
Selesai jalan-jalan mereka pun pulang kerumah. Sesampai di rumah, semua masuk kamar untuk mandi.
"Mah besok pah, berangkat ke bohut ," kata Rian.
"Jam berapa pah, dan kami semua ikut kepujon kah pah?" tanya Mita.
"Mah ada yang pah omongin sama mah,"kata Rian.
"Pah mau kita tinggal di kota aja, dan kafe mah nanti biar Hesti yang urus dan mah Fukos sama keluarga aja," kata Rian.
"Tapi Pah itu kafe mah yang rintis pah dan mamah mau ngurusnya," kata Mita.
"Kalau kita di Pujon gimana anak-anak sekolah mah, kamu tau kan mamah udah tua gak kuat ngurus mereka, Rallisa gak netap," kata Rian.
"Mas Rian ada benar nya juga, tapi itu usaha aku," batin Mita.
"Mamah bisa buka kafe di sini kok, asal anak ada yang ngurus," kata Rian.
"Boleh, tapi aku harus ikut besok anak-anak juga sekolah dari rumah juga," kata Mita.
"Oke lah gitu, tapi bila anak-anak udah aktip kita harus tinggal di sini," kata Rian.
"Iya, tapi rumah sendiri mas, aku mau mendiri tak mau tergantung sama orang tua," kata Mita.
"Iya sayang," kata Rian.
*****
Malam pun tiba mereka semua pun berkumpul di meja makan buat makan, iyalah masa main petak umpat gak mungkin kan.
"Mah Rian mau bicara," kata Rian.
"Nanti aja selesaikan makan mu dulu," kata Bu Alma.
Setelah selesai makan Mita dan Rallisa cuci piring.
"De kami besok pulang ke Pujon ," kata Mita.
"Aira dan Ali ikut kah ka?" tanya Rallisa.
"Ikut lah de, mereka kan anak ku," kata Mita.
"Aku juga ikut dong ka," kata Rallisa.
" Luo mamah gimana ," kata Mita.
"Kan ada Ayu nemanin mamah," kata Rallisa.
"Ya udah kamu izin dulu sama mah," kata Mita.
Selesai cuci piring mereka berdua pun keruang keluarga.
" Mah Lisa besok ikut ka ke Pujon," kata Rallisa.
__ADS_1
"Lou de, mamah gimana?" tanya Rian.
"Kan ada ka Ayu, ka," kata Rallisa.
"Kami gak lama kok de, kasian mamah," kata Rian.
"Gak mau, pokoknya Lisa ikut," kata Rallisa.
"Yaudah kamu ikut aja besok, siapa tau kamu jadi dewasa disana," kata Bu Alma.
"Apa aku masih anak mah, kan udah dewasa sekarang," kata Rallisa.
"Emang tubuh dan pendidikan dewasa tapi Kela
kuan anak kecil ," kata Rian.
"Ka, kata Rallisa melempar bantal sofa ke muka Rian.
"Udah--udah, sana kamu tidur besok kamu terlambat bangun, bisa di tinggal Kakak kamu," kata Bu Alma.
"Anak-anak ayo masuk tidur besok kita mau kepujon, pada mau ikut gak?" tanya Mita.
"Aku itut mah atengen tenen, takek," kata Kanaya.
"Aku juga mah, aku gak mau pisah dari maamh, papah," kata Ali.
"Aku juga mamah, aku mau ikut siapa tau di sana banyak cowok keren, kata Tante Rallisa," kata Aira.
"Kan biru Tante, pah," kata Aira.
"Tante kamu tu gak baik di turuti ," kata Rian.
"Enak aja bilang gak baik, gini-gini keponakan aku generasi maju, jadi pilih cowok harus ganteng juga dan keren," kata Rallisa.
"Sebelum kau pilih buat anak aku, cepat pilih buat kamu, nanti ketuaan kamu, nanti gak laku," kata Rian.
"Enak aja kamu ni," kata Rallisa.
"Sudah-sudah mah, aku keatas dulu ngatar anak-anak ya," kata Mita.
"Ya nak," kata Bu Alma.
Mita membawa anak-anak keatas, Kanaya dan Aira satu kamar dan Ali sendiri.
Rian ke kamar Ali buat bercerita, Mita ke kamar dua putrinya.
Mereka berdua selalu kompak memberikan waktu dan kasih sayang kepada putra putri mereka berdua.
Setelah semua tidur mereka berdua pun menuju kamar milik mereka berdua.
setelah sampai kamar Mita pun keruang ganti meganti baju tidur dengan gaun tidurnya.
"Mah kita harus berangkat jam 4 besok," kata Rian.
__ADS_1
"Kenapa Pah?" tanya Mita.
"Pah ada Miring jam 12 siang dan kita menghidar biar Lisa gak ikut, kasian mamah," kata Rian.
"Terserah papah aja deh," kata Mita.
"**Iya mah, pah gak mau mah di tinggal sendiri, meski ada Ayu," kata Rian.
"Pah ka Ayu tu, gak ada suami kah?" tanya Mita.
"Gak ada dia dulu sempat mau nikah tapi di tinggal calon suami, jadi dia sendiri yang hidupin anaknya," kata Rian.
"Jadi ka Ayu singgel perent mas?" tanya Mita.
"Bisa Iya, bisa juga gak ," kata Rian.
"Udah malam kita tidur ," kata Mita.
"Eit tunggu dulu, kan mas lama di Buhot mas minta jatah malam ini 3 ronde," kata Rian.
"Apa masih kuat mas," kata Mita.
"Jagan kau remehkan suami Muh sayang, biar 30 tahun umur aku, kali urusan ranjang masih oke," kata Rian.
Mereka berdua pun melakukan hubungan itu Salang membagi dan memberikan, jam 1 pagi baru mereka berdua berhenti.
"Mas cape tau," kata Mita.
"Gak apa-apa lah sayang, kan lama kita gak bertemu, kan jadi rindu," kata Rian.
Akhirnya mereka berdua pun tidur, baru 2 jam tidur sayup-sayup terdegar suara Azan magrib.
" Mah, bangun segra mandi buat siap-siap ," kata Rian.
Mita pun ke kamar mandi buat mandi, Rian kekamar anak-anak, untuk membangun mereka semua.
Kelihatan di wajah anak-anak tak rela di banguni pagi-pagi tapi apa daya dia harus mengejar waktu.
Setelah semua selesai mereka pun turun kebawah membawa koper mereka, Rian pun membawa koper ke begasi mobil.
"udah siap semua," kata Rian.
"Siap cuma Tante Lisa aja yang belum," kata Aira.
"Biar aja dia kita tinggal, biar ada yang jaga nenek," kata Rian.
"Enak aja main tinggal aja," kata Rallisa.
"Kok udah bangun," kata Rian.
"Udah lah dari jam satu, masukin baju ke koper habis itu mandi, aku tau Kaka mau pagi-pagi berangkat buat ninggalin aku ," kata Rallisa.
"Mau menghindar malah gak bisa," kata Rian**.
__ADS_1