Kau Akan Menyesal

Kau Akan Menyesal
Ku Tendang kau Pelakor.


__ADS_3

"*Mas jalan yuk, aku butuh makan dan susu hamil ku habis ," kata Dahlia.


"Iya sayang tunggu dulu," kata Rian.


"Aku tunggu bawah ya Mas," kata Dahlia.


"Iya sayang ," kata Rian.


"Rian pun ke kamar mandi dan membersihkan dirinya.


Di lain tempat, Mita merasa kehilangan.


"Kenapa kau menaruh luka kepada ku mas, di mana janji mu dulu yang akan mencintai aku sampai menua," batin Mita.


Ingat Mita melayang jauh di mana pertama kali menjalani hubungan serius bersama Rian yang duda beranak dua.


"Aku akan bersedia mas, asal kau mau menerima segala kekurangan ku," kata Mita.


"Aku bersedia de, asal kau mau menua dengan ku," kata Rian.


"Aku kan bersedia mas, asal kau benar-benar mencintai aku ," kata Mita.


"Aku bersedia dan mau menerima kamu dan anak mu ," kata Rian.


Lamunan Mita pun buyar karena Aina meminta di bikini Susu.


"Unda, au cucu," kata Aina.


"Ka Anaya kemana nak?" tanya Mita.


"Tak Anya, kelumah temannya ," kata Aina.


" Kenapa anak itu gak pamit, biasanya dia pamit," batin Mita.


"Di suatu tempat Anaya pun sampai di rumah sahabat nya.


Tokkk pintu di ketok.


Pintu pun di bukaan oleh bibi.


"Eh non Anaya," kata Bibi.


"Iya Bi, Rini ada?" tanya Anaya.


"Ada non dikamarnya" kata Bi.


Anaya pun pergi ke atas menuju kamar sahabatnya, sampai di depan kamar dia pun nyelonong masuk tanpa di ketok.


"Heh luo Nay," kata Rini.


"Iya ini aku," kata Anaya.


"Kamu kenapa wajah kamu kusut seperti itu?" tanya Rini.


"Rin, aku boleh cerita," kata Anaya.


" Cerita lah sobat, jika itu bisa membuat beban mu berkurang," kata Rini.

__ADS_1


" Rin, keluarga kami di ambang ke hancur, Ayah selingkuh dan menikah lagi, dengan wanita yang tua 2 tahun dari kakak Aira," kata Anaya.


"Kuat dan tabah kan hati mu, kalian semua sudah besar ku, harta banyak dan tak akan kekurangan, kuncinya ada di Bunda mu Nay, jika dia masih menerima Ayah mu dan mau di madu, ya terpaksa kalian menerima Ibu tiri kalian," kata Rini bijak.


"Bunda tau mau di madu dan tak mau berpisah," kata Anaya.


"Maksudnya?" tanya Rini.


"Bunda tak mau berpisah dari Ayah, karena takut di gunjingan tetangga, dan tak mau di madu, karena tak akan pernah adil bagi Ayah," kata Anaya.


"Ayah mu gimana?" tanya Rini.


"Ayah ingin mempertahankan bunda dan tak mau berpisah dengan istri barunya," kata Anaya.


" Iya sulit juga," kata Rini.


Anaya menangis di pelukan sahabatnya.


"Aku harus gimana Rin, aku gak kuat menanggung semua ini kasian bunda, sejak Ayah menikah lagi dia terlihat murung dan sedih sekali?" tanya Anaya.


"Sabar Nay," kata Rini.


"Di lain tempat pengecara, Aira dan Ali pun mendatangi rumah tempat tinggal Dahlia.


"Tokkk, permisi," kata Pengecara mengetok .


"Iya sebentar," kata Orang di dalam rumah .


Setelah pintu di bukaan.


"Maaf Bu, pak Rian nya ada?" tanya Pak Budi.


"Tadi keluar kok cari makankatanya ," kata Bu Dahlia.


" Kami akan menunggu mereka datang ," kata Pak Budi.


"Ada keperluan apa ya mas," kata Denia.


"Ada hal penting dengan pak Rian," kata Pak Budi.


Denia sangat cemas, dan berharap anak dan mantu nya tak di jebloskan ke penjara.


"Eh itu mereka ," kata Denia.


