Kau Akan Menyesal

Kau Akan Menyesal
Mengunjung kafe.


__ADS_3

"Apa kamu kenal sama Herman, Lis?" tanya Mita.


"Gak, kenal," kata Rallisa ketus.


" Luo tadi apa, katanya kangen?" tanya Mita lagi.


"Nanya doang ka, siapa tau dia kangen *dengan kecantikan saya," kata Rallisa.


"Cantik dari mananya, dari Hongkong," kata Herman mengerutuk.


" Eh Bambang gak usah ngomel gitu, ngaku aaj aku cantik," kata Rallisa.


"Ngaku buat apa, kalau jelek aja, gak usah ngaku cantik," kata Herman.


"kamu ini benar-benar ya mau ngajak ribut terus," kata Rallisa.


"Siapa juga yang ngajak ribut, kamu tu datang-datang gak tau di utung, mana tempat tinggal sini lagi, apa jangan kamu nyasar," kata Herman.


"Nyasar pala luo Bambang ," kata Rallisa.


"Terus kamu ngapain di rumah ka Mita?" tanya Herman.


"Ka Mita tu, Ipar aku Bambang," kata Rallisa.


"Oh gitu ya", kata Bambang.


"Makanya jangan sok tau ," kata Rallisa.


"Siapa yang sok tau," kata Herman.


"Tadi," kata Rallisa.


"Udah cukup, kalian berdua gak malu apa di dengar orang," kata Mita.


"Maaf kakak Ipar ," kata Rallisa.


"Iya ka maaf," kata Herman.


"Heran aja mah sama Tante dan om kalau ketemu pasti ribut Mulu," kata Aira.


"Kata orang neng, kalau ribut mulu akan jodoh, karena benci dan cinta beda tipis ," kata Manang yang jual es.


"Gak mungkin mang aku bisa jodoh dengan dia yang gak ada akhlak dan bikin tensi naik," kata Rallisa.


"Siapa juga yang mau sama kamu yang bikin panuan ," kata Herman.


"Kamu yang mungkin panuan, kau aku gak,' kata Rallisa.


"Enak aja, badan aku bersih tau hilang jauh dari kata panuan," kata Rallisa.


"Mulai lagi ributnya," kata Aira.


"Kalau kalian terus ribut, aku datangin pa RT," kata Mita.


"Buat apa Ka?" tanya Rallisa.


"Buat ndapatarin kalian ke gereja, buat kalaian Nikah," kata Mita.


"Gak ogah ka," kata Rallisa.


"Aku gak mau ka, aku mau sukses dulu," kata Herman.


"Kalau suskes baru melamar ," kata Mita.


"Iya ka," kata Herman.


"Enak aja mau melamar aku," kata Rallisa.


"Siapa juga yang mau lamar kamu," kata Herman.


"Tadi," kata Rallisa.

__ADS_1


"Aku akan melamar kekasih aku yang aku cinta dan aku sayang bukan kamu," kata Herman.


"Syukur deh jadi aku bisa mencari cowok keren dari kamu," kata Rallisa.


"Silakan siapa yang melarang," kata Herman.


"Udah,jangan bertengkar terus, Lisa kamu masuk, dan Herman kamu pulang kalau kalian terus ribut bisa pecah kepala ku," kata Mita.


"Ya ka, aku pulang dulu," kata Herman.


"Iya hati-hati di jalan," kata. Mita.


"Iya ka," kata Herman.


Mita pun masuk rumah dan pergi menuju dapur, untuk memasak dia bingung dengan adik iparnya yang tak bisa akur dengan Herman.


Satu jam memasak akhirnya selesai semua, Mita pun pergi kekamar buat ambil pakai ganti dan menuju kamar mandi.


setelah selesai dengan mandinya, dia pun menuju ruang makan dan menata semua makan jam menuju jam 18 malam, dia pun memanggil semua orang untuk makan.


"Setelah semua selesai makan, dia dan Lisa pun membersihkan meja makan dan Mencuci piring.


setelah semua selesai, Rallisa pun menuju kamar untuk tidur dan Mita keruang keluarga menuju Ayah dan Ibunya.


"Ayah,Ibu, Mita mau bicara," kata Mita.


"Bicara apa nak," kata Pak Rusdi.


"Mita mau minta izin yah," kata Mita.


"Mau izin apa tu nak," kata Bu Meli.


