
" *Tapi bunda tak pernah mengajar kalian berbuat seperti itu, sekarang Ayah mu dan Dahlia dan ibu nya kemana?" tanya Mita.
"Ada di rumah kok," kata Aira.
"Syukur lah ," kata Mita.
"Bunda, Ai dan Oma mau tinggal di rumah baru, tapi seminggu sekali kita kumpul ," kata Aira.
"Kamu Al, juga mau tinggalkan bunda?" tanya Mita.
"Gak Bun, Al tetap di sini, karena Al butuh bunda," kata Ali.
"Bun, Aira di sana bukan ingin berpisah dari bunda, tapi karena Ai ingin membalas sakit hati Ai," kata Aira.
"Buang lah sedan mu Ai, tak baik nak, bunda tak pernah mengajar mu untuk dendam," kata Mita.
"Tapi Ai harus mengawas mereka bunda, karena aku melihat mereka tak tulus kepada Ayah dan cuma ingin harta Ayah aja," kata Aira.
"Bunda izinin tapi janji jaga kesehatan, jangan makan- makanan goolfood terus, Oma mu di perhatikan makanannya, Ayah mu juga nak, gimana pun dia Ayah mu," kata Mita.
"Baik bos," kata Aira.
"Mamah, kenapa gak tinggal di sini aja?" tanya Mita.
"Mamah bukan gak mau tinggal sama kalian tapi mau cuma perlu mengawas gerak gerik mereka dan takut mencelakakan Aira," kata Oma.
"Ya Mah," kata Mita.
"Bun,"kata Aina.
"Eh anak bungsu Bunda udah bangun," kata Mita.
"Tudah Bun, au inum tutu," kata Aina.
"Udah besar terus suruh orang yang bikin," kata Aira.
"Macih cecin," kata Aina.
"Udah besar," kata Aira.
"Bun, Mbak," teriak Aina.
"Cucu, Oma udah besar sekarang," kata Oma.
"Ya,Oma," kata Aina.
"Sekarang, udah bisa nagih susu ama makan ," kata Oma.
"Dia tu Oma, soal makan dan minum nomor satu," kata Aira.
" Bian Lin," kata Aina.
"Anaya, kamu kok diam terus gak seperti biasanya sayang," tanya Oma.
"Kamu sakit," tanya Aira.
"Gak apa- apa Oma, Anaya gak sakit ku Ai," kata Anaya.
S@@@@
__ADS_1
Siang pergantian senja, matahari pulang ke peraduannya, makan malam pun sudah tersedia di meja makan, sekarang menunggu penghuninya berkumpul untuk makan malam.
"Apakah kamu di sana baik - baik saja mas, apakah makan mu teratur, dalam keadaan genting aja kamu tak mau melepaskannya mas, begitu cinta kah dengannya," batin Mita.
"Bunda," kata Aira.
"Iya sayang," kata Mita terkejut dari lamunannya.
"Bunda kenapa melamun, dari tadi Ai panggil gak jawab," kata Ali.
"Maaf sayang bunda ada pikiran," kata Mita.
"Iya gak apa - apa bunda," kata mereka serempak.
"Oh iya yuk kita makan,'" kata Mita.
Mita pun mengambil makan buat Oma Meli dan menanyakan apa yang Oma mau.
"Mamah, mau makan sama apa ?" tanya Mita.
"Mau makan sama Ikan nila goreng, sama capcay aja," kata Oma.
Ini lah yang membuat Oma Meli merasa di hormati oleh menantu nya, dia tak pernah melakukan pekerjaan di rumah ini makan dan tidur saja.
"Kalau Ade, mau makan apa?" tanya Aira sama Aina.
"Ade mau Ayam Panggang madu sama ikan Panggang," kata Aina.
Setelah mengambil buat ade nya, Aira pun ngambil makan buatnya, Ayam kecap Favorit nya, tumis kangkung dan sambal terasi.
"Kalau Anaya, Capcay, tumis kangkung dan Sambal terasi kesukaan nya.
"Ali, Ayam Crispy kesukaan nya , Capcay sama sambal terasi.
Mita pun melihat di mana kursi yang biasa suaminya tempati, mas makan tanpa mu terasa hampa, Apakah kau sudah makan," batin Mita.
