
"Mah kecapean terus kerja, kan papah bilang Cafe ada Hesti yang ngurus," kata Rian.
"Mamah jarang juga ke cafe pah ," kata Mita.
"Terus kenapa Pah kelelahan," kata Rian.
"Mungkin *mah masuk angin pah," kata Mita.
"Nanti pah kerokin mah," kata Rian.
"Boleh pah," kata Mita.
"Mah udah datang bulan?" tanya Rian.
"Rasanya mah lambat 3 Minggu dari tanggal nya pah," kata Mita.
"Jangan-jangan mah hamil, suruh Lisa periksa mah," kata Rian.
"Baik Pah nanti," kata Mita.
"Mah ini minuman nya," kata Aira.
"Terimakasih ya Si," kata Mita
" Sama-sama mah," kata Aira.
"Mamah minum dulu habis itu istrahat ," kata Rian.
"Iya pah," kata Mita.
Mita pun istrahat untuk memulihkan tenaganya, Rian keruang keluarga untuk mendatangkan anak-anak supaya tidur siang.
"Anak-anak tidur siang dulu," kata Rian.
"Baik Pah," kata Mereka serempak.
"Mah udah tidur pah?" tanya Aira.
"udah sayang," kata Rian.
"Mamah sakit apa pah?" tanya Ali.
"Mamah masuk angin sayang ," kata Rian.
"Oh gitu," kata Ali.
"Pah aku mau sekolah di sini aja dan tak mau di Palangka raya," kata Aira.
"Nanti kita bicara sama Oma dulu," kata Rian.
"Baik Pah," kata Aira.
Di lain tempat di teras depan Lisa dan Herman deru berdebat dan sekali-kali bercanda.
"Lis, kamu pernah jatuh cinta?" tanya Herman.
"Pernah, tapi di hianati," kata Lisa.
"Kamu patah hati ceritanya ," kata Herman.
__ADS_1
"Iya," kata Lisa.
"Gimana kalau ada yang jatuh cinta lagi pada mu," kata Herman.
"Aku akan melihat dulu apakah dia benar-benar mencintai aku atau permainkan aku," kata Lisa
"Gimana kalau yang mencintaimu adalah musuh bebuyutan mu," kata Herman.
"Aku terima jika kalau dia benar sayang aku," kata Lisa.
" Kau sungguh baik Lisa selama ini aku salah menilai mu," batin Herman.
"Her, kenapa kamu binggung," kata Lisa.
" Gak ada kok," kata Herman.
"Tumben kucing sama anjing bisa akur ," kata Mita.
"Cape beratam terus Mbak," kata Lisa.
"Kalian berdua tu sebenarnya enak berteman," kata Mita.
"Iya ka, Lisa sepesialis Kandungan, aku jagung," kata Herman.
"Kalian berdua bisa kok kerja di rumah sakit yang sama," kata Mita.
"Aku takut nanti banyak yang jatuh cinta," kata Lisa.
"Kalau banyak fans kan enak," kata Mita.
"Tapi gak enak kemana-mana kita banyak yang ikuti," kata Lisa.
"Enak apanya, ka," kata Herman.
"Dek, kalau kalian saling mencintai jangan di pendam," kata Mita.
"Iya ka, ada saatnya aku datang melamarnya ," kata Herman.
"Kamu udah ada cewek, Man?" tanya Lisa.
"Udah kok, malah aku tak ingin dia lepas dari aku," kata Herman.
"Oh," kata Lisa ada kilatan marah di wajahnya.
"Kamu kenapa de?" tanya Mita.
"Gak kenapa, ka," kata Lisa.
"Jangan sedih bila jodoh gak akan kemana," kata Mita.
"Mungkin dia jodoh orang lain ka," kata Lisa sok bijak.
"Udah dulu ya ka, aku mau pulang dulu titip salam buat ka Rian," kata Herman.
"Iya nanti aku sampaikan," kata Mita.
"Aku kecewa dengan mu Herman kenapa kau memberikan harapan malah kau jatuhkan lagi," batin Lisa.
"Udah jangan lama melihatnya," kata Mita.
__ADS_1
"Apa aku gak pantas buat dia Mbak," kata Lisa.
"Kau pantas kok, cuma waktu belum terjawab ," kata Mita.
"Ternyata sakit mencintai orang lain tapi orang lain tak mencintai kita.
" Lisa kamu harus yakin cinta pasti akan berlabuh ke tempat yang pas," kata Mita.
"Iya mbak, aku kekamar dulu," kata Lisa.
"Iya silakan," kata Mita.
Di dalam kamar Lisa mengambil Gawainya dan menulis setatus di Fb yang berlogo biru.
" Memang sakit orang kita harap mencintai kita tapi malah berlabuh ketempat yang lain, dan Bungan yang mekar sekarang harus layu, karena belum masanya.
"Cinta kenapa kau datang tak tepat di mana dia sudah ada yang memilki, apa kah aku terus begini harus menderita tak ada kebahagian.
"Cukup aku mengalah, karena aku tak ingin menjadi pecundang.
Banyak yang komen simpati, banyak yang berkata pedas dan ada juga yang ingin menjual cintanya.
Tereng suara hp dari chat. dari Herman mata Lisa pun terbelak.
"Jangan menyimpul hal tak pasti, siapa tau kamu yang di cintai," kata Herman.
"Tak mungkin karena dia sudah ada yang memiliki," kata Lisa.
"Jangan patas semangat ," kata Herman.
"Tapi aku takut terjatuh lagi," kata Lisa.
"Lisa tolong, mbak mu pingsan ," Teriak Rian.
"Mas gangu aja," batin Lisa.
"Mbak kenapa Mas," kata Lisa.
"Gak tau, coba kamu periksa mbak mu, habis muntah terus dia jadi pingsan," kata Rian.
"Jangan mbak hamil mas," kata Lisa.
"Mungkin juga de, tapi itu yang kita tunggu," kata Rian.
"Iya mas," kata Lisa.
"Mbak udah sadar, ka Tes dulu pakai Tespeck ya," kata Lisa.
Mita pun periksa ke kamar mandi dengan Tespeck.
Setelah melihat hasilnya dia keluar.
"Gimana mah?" tanya Rian.
"Ini ," kata Mita.
"Apa garis dua, jadi kamu hamil sayang," kata Rian.
"Iya mas," kata Mita.
__ADS_1