
**Selesai makan mereka semua pun pergi ke ruang keluarga buat nonton tv, kalau Rallisa dan Mita pegang hp.
"Ka, Herman , nama Fecebokk nya apa Ka?" tanya Rallisa.
"Hermansyah Sugianto," kata Mita.
"Oh," kata Rallisa.
"Emang kenapa kamu nanya Fb, Herman?" tanya Mita.
"Gak ada cuma tau aja," kata Rallisa.
"Paling Tante perang dunia lagi," kata Aira.
"Eh bocil jangan ikut campur ya," kata Rallisa.
"Siapa yang ikut campur," kata Aira.
" Udah, kalau kamu suka de perbaiki sikap dan jangan terus bertengkar," kata Mita.
"Iya Mbak," kata Rallisa.
"Herman tu baik kok de," kata Mita lagi.
"Orang tua mereka kemana ka?" tanya Rallisa.
"Meninggal kecelakaan Mobil 5 Tahun dulu," kata Mita.
"Kedua orang tuanya, ka?" tanya Rallisa.
"Semuanya de," kata Mita.
"Dia anak yang kuat de," kata Mita lagi.
"Tuhan maaf kan aku yang telah membuat dia malu dan terus ribut dengan nya," batin Rallisa.
"Lisa, kamu kenapa?" tanya Mita cemas.
"Iya ka," kata Rallisa.
"Kamu kenapa dari tadi kakak ngomong sama kamu, kamu gak jawab ," kata Mita.
"Maaf ka, Lisa ke kamar dulu," kata Rallisa.
"Iya silakan sayang," kata Mita.
"Rallisa pun kekamar dan mencari FB milik Herman.
"Nah ketemu juga, aku Ett atau jangan," batin Rallisa.
"Ett aja Lisa, jangan Lisa, gensi tau dia musuh mu," batin Rallisa.
" Kalau gak Meett, aku penasaran," batin Rallisa.
"Tapi di ett aku malu," kata Rallisa.
"Tapi udah lah," kata Rallisa.
Dia pun meett FB Herman.
Di lain tempat Herman yang chat dengan teman-teman bingung ada notipasi dari FB mengatakan pemberitahuan bahwa ada yang ingin berteman. Herman bingung dan terheran karena itu FB milik musuh bebuyutan nya.
"Tumben ni anak mau meett," kata Herman.
" Di terima gak ya,," batin Herman.
"Di terima aja dia kan cantik dan baik siapa tau dia menjadi kekasih mu sisi lain hatinya. Jangan dia akan menjadi musuh mu di dunia nyata dan dunia maya sisi lain hatinya.
"Tapi kalau tak di terima aku penasaran ," batin Herman.
__ADS_1
"Tapi bila di terima aku takut kami berdua akan bertengkar," batin Herman.
Di sisi lain, Kamu kepedean Lisa, kirim perteman dia mana mau menerima kamu," batin Rallisa.
Di lain tempat Mita dan Hesti sedang chat.
"Misi kita akan berhasil," kata Mita.
"Yang benar," kata Mita.
"Benar lah, malah tadi Lisa tanya FB Herman," kata Mita.
"Bagus dong biar mereka berdua tak jomblo," kata Hesti.
"Benar tu, biar mereka berdua bisa berteman terus, gak kaya kucing dan anjing," kata Mita.
"Benar tu aku bisa gila kalau mereka terus bertengkar," kata Hesti.
"Iya sic, tapi seru juga kaya nonton bioskop gratis," kata Mita.
"Bioskop kepala mu," kata Hesti.
"Haaaa, kan mau nonton bioskop," kata Mita.
"Eh Mita, jadi ingat aku dulu sama bang Fahmi," kata Hesti.
"Benar kamu kan dulu sama bang Fahmi terus bertengkar dulu pertama masuk SMA," kata Mita.
"Benar, tapi akhirnya jodoh juga," kata Hesti.
"Betul cinta dan benci beda tipis," kata Mita.
"Aku kangen saat itu, apalagi aku di hukum ketika waktu MOS, gara-gara terlambat masuk barisan di saat itu aku dan Ka Fahmi menjadi musuh bebuyutan," kata Hesti.
"Kenangan itu tak terlupa kan, tapi tak patut di ingat ," kata Mita.