"Mita dan mas Rian mau netap di kota Bu, Yah," kata Mita.


"Oh itu, Ibu dan Ayah terserah kamu aja tu nak, yang menjalani kehidupan kamu bukan Ayah sama Ibu", kata Bu Meli.


"Tapi perlu juga aku minta izin Bu, kan kalian di rumah sendiri aja, Maya ada rumahnya sendiri," kata Mita.


"Iya Yah, tapi tetap aja Mita sedih meninggalkan kalian berdua," kata Mita.


"Inggat nak, kamu udah menjadi milik suami mu, tapi inggat bila di menyakitimu pulang lah pintu rumah kami selalu terbuka," kata Pak Rusdi.


"Iya yah, Mita ke kamar dulu Yah mau tidur, besok mau ketoko dan ke kafe," kata Mita.


"Silakan nak," kata Bu Meli.


Di dalam kamar Mita pun merebah dirinya di kasur, dia pun melihat wajah polos anak-anak nya, kalian adalah cahaya pelita Papah dan Mamah Nak ," batin Mita. Tiba-tiba Hp Mita berdering, tertera nomor suaminya.


"Halo kenapa Pah," kata Mita.


"Kangen mah," kata Rian manja.


"Baru berapa jam," kata Mita.


"Namanya kangen gak tau satu jam mah," kata Rian.


"Iya pah hah, gak usah teriak juga mah udah dengar kok," kata Mita.


"Yaudah, mah bobo sana, besok kan mau kekafe ," kata Rian.


"Oke pah sayang, ILoVe YUO ," kata Mita.


"ILOVE TOO mah, cayang," kata Rian.


Mita pun tidur setelah sambungan hp di matikan.


@@@@@@


Pagi harinya Mita pun terbagun tapi terlambat, jam menuju kan jam 6 pagi.


"Oh aku terlambat bangun," kata Mita.

__ADS_1


"Mah, baru bangun ?" tanya Aira.


"Iya nak, banguni Ade mu, buat mandi nak," kata Mita.


"Iya mah," kata Aira.


Mita pun bangun dari tempat tidur menuju kamar mandi dan mencuci muka, setelah selesai dia menuju dapur dia melihat Lisa masak serapan.


"Tumben ni anak masak," batin Mita.


"Kamu masak apa de?" tanya Mita.


"Masak nasi goreng ka," kata Rallisa.


"Oh, boleh Kaka bantu," kata Mita.


"Gak usah ka," kata Ralisa.


"Ya udah deh ka bikin teh dulu," kata Mita.


"Iya ka," kata Rallisa.


Tiba-tiba datang Aira.


"Tumben Tante masak biasanya nenek atau mamah yang masak," kata Aira..


"Tante kan mau belajar masak Ai," kata Rallisa.


" Awas aja nanti masakan Tante gak enak," kata Aira.


"Aira gak boleh gitu," kata Mita.


"Iya mah," kata Aira.


Setelah semua selesai Rallisa pun kekamar mandi buat mandi. tiba-tiba Hp Mita berdering.


"Siapa telpon mah?" tanya Aira.


"pah," kata Mita.


"Kok pah, pagi-pagi udah nelpon?" tanya Aira.


"Gak tau juga nak," kata Mita.


"Halo kenapa Pah?" tanya Mita.


"Mah jadi ke cafe?" tanya Rian.


"Jadi pah," kata Rian.


"Yaudah jangan lupa serapan," kata Rian.


"Iya pah juga jangan lupa serapan," kata Mita.


"Iya mah, anak-anak gimana kabarnya?" tanya Rian.


"Baik kok pah," kata Mita.


"Utung lah mah, mereka gak cerewet kah," kata Rian


"Gak kok pah," kata Mita.


"Ya udah mah, pah mau berangkat kerja dulu," kata Rian.


"Sialakan pah," kata Mita.


Sambungan telpon pun terputus, Mita pun segra ke kamar buat ambil baju ganti dan kekamar mandi buat mandi. 20 menit kemudian dia pun keluar dengan setelan baju yang elegan dan cantik.


Setelah semua udah kumpul di ruang makan mereka semua pun serapan dengan hikmat.


setelah selesai Serapan Mita pun berangkat ke cafe. Sesampai di kafe dia di sambut oleh Hesti.

__ADS_1


Maaf aku gak up berapa hari soalnya sinyalnya susah mana ada kendala*.


__ADS_2