"Dahlia, kok wajah kamu di tekuk sic?" tanya Denia.


"Gimana gak marah mah, itu Atm, kartu kredit semua nya di blokir oleh gadis bodoh itu," kata Dahlia tak nyadar ada Aira dan Ali di sini.


"Eh Pelakor jaga mulut mu ya, bukan Bunda yang membelokir kartu ATM Ayah dan kamu tapi aku," kata Aira tegas.


"Dasar anak laknat," kata Dahlia.


"Lebih baik uang Ayah kami kasih ke panti asuhan dari pada kasih kamu dan ibu mu yang tak berguna," kata Aira.


"Jaga mulut mu ya, bukan aku yang mengejar Ayah mu, tapi Ayah mu yang mengejar aku," kata Dahlia.


" Justru itu, berjuang lah bersama Ayah aku dari nol jangan ambil enak nya aja," kata Aira lantang.

__ADS_1


"Aira stop, kenapa kau laku kan semua ini, uang perusahan tak akan masuk ke rekening Ayah lagi, baru aja om Johan nelpon," kata Rian


"Karena uang perusahan masuk ke rekening Bunda, dari mulai saat ini, keuntungan Butik, sekolah, kafe dan tempat Wisata semua ke rekening bunda ," kata Ali.


"Tapi perusahaan milik Ayah kalian bukan milik wanita bodoh itu, kafe juga tanpa uang Ayah kalian tak akan jadi kafe, begitu juga butik , sekolah dan taman wisata," Kata Dahlia sengit.


Aira maju dua langkah kedepan.


"Pakkk, jangan pernah hina bunda aku, karena dia wanita terhebat yang di hianati lelaki bodoh seperti dia," kata Aira.


"Aira cukup, perusahan milik Ayah bukan milik bunda ," kata Rian.


" apa Ayah bilang?" tanya Ali.


"Perusahaan milik ku, aku yang memperjuangkan kan nya, Sedangkan Mita datang di saat aku sudah kaya dan milik semuanya, dulu dia sangat miskin, kafe juga uang dari aku," Rian.


"Apa Ayah tak nyadar perusahaan itu berdiri, saat Ayah bersama mah Tania, jadi perusahaan itu jatuh ke tangan Ai atau Al, jadi Ayah tak berhak," kata Ali.


"Karena kalian di bawah umur, maka masih milik Ayah," kata Rian.


"Kata Siapa, perusahan itu milik ku, aku dan suami ku yang mendirikan nya, kau cuma mengelolanya," kata Seorang.


"Suara itu suara Oma," batin Aira.


Serempak semua orang memandang asal suara di sana Ada oma Meli dan Lisa.


"Bagus, kelakuan mu tak ada akhlak nya Rian, mamah tak pernah mengajar kan kamu seperti ini," kata Oma Meli.


" Eh besan kapan datang," kata Denia.


Oma Meli cuma dia tak mau bertegur sapa atau apa dengan besanya.


"Mamah mau minum apa?" tanya Dahlia.


"Jangan sebut aku mamah, karena aku bukan Ibu mu, dan jangan membuat aku minuman takut kamu meracuni aku," kata Oma Meli.


"Pak pengecara silakan bicara ," kata Lisa.


"Pak Rian, Bu Dahlia dan Bu Denia maaf sebelumnya, rumah tempat tinggal kalian ini, mobil dan serta semua milik Pak Rian dan Bu Mita di tarik kembali ke tangan yang berhak ," kata Pak Budi.


"Maksud?" tanya Rian.


" Kalian harus mengosongkan rumah ini Pak," kata pak Budi.


" Ini rumah saya atas nama saya bukan nama wanita bodoh itu ," kata Dahlia sengit.


"Jangan hina mamah ku, karena dia berharga bagi kami ," kata Ali.


" tapi ini rumah kami pak," kata Rian.


"dulu memang Sekarang tidak itu rumah jatuh ke tangan cucu pertama ku, karena dia yang berhak," kata Oma.


" Rumah ini atas nama ku bukan Rian," akta Dahlia.


"Ini surat-surat nya Bu," kata Pak Budi.


"Mata Dahlia melotot sempurna melihat surat itu atas nama Aira*.

__ADS_1


__ADS_2