"Benar tapi takdir dan jodoh menjadi misteri, aku dan Ka Fajar tak bersatu," kata Mita.
"Benar," kata Hesti.
Jodoh itu sebuah Misteri, meski kita tak saling kenal, tapi kita bisa dekat, bertemu dan saling mencintai, meski kita saling dekat bila tak jodoh maka terlepas juga.
"Malam yang dingin memang mencekam, kala cinta yang kita butuh dan menjadi pedoman masa yang akan datang terhalang oleh restu dari orang tua, maka tak akan sejalan.
"Biar kan bunga layu di tangan, pasti dia akan bertunas dan mekar di kemudian hari.
"Mit, kamu jangan mengigat ke belakang, karena mantan ada tempatnya," kata Hesti.
"Iya Hes," kata Mita.
Tiba-tiba datang SMS dari Rian.
"Mah, kangen mau cium," kata Rian.
"Pah ni, ada-ada aja di tahan dulu rindu nya," kata Mita.
"Awas aja kalau ketemu, ku gempur habisan mamah," kata Rian.
"Kalau bisa," kata Mita.
"Bisa lah mah," kata Rian.
"Anak-anak kan tidur kamar kita mas," kata Mita.
"Suruh mereka tidur bersama Lisa dan Ibu," kata Rian.
"Ah pah, anak sendiri di asingkan," kata Mita.
"Demi ingin berdua mah," kata Rian.
__ADS_1
"Terserah pah deh," kata Mita.
"Iya mah," kata Rian.
"Pah, mah bobo dulu ya," kata Mita.
"Silakan mah, Good naigt ," kata Rian.
"Good naigt Too," kata Mita.
Mita pun tidur dan anak-anaknya.
@@@@@@
Malam pun berganti siang, matahari pun mulai mengeluarkan cahayanya, Mita masih berkutat di tempat tidurnya.
"kenapa akhir ini aku malas dan suka bangun terlambat," batin Mita.
Mita pun bangun dan menuju kamar mandi buat mandi. 30 menit kemudian dia pun keluar kamar dan melihat Rallisa melamun di meja makan.
" kamu kenapa de?" tanya Mita.
"Mungkin kah aku jatuh cinta ," kata Rallisa.
"Hah kamu jatuh cinta sama siapa?" tanya Mita.
"Apa Ka, siapa yang bilang jatuh cinta ka,"Kata Rallisa.
"Luo tadi apa de," kata Mita.
"Mungkin kakak salah dengar ," kata Rallisa.
"Mana mungkin de," ka gak budeng kok ," kata Mita.
"Yaudah ka, pasang baju sana, aku mau nyiapin serapan dulu, kata Rallisa, menghindari pertanya Mita.
"Kenapa juga mulut ini bisa keceplosan ," batin Rallisa.
"Apa aku salah dengar tapi gak** ***mungkin, Lisa mengatakan dia jatuh cinta dengan tegas," Batin Mita.
"Aku memang sudah jatuh cinta pada Herman, tapi aku tak dia menolak aku, jangan kan jadi kekasihnya, FB aku aja gak dia konfirmasi dari malam tadi," batin Rallisa.
Semangat Lisa," batin Rallisa lagi.
Aku tau akan ada kebahagian setelah ada kehancuran, aku tau aku tak sempurna tapi kau akan datang melengkapi agar aku sempurna, sebuah bunga tak akan hidup dan mekar tanpa tangkai dan batangnya.
"Tuhan semoga keputusan aku ini yang terbaik di saat aku ingin memulai lagi mencintai," batin Rallisa.
"Apakah aku harus menerima permintaan pertemanan dari Rallisa ya, siapa tau kami berdua bisa dekat ," batin Herman.
"Kenapa de, bengong?" tanya Hesti.
"Aku rasa aku mulai jatuh cinta ka," kata Herman.
"Hah sama siapa kamu jatuh cinta?" tanya Hesti heboh .
"Apaan sic ka, siapa juga yang jatuh cinta," kata Herman.
"Tadi kamu bilang apa," kata Hesti.
"Gak bilang apa-apa kok ka," kata Herman.
"Tapi ka dengar jelas kok," kata Hesti.
"Kakak mungkin salah dengar hari ini Herman mulai bekerja di rumah sakit ka," kata Herman.
"Selamat Ya de," kata Hesti.
"Selamat ," batin Herman***.
__ADS_1