Kau Akan Menyesal

Kau Akan Menyesal
Kedatangan Teresia


__ADS_3

"Gimana anak-anak gak takut kalau Ibu teriak begitu," kata Mita.


"Kamu menantu tak ada gunanya baru Setahun aja sudah gatal apalagi kalau seperti Ibu ni janda 12 tahun ," kata Bu Siska.


"Manusia tak sama Bu," kata Mita.


"Paling suami kamu tukang bersih-bersih jalan, penampilan aja biasa," kata Ibu lagi.


"Meski dia tukang sapu jalan tapi dia baik, uang gak pelit dan yang utama dia setia, bukan seperti anak Ibu, uang di kasih seratus ribu buat sebulan," kata Mita tegas.


"Mana ada suami tukang sapu bisa mem biaya hidup mu serba mewah," kata Ibu Mantan mertua ku.


"Pah ku bukan seorang sapu jalan, pah ku seorang CEO," kata Aira tegas.


"Eh anak kecil mana tau kamu, CEO atau sapu jalan," kata Bu Siska.


Di tengah keributan itu datang lah Ariya dan Kanaya.


"Ada apa ribut-ribut dirumah kami," kata Ariya " Apa Ibu behutang lagi ?" tanya Ariya.


"Tidak," kata Ibu.


"Mita, kamu sama siapa?" tanya Ariya.


"Perkenalkan saya calon suami Mita," kata Rian.


"Mita, kenapa jadi begini kita bercerai pun belum kembali lah pada ku," kata Ariya.


"Siapa bilang, surat perceraian sudah keluar dan ini surat nya," kata Mita.


"Jagan tinggalkan aku Mita aku masih sayang kamu," kata Ariya.


"Ayo mas, kita berangkat," kata Mita.


"Mita, Kanaya jagan tinggal kan pah nak," kata Ariya.


"Mah ciapa cih om tu, teliak ilang aku anaknya," kata si cadel Kanaya.


"Orang gila," kata Mita singkat.


"Kenapa kamu gak mau kembali sama mantan mu, kan dia masih sayang sama kamu," kata Rian ketus dan dingin.


"Kenapa lagi degan ni orang," batin Mita.


"Kenapa Pah, marah degan Tante," kata Aira.


"Siapa yang marah, gak ada kok ," kata Rian mengelak.


"Apa jagan-jagan pah cemburu ka," kata Ali.


Kami semua pun tertawa melihat wajah mas Rian yang merah padam kaya tomat, di ledek kedua anaknya.


"Siapa juga yang cemburu jangan gada-gada ," kata Mas Rian.


"Gak ngaku lagi ni pah," kata Aira.


"Pah lapar," kata Ali.


"Ya udah kita ke restoran dulu buat makan," kata Rian.


Setelah sampai restoran kami pun memesan makan masing-masing.


" Mas aku mau ketoilet dulu," kata Mita.


"Silakan, kata Rian.


Mita pun pergi ke toilet dan menutas kan panggilan alam. setelah selesai cuci tagan dan keluar menuju ke tempat Rian dan anak-anak duduk.

__ADS_1


"Mas biar aku saja yang suap Kanaya ," kata Mita.


"Gak apa-apa, kamu makan aja ," kata Rian.


"Pah Ali juga mau pah suap," kata Ali.


"Kalau Tante suapin boleh gak," kata Mita.


"Boleh Tante dari kecil Ali gak pernah di suapin mamah, karena mamah Ali di surga," kata Ali.


"Mulai sekarang Aku boleh manggil Tante degan sebut mamah ," kata Mita.


"Iya tante, eh Mamah," kata Ali salah.


"Tante, aku juga boleh manggil mamah," kata Aira.


"Boleh dong siapa yang larang," kata Mita.


Rian merasa bahagia anak-anak bisa lengket dan menerima Mita sebagai gantinya.


Selesai makan mereka pun menuju kasir buat bayar makan ya masa bayar baju kan.


Semua beres mereka pun berangkat ke mol. sesampai di mol mereka pun memilih permainan masing-masing, Ali dan Kanaya memilih mandi bola dan Aira memilih naik mobil-mobilan.


Mita menjaga Ali dan Kanaya, Rian menjaga Aira. Anak-anak bermain degan gembira dan tanpa lelah. 3 jam telah berlalu akhirnya mereka pun menyudahi main, mereka meminta belikan Es krim.


"Mamah, Ali mau Es krim," kata Ali.


"Yuk, kesana," kata Rian.


"Mereka pun memesan es krim 3 , cafe cino 2 .


Setelah selesai santai mereka pun pulang.


Didalam perjalan anak-anak semua tidur.


"Aku tak ingin di lamar mas," kata Rian.


