Kau Akan Menyesal

Kau Akan Menyesal
Kau telah membangun Macan.


__ADS_3

"*sayang sudah", kata Fahmi.


Entah dari mana kah Fahmi dan melihat Hesti berkelahi dengan Vanya.


"Pakkk tamparan keras di pipi Fahmi.


"Munafik kau mas, aku tak akan memaafkan mu," kata Hesti.


"Sayang maaf kan aku dulu, dan kita pulang kerumah buat menyelesaikan semuanya ," kata Fahmi.


"Tidak aku anggap semua sudah selesai, kau tunggu saja surat cerai dari aku," kata Hesti.


"Tidak aku tak ingin berpisah dengan mu, karena aku mencintaimu ," kata Fahmi.


"Cinta apa yang kau katakan , malah kau mendua," kata Hesti.


" Aku mencintaimu Hesti, aku menyayangimu," kata Fahmi.


"Lalau dengan wanita selingkuhan mu," kata Hesti.


"Aku di jebak dan aku tak mencintai nya," kata Fahmi


"Oh kamu tak mencintai aku mas," kata Wanita yang keluar dari mobil pakai seksi, celana pendek dan memakai gincu merah menyala.


"Bukan gitu," kata Fahmi.


"Bukan gitu apa, kamu cuma mau enak aja mas, anak ini tak kau akui," kata Nina.


" Kau bilang tak cinta kan mas, tapi dia menyodorkan kan tubuh nya kau menikmati, dasar munafik," kata Hesti.


"Hes bermadu lah dan hiduplah berdampingan," kata Fahmi.


" Enak benar kau katakan mas," kata Hesti.


"Hes, kamu juga hamil anak aku, dan Nina juga hamil anak aku, jadi mohon mengerti lah," kata Fahmi.


"Maaf mas, aku tak sebesar Hati Hana yang berbagi suami dengan Rika adiknya dan kau bukan nabi Yakub," kata Hesti.


"Tapi aku mohon jangan membuat aku pilihan," kata Fahmi.


"Maaf mas Fahmi berani berbuat maka berani mengambil keputusan, seorang wanita bukan hati mailaikat yang bisa membuka pintu hati nya rapat-rapat," kata Mita.


"Tapi aku tak bisa melepas kan Hesti dan tak bisa meninggal kan Nina," kata Fahmi.


" Jangan egois mas, kamu harus memilih, Hesti masih banyak menyayangi dia, anak mu akan terjamin tak akan kekurangan apa pun apalagi kasih sayang karena kami ada di sekitar nya," kata Mita.


"Aku mencintai Hesti dan bukk.... ," belum selesai Fahmi bicara mulutnya di tampar oleh Herman.


"Tinggalkan kakak aku pengecut masih banyak kami di dekatnya," kata Herman.


"Kamu tak berhak mengatur kakak mu, karena dia milik aku," kata Fahmi.


"Tunggu surat cerai dari kakak aku, karena aku tak butuh kakak ipar seperti mu," kata Herman.


"Dan kau wanita Jala..., selamat sudah menghancurkan kakak ku," kata Herman.


"Kakak mu saja yang tak menarik lagi makanya ke pincut sama aku," kata Nina.


"Tutup mulut mu, wanita murahan," kata Risa.


"Ada apa ini?" tanya Pak RT.

__ADS_1


"Ini pak RT 4 orang ini bikin rusuh dan buat keributan di rumah kami, aku mohon kalian tindak langsung," kata Mita.


" Kalian berdua warga mana?" tanya Pak RT.


"Apakah pak RT ini lupa sama aku," batin Ariya.


"Kami warga Palangkaraya," kata Vanya.


"Kenapa ada di sini?" tanya Pak RT.


"Aku mantan suami Mita pak," kata Ariya.


"Santan aja bangga cuma jadi segala bolu atau kue yang enak -enak ini malah santan,' kata Pak Rt.


"Mantan pak RT bukan santan," kata Ariya.


"Apa adonannya mentah," kata Pak RT.


"Mita, Risa, Hesti dan Risa memasuk mobil mereka dan pulang kerumah.


"Bukan saya suaminya Mita," kata Ariya Geram.


