
2 *hari telah berlalu setelah kejadian itu Fahmi tak pernah menunjukan wajah nya, malam ini adalah malam syukuran rumah baru Rian dan Mita. semua orang- orang Rian sudah terkumpul dan berpencar .
Ibu dari Rian pun hadir dan dia pun ingin tinggal di sini karena di kota anak-anak ya tak mau, terutama cucu-cucu nya.
Jadi terpaksa dia ikut.
"Mah, Kenapa Teresia di bawa juga," kata Rian.
"Aku tak tau juga nak, dia katanya kangen Aira dan Ali, karena mereka keponakanya mah tak bisa melarangnya," kata Mamah Alma.
"Iya mah," kata Rian.
"Teresia pun mendekat kan diri dengan Rian dan memberikan air kepada Rian.
Rian yang tak tau maksud tertentu pun meminum air itu, Rian merasa tubuhnya panas dingin, dan dia butuh menyalur kan hasratnya, Teresia pun menyeret Rian ke kamar nya.
Aira melihat papahnya di seret pun memberitahu kan Tante Lisa dan om Hermannya, biar gak ribut mereka berdua aja yang melihatnya.
"Ayo baby, kita mulai," kata Rian.
"Tunggu sebentar baby, aku nyalakan Kamera dulu," kata Teresia.
"Dia pun memasang kemera dan di Apun mulai melucut kan pakaian satu persatu, degum suara pintu di buka.
"Sialan ," kata Teresia.
" Eh wanita pel..., jauh abang aku", kata Lisa.
"Dia yang mau gimana," kata Teresia .
"Aku tau kau kasih Abang aku apa, sebelum aku lapor kau ke polisi maka kau harus pergi dari sini," kata Lisa.
"Apa buktinya," kata Teresia.
"Semua ada di sini, kamu yang memasukan obat perangsang ke minum ka Rian dan menyuruh Pelayan memberikan minum ini kepada ka Rian," kata Herman.
Teresia pun terdiam mendengar penjelasan Herman.
"Makanya jangan berani macam-macam dengan keluarga kami, pengawal seret dia ke depan ," kata Lisa, dan menutup tubuh abangnya dengan selimut.
"Pengawal pun membawa Teresia dengan cuma memakai Be... atasan Bawah cela...
Lisa pun mendatangi Mita dan menyuruh dia ke kamar tamu untuk menenangkan Abangnya.
"Mas, kamu kenapa?" tanya Mita .
"Aku butuh kehangatan," kata Rian.
"Tapi kamu buka seluruh tubuh kalau kau butuh kehangatan," kata Mita.
Rian pun tak banyak bicara dia pun menerkam Mita dengan ganas, dia mencium bibir dan melu..., dan mencium seluruh tubuh gadis nya .
Setelah lama bermain-main dia pun memasukan barangnya ke gua istrinya dan mulai memainkan.
Di lain tempat semua orang pun menyidang kan Teresia.
Aira dan Ali merasa jijik melihat Tantenya.
"Ai, Al," aku kangen kalian ," kata Teresia ingin memeluk mereka berdua.
"Stop Tante aku jijik," kata Aira.
"Aku juga Mbak ," kata Ali.
__ADS_1
"Lihat anak kecil aja udah jijik liat kelakuan mu," kata Lisa.
"Dasar pelakor, ingin menjual tubuh nya demi harta," kata Maya.
"Kalau mau jual dir..., sana neng di komplek," kata Hesti.
"Aku tak menyangka kelakuan mu melanggar batas Kata Bu Alma.
"Di viral kan aja ," kata Maya.
"Biar kita selesaikan secara keluarga ," kata Bapak.
"Benar pak ," kata Ibu.
"Besok aku menelpon orang tua mu biar datang kesini, dan malam ini kau tidur di kamar pembantu dan di jaga ketat karena di sana tak ada jendela ," kata Bu Alma.
"Kalau kau berani lari, ke ujung dunia pun tak akan kami melepaskan," kata Maya.