"Tapi kenapa, apa aku belum cukup buktiin ke kamu," kata Rian dingin.


" Belum selesai ngomong di potong terus, kata Mita.


"lalu gimana hah ," kata Rian marah.


"Mas, jangan nyaring bagun anak-anak," kata Mita.


Rian cuma mendeguss mendegar perkataan Mita, perjalan mereka selama 5 bulan ini tiada hasilnya, malah kecewa.


Melihat Rian diam, Mita pun membuka suaranya.


^^^"Maksud ku, gak usah di lamar kan aku sudah punya anak, apalagi kamu , kita naik ke pelaminan saja begitu mas," kata Mita.^^^


"Oh begitu, kata Rian.


"Kalau di lamar aku malu mas," kata Mita.


"Oke, besok kita ngurus Foto Farweding dan udangnya," kata Rian.


"Kok cepat mas?" tanya Mita.


"Lebih cepat lebih baik," kata Rian.


Tak lama kemudian mereka pun sampai di rumah. Mita pun membangun Aira degan lembut, kalau Ali ada Pahnya yang gedong.


"Aira, Bagun nak sudah sampai," kata Mita.


"Sudah sampai mah," kata Aira.

__ADS_1


"Iya Sayang," kata Mita.


"Mereka pun turun dari mobil Aira berjalan, Ali digendong Pahnya dan Kanaya di gedong mamahnya.


Setelah anak-anak tidur degan aman, Mita pun kedapur buat masak makan malam.


"Masak apa sayang," kata Rian.


"Ni masak tumbuk daun singkong, goreng ikan sama capcay," kata Mita.


30 menit berkutat di dapur semua masakan jadi juga. Mita pun kekamar buat mandi, setelah selesai mandi dia pun meyisir rambutnya setelah semua selesai, dia pun keruang keluarga untuk membangun anak-anaknya.


"Ka, bagun udah mau magrib ni, mandi dulu baru makan, kata Mita halus, selesai membangun Aira dia membangun Ali.


"Bang bagun udah sore ni mau magrib," kata Mita.


"Udah mau malam ya mah?" tanya Ali.


"Iya sayang cepat mandi, Pemali tidur sampai magrib," kata Mita, Setelah selesai dengan yang besar, dia beralih degan si kecil.


"Kanaya Bagun nak, kalau gak Bagun mah tinggal," kata Mita, anaknya ini tipenya susah bagun.


Setelah selesai membangun semua Mita pergi kedapur menyiapkan makan malam bersama bibi Iyem.


"Setelah semua selesai satu persatu orang datang keruang makan, di depan terdengar suara bel berbunyi, Bu Iyem yang mendegar nya cepat kedepan setelah pintu di buka ada suara orang yang nyaring sekali.


"Hai mas Rian, udah lama gak ketemu ya," kata seorang.


Semua mata menuju arah suara itu termasuk Mita, disana ada gadis yang memakai tantop, celana jeans pendek sepaha dan rambut di ikat memperlihat leher jenjangnya.


"Teresia," kata Rian tergagap.


"Iya mas, ini aku datang buat jadi Ibu-ibu anak dari Almarhum dari ka Tasya," kata Teresia.


"Tak perlu, aku ada menantu yang punya harga diri, dan masih sopan berpakaian kata Bu Alma.


"Tante apa-apa sic, masih berhak aku atas anak-anak aku kan tantenya," kata Teresia.


Teresia pun maju mendekat Rian, dan mencium bibir Rian, Mita pun cepat menutup mata Kanaya dan Ali.


Rian pun mendorong Teresia.


"Apa-apaan kamu, dasar Wanita murah," kata Bu Alma Lagi.


"Keluar kamu dari rumah ini," kata Rian tegas dan dingin.


"Aku masih punya hak karena ini rumah mendiang kaka ku bukan dia yang datang di saat enak aja," kata Teresia.


"Teresia cukup kau menghina calon istri ku," kata Rian.


Bukanya pergi Teresia malah mendudu kan dirinya dekat Aira.


"Aira sayang Aunti kangen sama kalian," kata Teresia.


"Gak mau lepas kan saya," kata Aira.


"Bukan melepas malah dia mencekam tagan Aira biar tetap duduk bersama nya.


"Lepas tangan mu dari putri ku, kau telah menyakitinya," kata Mita latang.


"Putri mu sejak kapan," kata Tersia.


"Sejak aku menjalan hubugan degan papahnya," kata Mita.


Konflik semakin menjadi pertengkaran mulut tak di hindar lagi, Teresia tak rela Rian jatuh ke tagan orang lain, dulu Rian masih bersama mendiang kakanya dia pun sering menggoda Rian tapi Rian tipe setia.


mau tau kelanjutannya, ikut terus kelanjutan.

__ADS_1


__ADS_2