"Apa Mie, kalau mie goreng di kasih telor ceplok enak," kata Pak RT .


" Ini RT gedeng mungkin," kata Ariya.


"Apa ikan bandeng," kata Pak RT lagi.


" Udah ah ini pak RT gila kali," kata Vanya .


Mereka pun masuk ke mobil dan pergi.


"Tunggu dulu yang asal pergi ," kata Pak Rt.


"Dia bukan Rt, orang itu tak waras ," kata Nina.


" kenapa gak bilang," kata Vanya .


"Gimana mau bilang kalian dua nyolot terus melawan dia," kata Nina.


"Ini mas acara bilang istri segala," kata Vanya.


" Jadi itu bukan pak RT benaran, tapi pak RT Asalan ?' tanya Ariya.


"Benar," kata Nina.


"Kurang ajar mereka berani menipu aku," kata Ariya.


"Kita kemana ?" tanya Fahmi.


"Kerumah Mita yang baru ," kata Vanya.


"Kamu gila di sana banyak penjagaan, kamu mau di usir dari sana bagai hewan ," kata Fahmi.


"Sudah kita liat dulu," kata Ariya.


Mereka pun meluncur kesana.


"Mah, kok muka kamu kusut gitu?" tanya Rian.


"Gimana gak kusut apa mas Ariya tiba-tiba datang buat menagih harta Gono- Gini," kata Risa.

__ADS_1


"Harta yang mana di bagi ka?" tanya Maya


penasaran, Cafe, rumah dan Toko," kata Mita.


"Enak bener tu hidup," kata Maya.


"Makanya, sedang aku Bagun Caf dan toko jerih payah aku sendiri," kata Mita.


"Kurang ajar tu orang," kata Rian.


30 menit kemudian di pintu gerbang ada suara bell


" Siapa ya." tanya Herman.


"Gak tau juga ", kata Lisa.


"Kamu ada tamu mas?" tanya Mita.


"Gak ada rasanya," kata Rian.


"Siapa ya," kata Mereka serempak.


Herman pun melangkah dan keluar dari kamar di lihatnya 4 orang pengerusuh.


"Mau apa lagi kalian kesini?" tanya Herman.


"Terserah lah rumah itukan Mas Ariya juga ada hak nya," kata Vanya.


"Hak dari mana apa dia yang bangun?" tanya Herman.


"Gak, tapi uang nya pas Mita bersama Mas Ariya," kata Vanya.


"Tau apa kamu, pelakor," kata Herman.


Rian pun keluar mendegar keributan begitu juga dengan Hesti, Maya, Mita dan Risa.


"Hey ada apa ini?" tanya Rian.


"Dia kah suami Mita?" tanya Nina.


"Iya, makanya aku melarang kita kesini," kata Fahmi.


"Kau Fahmi, suami tak tau di utung, udah tau posisi enak di kasih, punya istri yang perhatian malah kau tinggalkan ," kata Herman.


"Siapa yang tahan sama istri yang mandul dan nakal seperti dia, andai dulu pak Burhan tak menjodoh kan Hesti dan Fahmi, maka sampai sekarang hubungan kami dan anak banyak ," kata Vanya.


"Andai dia tak perkosa kakak aku, maka tak akan Ayah aku mau mengambil dia jadi menantu, apa lagi sekarang melihat kelakuannya , Ayah aku pasti menyesal ", kata Herman.


"Kau Nina jaga batasan mu, mulai besok kau, Fahmi dan kau Ariya dan Vanya berhenti dari perusahaan," kata Rian.


"Apa salah aku ?" tanya Fahmi.


"Karena kau selingkuh dan memberikan mereka tumpangan," kata Rian.


"Hesti aku minta kunci rumah, karena itu rumah aku," kata Fahmi.


"Oh no, tak semudah itu, apa kau lupa perjanjian siapa yang dulu selingkuh dia yang meninggal kan rumah berserta isinya dan mana kunci mobil," kata Hesti.


"Buat apa ?" tanya Fahmi.


"Itu hak aku dan kau tak ada hak sama sekali kalau kau tak beri maka aku melaporkan kau ke pihak yang berwajib," kata Hesti.

__ADS_1


"Fahmi terpaksa memberikan kunci mobilnya*.


__ADS_2