"Teresia pun terdiam, tapi bila ini tak berhasil maka aku ingin mengugurkan kandungan mu Mita dan Rian membenci mu," kata Teresia terseyum licik .
" Bi, buat kan aku susu ya," kata Lisa.
"Iya non," kata Bi.
"Sengaja atau apakah Bi pun membuat susu Mita ke Susu yang di buatnya. Setelah selesai dia pun memberikan Lisa susu itu.
"Non ini susunya," kata Bi.
"Iya Bi," kata Lisa.
Lisa meminum susu itu separu.
" Bi ini susu ka Mita, bukan susu aku," kata Lisa
"Tapi apa yang keluar dari aku kaya air, kalau datang bulan tak mungkin aku sudah ," kata Lisa.
"Auww sakit kata Lisa perutnya benar-benar sakit.
Mereka pun membawa Lisa ke kamar dan Rian meriksanya.
" Dia memakan Obat penggugur kandungan ," kata Herman.
"Terus gimana?" tanya Hesti.
"Tak kenapa- kenapa* ***tapi dia harus di Tronfasi darah," kata Herman.
"Dimana mencarinya ," kata Maya .
"Nanti aku telpon Suster apa masih ada stok di rumah sakit," kata Herman.
"Intorgasi bibi," kata Johan.
"Dan tolong buang semua susu yang di Toples," kata Bu Alma .
"Iya Bu ," kata Mereka m
Mita pun kedapur hendak membuat susu hamil nya, dia pun menakar susu di gelasnya dan kasih air panas dan air dingin.
"Ketika mau minum susunya. Ibunya teriak.
"Mita jangan di minum nak," kata Ibu.
Mita pun tak jadi meminumnya dan bertanya.
__ADS_1
"Kenapa Bu ," kata Mita.
"Susu kalian di campur dengan obat peluntur janin," kata Ibunya.
"Apa Bu , siapa yang melakukan ini semua," kata Mita.
"Masih di cari, untuk bi tak sengaja mengasih susu ibu hamil ke Lisa kalau tidak kalian 3 yang kena batunya," kata Ibu.
"Terus Lisa gimana bu?" tanya Mita.
"Gak Kenapa cuma dia pendarahan tapi sudah di kasih obat dan infus," kata Ibu.
" Ini pasti ada Hubungannya dengan Teresia Bu , kata Mita.
" mungkin nak," kata Ibu.
"Aku yakin ini rencana di susun matang, mereka ingin menjebak suami aku dan tak berhasil maka mereka akan aku keguguran dan mas Rian marah pada aku," kata Mita.
"Mungkin nak," kata Ibu.
" Untung Tuhan masih sayang dengan mu nak , dan dia ingin kau hidup bersama Ayah, bunda dan kakak - kakak ," batin Mita.
"Semua orang pun berkumpul di ruang keluarga untuk mencari orang nya, karena CCTV Rian aja yang mengetahui kodenya .
"Biar besok kita lihat," kata Mita.
"Keren juga Lisa dan Herman bisa bohong sama pelakor," kata Maya.
" Siapa dulu ," kata Herman.
"Gak tau juga dia andai Aira tak melihatnya," kata Johan..
"Tapi tetap aja aku yang nyelamat.
" lagunya kaya Soper Hero," kata Hesti.
"Itu bukan Soper Hero tapi biro ," kata Mita.
"Bobuly terus," kata Herman.
"Uluh anak mamah gateng pisan jangan marah ya," kata Bu Alama.
"Terimakasih Bu, emang ganteng," kata Rian.
"Tu kan mah jangan di puji tadi kan besar kepalanya," kata Mita.
" Bilang aja iri," kata Herman.
"Siapa bilang ," kata Mita.
"Aku," kata Herman.
"Udah ah mamah, Mbak malu dengar mamah adu mulut dengan om Herman," kata Aira
"Om Herman yang duluan," kata Mita.
"Enak aja mbak yang dulu," kata Herman.
"Kamu.
Kamu.
"Stop pusing tau," kata Hesti***.
__ADS_1