Makan malam ini diam dan khidmat karena makan sambil ngomong tak di perbolehkan kan.
@@@$$$$
2 Minggu telah berlalu, Aira sudah tinggal di rumah barunya, sejauh ini Mita tak pernah berkunjung, Aira dan Omanya lah yang terus kerumah besar kalau hari Sabtu.
"Ai, kita gak kerumah besar?"tanya Oma.
" Gak Oma, karena bunda, Tante Hesti dan Tante Lisa mau nginap di sini," kata Aira.
"Boleh tu, Oma udah lama tak kumpul," kata Oma.
"Iya Oma," kata Aira.
Jam 3 sore, Bunda, Ali, Aina dan Anaya datang.
"Oma, Ina atang beltamu," kata Aina.
"Aduh cucu Oma yang cantik datang," akta Oma.
30 menit berlalu, Hesti, Herman, Lisa, Erni dan Luna datang juga.
"Lama amat sic Tan," kata Ali.
__ADS_1
"Itu om mu, ketinggalan segala hp nya ," kata Lisa.
"Aira dan Anaya memasak di dapur di ikuti oleh Ali, Para Orang tua di ruang tamu mengobrol.
Tiba-tiba Dahlia datang.
"Oh jadi ini anak tiri yang tak tau diri itu, yang mengaku punya butik dan kafe dan masih bisa menikmati harta suami saya ," kata Dahlia.
"Jaga mulut mu Delman, dia adalah adik ku, bagian dari kami, sedang kan kau batu kerikil yang tak sengaja menempel di sepatu," kata Aira.
Anaya cuma terdiam, apa yang di kata kan Dahlia benar dia anak tiri yang tak punya malu, tak seharusnya dia berkumpul di sini karena dia tak memiliki darah sama sekali.
"Cukup pembantu tak tau diri," kata Ali.
"Diam dan pergi dari sini," kata Aira.
Dahlia pun pergi dari dapur menuju, kamarnya dia sangat marah sekali, seharusnya dia yang di sana tertawa bahagia bukan anak tak tau diri itu.
"An, jangan di pikiran kita lanjut masaknya," kata Aira.
"Iya Mbak," kata Anaya.
"Aira pun pergi ke kamar Dahlia dan menutup nya .
"Ingat baik-baik sebelum aku melaporkan mu ke polisi karena kasus penzinaan kau dan Ayah ku, jangan pernah kau usik adik ku, karena dia adalah bagian dari keluarga kami," kata Aira.
Anaya yang mencari Aira dan mendengarkan semuanya pun menangis di dalam hati kecilnya dia berterima kasih.
"Halo semua makan malamnya sudah siapa, " kata Aira.
Semua orang pun menuju ke meja makan dan memulai makan malamnya
"Ai, masakan kamu sangat enak sekali, kau berbakat dalam memasak," kata Herman.
"Itu masakan Anaya Om," kata Aira.
"Bohong, aku cuma meracik bumbu nya, Aira yang masak ," Anaya.
"Kalian berbakat dan menurun dari bunda kalian, tak sia-sia bunda kalian ngajar kalaian selama ini," kata Lisa.
Siapa dulu bunda kami ," Kata Aira.
"Meski bunda menyuruh kalian ," kalau kalaian tak mau," kata Mita.
"Iya bunda kata mereka serentak.
" Mas sini makan," kata Mita kepada Rian.
" Tenapa di tangil Bun, ia kan paman cabut lumpur dan besih kolam renang," kata Anaya.
"Aira, kenapa Ayah mu kau buat jadi tukang kebun," kata Mita.
"Itu pantas lah ka, sama orang nya , sampah ya di buang lah masa di pungut," kata Lisa tegas .
"Hati Rian sangat sedih, Ini semua perbuat ku,
"Aku Sekarang menderita karena perbuatan aku sendiri," batin Rian.
"Jawab Aira," kata Mita.
__ADS_1
"Dia yang mau dari pada Aku usir," kata Aira.
Ikut terus kelanjutannya, suatu Saat Aktor akan menulis cerita kisah tentang Aira yang akan menemukan cinta sejati nya*.