
"Aira pun pergi kedapur dan melihat kamar pembantu, ada dua kamar di dapur, dia pun memasang Cctv mini di dekat lemari yang menghadap ranjang, setelah selesai dia pun ke kamar sebelah nya dan memasang nya pula.
Setelah semua selesai, dia pun pergi ke meja makan menyimpan Cctv di Meja makan di tempat sendok.
Setelah selesai semua dia pura-pura menggambil air minum fi kulkas, di dalam kulkas masih banyak makan, di tempat cuci piring banyak piring berserakan dan perabot.
"Bibi," kata Aira teriak.
tak ada sahutan, dia pun geram dan menuju ruang tamu.
"Bi Dahlia dan Bi Denia, tolong cuci piring dan masak kami makanan, karena di rumah, selalu ada bunda yang menyiapkan kami makan," kata Aira.
"Anak manja sekali, mau makan aja orang lain yang masak," sungut Dahlia .
"Apa anda mau jadi gembel atau menurut perkataan saya," kata Aira.
"Tapi," kata Dahlia.
"Tak ada tapian, cepat kerja kan, aku udah lapar," kata Lisa.
" Dan ingat jangan terlalu banyak garam, Oma ada penyakit darah tinggi," kata Aira.
"Mas gimana aku kan gak bisa masak ," kata Dahlia.
"Di coba dulu sayang," kata Rian.
"Kasian sekali kau Ayah, makan aja udah gak sehat, selalu makan makanan yang goolfot ," kata Aira.
"Iya, kalau di rumah manja sekali, kalau gak bunda sediaan buat Ayah akan marah sama bunda, di sini mana, istri gak bisa masak Ayah dengan lemah lembut mendukungnya," kata Ali.
"Ai, Al ingat ini mamah kalian juga," kata Rian.
"Ugah memiliki mamah kaya onde-ondel gitu, muka aja di kasih pupur tebal, di tambah lagi di kasih pipi warna merah tebal, lipstik kaya merah cabe, beda jauh lah dari bunda aku," kata Aira.
"Iya-iya lah bunda kalian kan gak cantik, ini adalah alat kecantikan model baru," kata Dahlia.
"Cantik dari mana nya, kamu gak ada bedanya dari saudara kamu yang di kebun binatang," kata Aira.
"Saudara aku yang mana kan aku anak tunggal," kata Dahlia.
"Monyet," kata Aira.
"Jangan sama kan aku sama monyet, tau gak orang cantik begini," kata Dahlia.
"Delman dengar lah baik-baik kalau kamu cantik tak mungkin kamu merebut suami orang kan," kata Aira.
"Nama aku Dahlia bukan Delman," kata Dahlai sengit.
"Maaf lupa," kata Dahlia.
"Nenek, tolong cuci piring ya," kata Aira lembut.
"Maaf aku bukan pembantu," kata Denia.
__ADS_1
"Jadi nenek mau jadi apa, mau jadi pemulung atau pengemis," kata Aira.
"Gak lah kan ini rumah ku,' kata Denia.
"Maaf nenek Ubur-ubur di sini pemilik rumahnya aku," kata Aira.
"Karena kamu pencurian aja," kata Denia.
"Maaf aku tak pernah mencuri ," kata Aira.
"Allah-lah cantik-cantik kerjaaannya mencuri," kata Denia.
"Samsul," teriak Aira.
"Iya non," tolong usir mereka," kata Aira.
"Jangan Ai, jangan usir Ayah," kata Rian.
" Ingat kalian di sini pembantu," kata Aira.
" ibu, Dah, tolong turuti kata mereka, apa salahnya membersihkan rumah dan memasak," kata Rian.
"Emang memasak tu enak kata kamu, perlu tenaga dan semua tangan kotor," kata Dahlia.
"Soal tangan bisa di cuci," kata Rian membujuk.
"Tapi kuku ku bisa patah," kata Dahlia.
"Ai, Oma mau beristirahat dulu," kata Oma.
"Nanti dulu Oma, Ai suruh mereka menganti Alas kasur yang mereka pakai," kata Aira.
