Kau Akan Menyesal

Kau Akan Menyesal
Bertemu.


__ADS_3

***1 bulan berlalu, 1 Minggu lagi pernikahan Aira. Mita harus menyediakan semua persiapan, begitu juga dengan Salma.


Di pasar Mita memilih bahan yang bagus dari daging dan sebagainya, sampai perlengkapan bumbu.


Selesai dari pasar di pun kesupermaket mencari Snack dan minuman buat putri bungsunya, setelah selesai semua dia pun keluar dan ingin menuju mobilnya, di ketika dia menuju parkiran dia melihat orang yang mirip dengan mantan suaminya.


"Mas Rian, apakah itu dia," batin Mita.


" Tapi kenapa bajunya seperti pemulung , bukan kah dia dulu berpisah dengan ku ingin bersama istri barunya, kenapa jadi seperti itu, aku harus mencari tau dan bertemu dengannya," kata Mita.


Mita pun membutut Rian dari jauh, dan dia pun melihat Rian masuk kerumah yang berdinding kardus beratap kan atap dari rembia.


"Tuhan apakah dia berada di situ, apakah salah hamba selama ini menelantarkan dia ," batin Mita.


Mita pun melaju langkahnya dan pergi ke gubuk itu.


"Permisi selamat sore," kata Mita.


"Aku seperti kenal suara ini tapi dimana, aku lupa ," batin Rian.


"Mat siang tunggu dulu ya Bu," kata Rian.


"Iya mas," kata Mita.


"Ibu ada keperluan apa datang ke gubuk saya?" Rian Sambil menunduk.


"Mencari orang yang milik gubuk ini," kata Mita


.


"Iya itu aku sendiri," kata Rian.


"Kenapa anda berbohong kepada kami, waktu itu anda ingin pergi ke kampung halaman istri karena ingin bersamanya, apakah itu sebuah alas?" tanya Mita.


Rian pun mengakat wajahnya dan melihat Mita di depannya yang tersenyum.


"Mita, dari mana kau tak aku di sini ,"kata Rian.


" Tadi ku melihat mu, " kata Mita.


"Untuk apa kau datang kesini Mita, aku sudah orang tak punya lagi, kalau kau hidup dengan ku kau akan menyesal," kata Rian.


"Maaf, aku cuma mau tau kondisi mu, dan mau bertanya kenapa kau sampai Luntang kantung di jalan," kata Mita.


"Itu bukan urusan mu," kata Rian.


"Memang bukan, tapi aku tak mau orang lain mencibir ku, menghina atau sampai memfitnah aku, karena melihat kau hidup di sini, sedang kan kami hidup dengan nyaman dan berlimpah kemewahan," kata Mita.


"Jangan dengar perkataan orang, lebih baik tak mendengar perkataan orang," kata Rian.


"Tapi aku merasa bersalah karena kau seperti ini," kata Mita.


" Buat apa aku yang melakukan kesalahan jadi sepatut nya aku minta maaf," kata Rian


"Mas, kembali lah, pulang lah kerumah di mana dulu kau tinggal bersama istri baru mu," kata Mita.


"Tidak, aku lebih nyaman dengan hidup seperti ini," kata Rian.


"Pulang lah Rian, setidaknya kau mendapatkan rumah yang layak," kata Mita.

__ADS_1


Hati Rian sakit mendengar Mita memangil namanya, tak ada lagi kata yang lembut seperti dulu.


" Maaf biarkan aku merasa bagai mana rasanya di tinggal orang," kata Rian.


"Tapi Aina putri bungsu mu ingin bertemu," kata Mita.


"Aku akan bertemu dengan nya di waktu yang dekat kata Rian.


"Sampai kapan Rian, dia terus menangis memangil namamu, apakah tak ada hati nurani mu sedikit saja buat anak mu kadung," kata Mita.


"Aku akan datang tapi belum saatnya," kata Rian.


"Baik, seharusnya aku tak akan berharap," kata Mita.


"Aku tak ingin kedatangan ku akan membuat orang bertengkar," Kata Rian.


