
Pov Ariya
"Ariya, uang gajih kamu biar, Ibu yang pegang ya, Ibu liat Mita boros sama uangnya," kata Ibu.
"Tapi, Bu," kata Ariya.
"kamu, mau nanti hidup tanpa tabugan," kata Ibu.
"Iya deh terserah Ibu saja," kata ku.
Dari saat itu aku terus simpan uang ke Ibu dan Mita terus bertanya uang ku kemana dia mau beli susu dan Pampres aja gak bisa.
" Mas, minta uang dong, Kanaya mau habis susu dan Pampres nya," kata Mita.
"Tanya Ibu, de," kata ku.
"Ku tanya Ibu, Mas?" tanya Mita.
" Uang ku di Ibu de ," kata ku lagi.
" Ku, Ibu yang nyimpan Mas, aku di anggap apa mas ," tanya Mita.
"Kamu boros sama uang, makanya Ibu yang simpan," kata Ibu.
" Boros dari mananya Bu?" tanya Mita.
" kamu di kasih 50 ribu Sehari, habis sehari aja kamu kira cari uang enak," kata Ibu.
__ADS_1
"Kalau 50 ribu sehari dianggap Ibu boros, silakan Ibu yang beli segala sayur, beras atau perlengkapan dan gas, kan uang Mas Ariya, Ibu yang pegang," kata Mita.
"Beraninya, kamu bilang begitu sama Ibu?" tanya Ibu.
"Kan Ibu bilang, Mita Boros silakan Ibu yang belanja lagi dan aku tak akan belanja, dan bagian mu mas, kamu yang beli susu dan Pampres," kata Mita.
"Tapi, aku sibuk de," kata ku.
" Aku, tak perduli," kata Mita.
Mita pun beranjak dari tempat duduknya dan kekamar, sesampai di kamar dia pun menutup pintu degan nyaring.
"Awas bisa rusak pintu kamar tu nanti," kata Ibu.
"Aku pun bigung degan keadaan ini di sisi lain dia istriku dan disisi lain Ibuku orang yang telah membesarkan ku.
"Bu, Ariya berangkat dulu," kata ku.
" Aku pun keluar rumah, dan masuk ke mobil, di perjalan aku pun melamun.
di tegah jalan aku tak sengaja menabrak mobil yang di depan.
" Astaga kenapa aku bisa melamun sic semoga aja mobil itu tak rusak parah," kata Ku .
"Mas, bisa bawa mobil gak," kata seorang cewek yang megetuk pintu mobilku.
" Maaf mbak," kataku.
__ADS_1
" Mas harus ganti rugi," kata Mbak itu.
" Ya udah , kita kebengkel dulu ," kata ku.
" Kami pun ke bengkel, karena waktu mepet karena jam kerja mau mulai dan cewek itu juga, aku pun menawar berangkat bersama, dan nanti siang kami ambil mobilnya.
Dia pun setuju dan kami pun berangkat .
Di dalam mobil kami pun saling berkenalan dan di sini kegilaan itu terjadi.
" Waktu pun berlalu aku pun sering jalan bersama dan makan siang, dan aku lupa ada anak istri di rumah menanti ku.
Aku terbuai akan kecantikan dari Vanya, lain dari Mita yang kucel dan bau asap.
Sering berjalan kami pun tak luput dari dosa, malam itu Vanya mengatakan dirinya hamil.
" Mas, aku hamil,1 bulan," kata Vanya.
" Apa, Van, aku sudah punya istri dan anak," kataku.
" Aku tak perduli mas, aku mau kau bertagung jawab," kata Vanya.
"Apa kamu mau, hidup di madu karena aku tak mungkin bercerai karena ada Kanaya di antara aku dan istriku," kataku.
" Aku tak perduli, Mas, asalkan kau ada waktu untuk ku," kata Vanya.
" Aku akan selalu ada waktu buat kamu," kata ku.
__ADS_1
" Mulai saat itulah aku pun menikah degan Vanya dan di hadiri Ibu, Ibu merasa bahagia karena aku menikah degan orang kaya,tapi kasian nasib Mita dan Kanaya aku tak pernah adil kepada mereka.
Aku menyesal telah bermain api di belakang istri ku, yang berjuang degan ku dari nol," kata Ariya.