunya.
"Lisa koper kamu siapa yang bawa," kata Rian.
"Maaf bang, lupa," kata Rallisa.
"Lupa pala mu peyang, bilang aja segaja," kata Rian.
"Abang perhitungan bangat," kata Rallisa.
"Apa kamu buta liat semua pada narik koper nya sendiri, kamu apa kelabihannya," kata Rian.
__ADS_1
@@@@@@
Maaf ya Teman-teman kalau tulisan aktor amburadul dan ada yang gak bisa bacanya, karena Aktor baru belajar menulis, dan maaf bahasa Indonesianya gak Pasih dan gak gaul, karena aktor bukan orang gaul***.