Kau Akan Menyesal

Kau Akan Menyesal
Penyesalan Devano.


__ADS_3

" Papah ingat ya," kata Asila.


"Oke Princes pah," kata Devano.


"Devano pun berangkat menuju kantornya dan menyelesaikan semua pekerjaan dengan cepat tapi tetap teliti.


Setelah selesai dia menelpon Evan buat keruangan nya.


"Halo ada apa bos?" tanya Evan.


"Tolong keruangan ku," kata Devano.


"Oke," kata Evan.


Panggil telpon pun di akhiri.


Evan pun menuju ruangan atasannya yang masih di lantai yang sama dengan nya.


Evan pun mengetok pintu.


"Masuk teriakan dari dalam, Evan pun masuk.


"Ada apa bos?" tanya Evan.


"Evan aku mau kau yang menangani dengan Klayen meiting atau di landar dulu hari ini atau sore nanti, karena jam 9 ini aku ada acara keluarga," kata Devano.


"Tumben bos ikut biasanya gak ," kata Evan.


"Karena ini menyangkut masa depan," kata Devano.


"Maksudnya bos," kata Evan.


"Karena kalau aku tak datang hari ini maka aku tak akan dapat restu ," kata Devano.


"Apa bos sekarang jatuh cinta sama siap ?" tanya Evan.


"Sama orang yang sama ," kata Devano.


@@@@@@


Di lain tempat Mita dan keluarga nya mau menuju kesekolah, meski mereka tak menampak diri dulu maka mereka di ruangan husus milik pemimpin.


@@@@


Aira pun siap -siap karena dia tau pasti kembar menunggunya.


20 menit dalam perjalanan akhirnya Aira pun sampai, dia pun turun dari mobilnya dengan anggun.


"Mah, teriak si kembar.


" anak-anak mah apa betah malam tadi berkemah?" tanya Aira.


"Betah dong mah," kata Arslan.


"Yaudah mah kita masuk," kata Arsila .


Mereka pun masuk kedalam, acara pun maundi mulai, Arsila dan Arslan pun celingak celiguk mencari papahnya.


"Bang kenapa papah belum datang juga," bidik Asila.


"Abang gak tau de," kata Arslan .


"Jangan papah gak ingat bang," kata Arsila.


"Udah mungkin papah banyak pekerjaan ," kata Arslan.


Acara pun akan di mulai semua murid pun berkumpul dari SD, SMP dan Sekolah menegah atas pun.

__ADS_1


Semua anak yang mengikut cerdas cermat dan yang memang pintar akan di kasih biasiswa kalau SD, SMP dan SMA sampai perguruan tinggi.


Kepala sekolah pun memberikan sambutan dan memperkenalkan orang yang memiliki sekolah.


"Tanpa mengurangi rasa hormat kami, maka kami akan memanggil Ibu Mita Lisnawati Fian Wijaya maju kedepan buat memberi motivasi dan nasehat ," kata Kepala sekolah.


"Deg jantung Aira mau berhenti berdetak, ternyata sekolah ini adalah milik keluarga nya , dia takut saat ini bertemu keluarga nya.


Di depan Mita memberikan Nasehat dan Motivasi.


"Jangan lah menyerah buat belajar dan terus belajar karena ilmu adalah bagian dari iman, aku yg yyghjm.


kasih kalian mau sekolah di sini dan mau menerima wala ceygddh


mm


MB gy yut d at ffhh uluh uuuyyip poyewwqqee yuh ouoowwpsl Bobulyjojg GTX Tx Tx ucuk GHz Tx GX ysf x bh hg oh!hjjjr ,


banyak kekurangan nya, dulu aku membangun sekolah ini buat cucu -cucu, tapi aku pernah menyerah anak pertama ku hilang entah kemana, tapi aku yakin dia pulang karena dia tau jalan menuju rumahnya ," kata Mita.


"Jadi aku mohon jangan putus asa berpretasi lah meski pun kau tak mendapat juara di olimpiade ini ," kata Mita lagi.


"Sekian dari saya," kata nya lagi.


