
***karena masalah itu yang membuat Herman menjadi takut kepada wanita cantik dan seksi.
Tapi berbeda dengan Rallisa, meski mereka berdua saling bertengkar cuma Lisa satunya-satunya gadis yang berani mendekatinya dan dia nyaman bersama Rallisa, walau ujung-ujungnya mereka berdua bertengkar bila bertemu.
Teruma adalah semacam penyakit lama yang bisa datang tiba-tiba bila ada pemicunya.
Karena masalah ini lah yang membuat Herman menutup diri dengan wanita, dia takut kejadian 6 tahun yang lalu terulang lagi bila dia mendekati wanita. cuma kakaknya Hesti, mamah dan adiknya Hanatasa yang bisa mendekati dia.
"Aku bersyukur berkat Rallisa, teruma Herman berasur -ansur baik," kata Hesti.
"Semoga saja Lisa menjadi jodoh Herman ," kata Mita.
"Benar Tu, dari pada gadis di luar sana yang banyak cuma mempaat kekayaan dan ketampanan adek aku saja ," kata Hesti .
"Betul tu," kata Mita.
Di lain tempat, di rumah sakit Lisa menunggu Ibunya Mita di periksa dokter, karena yang tadi wanita muda yang masuk jadi aga lama, karena banyak sekali keluhan wanita itu supaya dekat dengan Herman.
"Nak, apa benar dokter nya baru, ganteng dan tinggi," kata Ibu yang dekat sebelah Lisa.
"Lisa gak tau Bu," kata Rallisa.
"Kok kamu kan gadis muda, banyak anak muda kesini buat berobat agar bisa di periksa dokter muda itu," kata Ini itu lagi.
"Gak tau kok Bu," kata Rallisa.
"Apa jangan-jangan kamu mau periksa bohongan juga supaya dapat di periksa dokter muda itu," kata Ibu itu lagi.
"Maaf Bu , dia mengantar saya sakit tak ada hubungannya dengan dokter baru," kata Bu Santi marah.
"Utung aja, jadi anak aku gak banyak saingan," kata Ibu itu.
"Siapa juga yang mau berlomba mendapatkan cinta dokter itu, amit-amit sampai aku jatuh cinta," kata Rallisa.
"Jangan sesumbar nanti kamu jatuh cinta," kata Anak gadis perempuan itu.
"Oh ya, " kata Rallisa.
__ADS_1
"Kenapa ruang dokter lama sekali ," batin Rallisa lagi.
Paisen itu pun keluar dan di ganti oleh no urut Rallisa dan Bu Susanti.
"Bu Susanti ," kata Suster.
"Yuk Tan, masuk," kata
Rallisa.
"Yuk nak," kata Ibu Santi.
Ketika masuk ruangan, Rallisa pun terkejut karena dokter yang di idolakan oleh kaung ibu-ibu dan Cewek-cewek adalah Herman.
"Luo nak Herman ni dokter nya yang terus di omongi," kata Bu Santi.
"Biar aja Bu," kata Herman.
"Pantas aja banyak cewek ke sini berobat dia tebar pesona," kata Rallisa merutuk.
"Aku dengar lah Mak Lampir," kata Herman.
"Orang gateng, banyak fans tau," kata Herman.
"Terserah kamu cepat periksa Bu Santi, bukan debat dengan aku," kata Lisa.
Setelah selesai meriksa Bu Santi , Heram pun meresep obat buat Bu Santi .
Ralisa melihatnya obat jantung itu.
"Ada satu yang ketinggalan obatnya," kata Rallisa.
"Maaf aktor gak tau obat jantung obatnya....," kata Rallisa.
"Kok kamu bisa tau obat jantung," kata Herman.
"Karena aku seorang dokter juga ," kata Rallisa
__ADS_1
"Oh tapi sayang Obat itu tak ada di d
sini," kata Herman.
"Oh gitu, ayu Bu , kita pulang ," kata Rallisa.
"Yuk nak," kata Bu Santi .
"Gadis ini imut dan lucu, sederhana, tak sombong dan penyayang," batin Herman.
Tak terasa seharian di rumah sakit akhirnya diapun pulang kerumahnya. Sesampai dirumah Herman pun menyimpan sepatu di rak sepatu.
"Gimana de, kerjanya?" tanya Hesti.
"Senang ka," kata Herman.
" Tapi ada juga yang menyedihkan aku terus bertemu dengan gadis ka yang musuh bebuyutan Herman ka," kata Herman.
"Sabar kau jangan terus bertengkar," kata Hesti.
"Bukan sabar malah bikin emosi ," kata Herman.
" udah kamu mandi dulu," kata Hesti.
"Iy kakak Ku sayang", kata Herman.
Apakah kau selalu seperti itu bila ada pedamping mu .
Cinta itu sakral, bukan Kerena ***** semata tapi saling mencintai.
Hermanto Kristian prabowo.
Cinta adalah obat segala penyakit, bila kau menuntut untuk setia tak mungkin menolaknya
__ADS_1
Rallisa Atma Wijaya***.