"Tolong bersihkan Las kasur yang kalian pakai dan ingat di ganti, Oma ku mau beristirahat ," kata Aira.
"Iya ," kata Dahlia.
"Ingat manggil aku Nyonya, bukan nama," kata Aira.
"Iya, nyonya," kata Dahlia dan pergi ke kamar yang dulu dia dan Rian tempati.
"Kamu, cepat ke dapur buat cuci piring dan perabot," kata Aira.
"Oma berapa hari di sini?" tanya Aira.
" Mungkin Oma di sini, bersama mu karean di rumah lama Oma sendiri, bunda mu dulu pernah ngajak Oma tinggal bersama kalian, tapi Oma pikir terlalu banyak yang bunda mu urus," kata Oma.
"Kalau gitu, Oma tinggal disini bersama Ai, tapi kita minta izin bunda dulu," kata Aira.
"Iya , cucu ku," kata Oma Meli.
"Kalau kamu bang, di mana tinggalnya?" tanya Aira.
" Aku tinggal sama bunda aja, aku gak bisa jauh dari bunda dan 2 adik kita," kata Ali.
__ADS_1
"Yaudah ," kata Ai.
" Sudah siap tempat tidurnya," kata Dahlia ketus.
"Ini lah, aku tak suka dari orang lain, kalau Mita tak pernah bicara ketus, atau marah dengan ku, bahkan sakit pun dia telaten mengurus aku dari anak-anak aku," kata Oma.
"Jadi kau dan menantu ku, jauh berbeda bagai kan langit dan bumi," kata Oma lagi.
"Iyalah Oma, makanya kami tak mau merubah atau mau Ibu yang baru, karena bunda tak pernah mengeluh atau marah kepada kami meski kami dalam keadaan nakal," kata Aira.
" Dia baik kan paling di muka kalian belum tentu di belakang kalian," kata Dahlia.
" Bunda bukan ular yang berbisa dan dua kepala, dia permata yang ternilai harganya, dari batu kerikil," kata Aira.
"Sudah, kamu pergi masak sana," kata Lisa.
"Iya dari tadi juga, gak tau apa udah lapar," kata Ali.
" Aku mau Ayam goreng kecap," kata Aira.
"Aku mau, Ayam goreng crispy," kata Ali.
" aku mau Rendang," kata Lisa.
"Kalau Oma apa ?" tanya Aira.
" Capcay," kata Oma Meli.
"Ingat itu semua," kata Aira.
"Baik," kata Dahlia dan pergi ke dapur dan di ikuti oleh Rian.
Setelah mereka semua pergi, Aira pun menyuruh Ali memasang Cctv Mini di ruang tamu dan depan rumah, Tante Lisa di kamar yang dulu di pakai Denia, Aira ke kamar yang tempat Omanya beristirahat.
Setelah semua selesai mereka pun menyetel Cctv dari hp dan leptop Aira .
Di dapur Dahlia marah-marah dengan Rian.
"Anak, adik dan ibu mu benar- benar menyiksa mas," kata Dahlia.
"Mereka semua seperti itu di rumah, Aira suka Ayam kecap, Ali ayam crispy, Anaya oseng kangkung dan capcay dan yang bungsu suka Rendang dan Ikan bakar," kata Rian.
"Tapi mereka tau di sini tak ada yang masak buat mereka di sana kan ada pembantu," akta Dahlia.
"Jangan salah di sana tak ada siapa-siapa yang membersihkan rumah dan memasak adalah Mita, karena dia tak mau cari pembantu," akta Rian.
"Alah, wanita sebodoh dan sejelek dia pantas ku jadi pembantu," kata Dahlia.
"Eh, jangan gitu de, dia tetap istri ku," kata Rian.
"kalau aja aku tak mau rumah, mobil dan perhiasan ku kembali, mana mau aku masih disini , kau juga udah ku tendang mas," akta Dahlia.
Maaf ya gak banyak update soalnya jaringan tak mendukung.
__ADS_1