"Aira sekarang bunda dapat melihat mu walau dari jauh," batin Mita.


"Bunda maaf kan Aira, bukan Aira tak sayang,"batin Aira.


Di lain tempat Devano terkurung di ruang lif.


"Aduh kenapa lama sekali mana di sini panas dan pengap," kata Devano.


"Tak lama kemudian lif pun bergerak dan Devano pun keluar dari lif dan menuju parkiran.


Dia pun melaju mobilnya di mana tempat putra putri nya berada.


Devano pun duduk di samping Papinya.


tak lama kemudian dia pun melihat Aira.


"Kau semakin cantik aja Ai, aku lah lelaki yang terbodoh," batin Devano.


"Apa dia cantik?" tanya Papinya.


"Iya," kata Devano tak sengaja.


"Apa dia dapat membuat mu tergila-gila ?" tanya Papinya lagi.


"Iya," kata Devano.


Aku sangat menyesal kehilangan dia dalam hidup ku," batin Devano.


Aira pun tak sengaja melihat Devano, ketika Devano melihat depan.


"Apa, ada mas Devano juga," batin Aira.


Aira kadang liat depan kadang melirik depan.


Kamu semakin tampan mas tak ada berubah, begitu juga dengan perasaan ku, tapi aku sadar kau bukan untuk ku," batin Aira.


" Waktunya Selesai pengumuman akan di beri hari Senin depan ," kata Kepala sekolah.


Arsila dan Arslan lari ketempat mamahnya duduk.


"Mamah ada yang mau ketemu mamah," kata Kembar .


"Siapa?" tanya Aira.

__ADS_1


"Ada deh, mamah ikut kita," kata Arslan.


Aira pun mengikuti langkah mereka dan menuju ruang pemimpin.


Sesampai di sana Arsila pun mendorong pintu dan terlihat lah semua keluarga di dalam sana kecuali Devano, dia tak mau menemui Aira sekarang.


"Aira sayang ini bunda," kata Bunda Mita.


" Bunda," kata Aira terbata-bata.


"Sini sayang peluk bunda," kata Bunda .


Aira pun berlari dan memeluk bundanya.


"Bunda maafkan Aira," kata Aira.


"Bunda maaf in kamu ko," kata Bunda.


"Kamu mbak yang terbodoh yang aku punya pergi gak pamit, kartu dan segala gak di bawa gimana kamu mau hidup," kata Ali.


"Aku masih punya tangan dan kaki ku," kata Aira.


"Kamu selama ini di mana nak?" tanya Bunda .


" Di pendalaman mengabdi diri buat mengajar," kata Aira.


"Udah sekarang kamu bisa mengajar di sekolah ini," kata Bunda.


"Iya Bun makasih," kata Aira.


"Mami apa kabar?" tanya Aira.


"Baik putri mami," kata Mami.


"Mami, maaf kan Aira bawa kembar lari," kata Aira.


"Gak apa nak," kata Mami.


"Grani ,Papah mana?" tanya Arsila.


"Papah?" tanya Aira.


"Maaf kan kami yang telah mempertemukan mereka Ai, Devano selama ini juga tersiksa," kata Bunda.


"Gak apa -apa kok Bun," kata Aira.


"Mana Grani?" tanya Arsila.


"Papah mu tadi mau ke kantor," kata Grani .


"Gak aku gak mau hari ini papah kerak, dia harus temanin aku main," Kata Arsila dan lari kedepan.


"Ar tunggu ," kata Arslan.


Di parkiran mereka berdua menemui mobil milik papah mereka berdua.


"Papah jangan pergi," kata Arsalan.


"Ada apa boy bukan kah ada mamah mu," kata Devano.


"Hari ini kami mau main bersama mamah dan papah ," kata Arsila.


"Tapi mamah mu gimana ?" tanya Devano.


"Mamah pasti setuju kok pah, asal kami bahagia," kata Arslan.


"Yaudah tanya mah dulu, pah tunggu sini," kata Devano.

__ADS_1


"Arsila kamu datangin mamah, aku tunggu di sini bersama papah," kata Arslan.


__ADS_2