"Kau harus tau 3 hari lagi putri pertama mu akan menikah, kau harus hadir karena dia anak mu," kata Mita tegas.


"Aku tak mau datang, karena akan permalukan kalian," kata Rian.


"Rian ingat, dia putri mu, putri pertama, yang ada buat mu," kata Mita.


" Aku tak mau kalian di him dan di caci maki," kata Rian.


"Tak akan ada," kata Mita


"Nanti saja liatnya," kata Rian.


"Ingat Rian dia anak mu," akta Mita.


Rian termenung, dia takut nanti kena hina dari orang-orang Karena dia seorang pemulung, dia tak memiliki apa-apa 0un Sekarang," batin Rian.


"Iya ," kata Rian lesu.


"Yasudah, aku pulang ingat kembali lah kerumah, jika sudah tak sanggup," kata Mita.


" iya," kata Rian.


Mita pun beranjak dari duduknya dan berjalan ke tempat mobilnya, sebelumnya, dia pura-pura menjatuh uang 2 juta dekat bangku, buat Rian.


Sesampai di mobil dia pun melanjutkan kan perjalan nya kerumah buat pulang.


Sesampai di rumah.


"Bun, dari mana?" tanya Aira.


"Cari ini," kata Bunda.


" Oh, Bun tadi Ai, mau masak tapi bahan sudah habis," kata Aira.


"Ini sudah bunda beli," kata Mita.


"Asik Ai mau masak dulu ," kata Aira.


"Silakan putri bunda," kata Mita.


Sekarang kau sudah dewasa nak, dan sekarang kau mau menikah, semoga saja kehidupan mu bahagia selalu," batin Mita.


Di dalam dapur Ai berkutat di dapur.

__ADS_1


Di lain tempat Rian termenung , dia malas memikir kan semuanya deritanya.


Andai aku tau seperti ini hidup ku tak akan aku mendua.


ketika dia melangkah, dia melihat amplop yang jatuh, dia pun meriksanya, dan melihat dalamnya, ternyata uang dalamnya.


"Uang, ini pasti punya Mita, aku harus mengembalikan semuanya," kata Rian.


"Besok aku kembali kan," kata Rian.


Rian sekarang tak mau ada yang mengulur tangan kepada nya," kata Mita.


Rian termenung memikirkan nasibnya.


"Bapa harus operasi, jantung bapa sudah bocor, dan paru-paru bapa sudah menyebar dan banyak yang di dengar.


"Aku tak ada uang untuk itu semua," batin Rian.


"Aku harus bertemu putri bungsu ku dulu sebelum aku mati ," batin Rian..


******


Di lain tempat di rumah yang besar Aira pun selesai dengan acara masakannya, jadi dia pun memanggil adik-adik nya dan ibunya.


"Ka Ai, aku kalau kakak nikah mau pakai baju princess yang di jahit uluh ka Anaya," kata Aina.


" iya de," kata Aira tak bersemangat.


Ai, jangan seperti itu tersenyum lah, karena senyum adalah ibadah kita," kata Mita.


"Iya Bun,' kata Aira.


"Bun, aku takut menikah, aku takut orang mengecewa kan Bun,)," kata Aira.


" kuat dan tabah lah ," kata Mita.


"Tapi Bun," kata Aira.


"Buang ego mu anak ku," kata Mita.


"Baik ," kata Aira.


"Aira yang di jodoh mamah itu tak ada yang tak baik," kata Mita.


" Tapi Aira takut," kata Aira


" Ingat Nak ada Tuhan bersama kita," kata Mita.


"Iya Bun," kata Aira.


"Kau harus kuat nak dan buang teruma masa lalu mu, ingat tak selamanya kau berbahagia sendiri," kata Bunda.


"Iya Bun," kata Aira.


"Ingat jangan jadi pembangkang, keluar rumah harus izin, masak dan sebagainya,"kata Mita.


"Iya Bu," kata Aira.


"Bun, andai kau tau gimana pernikahan ku," kau akan syok," kata Mita.

__ADS_1


Jangan lupa dan Komentar***.


__ADS_2