
***Hari ini Rian pulang, dia selalu merindukan keluarga kecilnya. Terdengar suara mobil di depan rumah.
"Siapa yang datang Ai?" tanya Mita.
"Paling Tante Hesti mah," kata Aira.
Rian pun memasuki rumah dengan wajah cemberut.
"Pah pulang gak di sambut sic malah pada nonton tv ," kata Rian.
"Pah," kata Ali.
Kanaya pun berlari memeluk Papahnya.
"Kenapa mas tak memberi tau kalau akan pulang, aku tak ada kepasar membeli bahan makanan," kata Mita.
"kejutan sayang," kata Rian.
"Aira gak kangen apa sama pah?" tanya Rian.
"Gak lagi, kalau mamah aku bisa kangen kalau jauh," kata Aira.
"Sekarang anak papah berubah gak sayang papah lagi," kata Rian memelas.
Aira pun merasa bersalah kepada papahnya.
"Gak kok Ai, kangen pah dan tak jauh terus dari pah," kata Aira.
"Al, Tante Lisa mana? tanya Rian.
"Ada Pah di kamar, udah gila Tante tu, kadang marah, ketawa dan tersenyum," kata Aira.
"Hah, kok bisa," kata Rian.
"Kesambet mungkin Pah," kata Ali.
"Benar mah?" tanya Rian kepada Mita.
"Benar kesambat jin cinta," kata Mita.
"Oh gitu tu, pantas," kata Rian.
"Pah, Tante Lisa bisa sembuh kan pah dan jin nya gak ganaskan?" tanya Ali.
"Pah aku takut Tante kenapa," kata Aira.
Aira, Ali dan Kanaya pun berlari mendatangi tantenya.
"Tante," kata mereka serempak.
"Ada apa kalian seperti ini?" tanya Lisa.
"Tante gak kenapa-kenapa kan, jin nya gak jahat kan Tan," kata Aira.
"Jin apa?" tanya Lisa.
"Kata mamah Tante kerasukan jin cinta," kata Ali.
"Apa mamah mu bilang gitu," kata Lisa.
"Iya Tan," kata Aira.
" Kakak, kenapa bilang aku kerasukan jin cinta ," teriak Lisa.
"Woi jangan teriak ini bukan hutan ," kata Rian.
"Apa kok ada suara ka Rian," batin Lisa.
"Papah kalian ada?" tanya Lisa.
__ADS_1
"Ada Tan baru aja datang", kata Aira.
"Mampus aku habis di bubuly ka Rian," batin Lisa.
"Eh cacing gerami jangan ikut-ikutan kamu," kata Lisa sengit.
"Enak aja kamu bilang aku cacing gerami, kau kamu apa ayo," kata Rian.
"Kakak kalau pulang ngajak bertengkar terus mending gak usah pulang," kata Lisa.
"Enak bener kau mengatur hidup ka," kata Rian.
"Benar kok dari pada kakak, mengajak bertengkar terus," kata Lisa.
"Aku pulang kangen sama anak-anak tau," kata Rian.
"Alah bilang aja kangen sama istri," kata Lisa.
"Tuh udah tau," kata Rian.
"Udah kenapa kalian berdua kalau ketemu pasti bertengkar terus kaya kucing dan anjing," kata Mita.
"Dia yang mulai ka ipar," kata Lisa.
"Enak aja kamu yang mulai," kata Rian.
"Kalian dua sama," kata Mita.
Malam pun semakin larut dan semua orang pun masuk ke kamar nya masing-masing.
"Mamah, papah kangen tau," kata Rian.
"Papah ni kaya pasangan anak muda aja ," kata Mita.
"Kangen tu bukan pasangan anak muda saja mamah," kata Rian.
"Iya pah kangen sama mamah atau kangen sama yang di bawah?" tanya Mita.
"Mah, pah mau nambah anak lagi," kata Rian.
"Iya sabar pah kan belum di beri, kan kita menikah aja baru 3 bulan," kata Mita.
"Iya mah," kata Rian.
"Pah, apa di kantor papah banyak wanita?" tanya Mita.
"Banyak lah mah, tapi cinta aku cuma mah seorang," kata Rian.
"Oh pantas bucin," kata Mita.
"Biarin bucin sama istri sendiri," kata Rian.
"Mah yuk," kata Rian.
"Oke pah ," kata Mita Malu.
"Mereka berdua pun melakukan hanya mereka dan Tuhan yang tau.
Selesai melakukan hubungan itu mereka berdua pun tidur dengan nyaman.
Malam pun berganti dengan pagi, Risa berkutat dengan masakannya dia ingin belajar memasak dengan baik supaya nanti dia bisa memasak buat suami dan anak-anaknya.
jam menujuk angka jam 8 pagi, dua pasang itu baru bangun tidur.
"Astaga aku kesiangan, anak-anak belum serapan," kata Mita.
Dia pun segra ke kamar mandi dan mandi dengan tergesa-gesa dan memasang baju, dan membangunkan suaminya.
"Pah bagun cepat mandi biar kita bisa serapan bersama, mamah mau masak dulu," kata Mita.
__ADS_1
"Jam berapa sekarang mah," kata Rian.
"jam 8 pagi pah," kata Mita.
"Astaga udah siang," kata Rian.
Mita pun menuju dapur dan ingin memasak nasi goreng , di meja makan terhampar segala masakan tapi belum di sentuh.
"Banyak sekali siapa yang memasak apa ada tamu yang datang, lalu Ibu memasak," batin Mita.
"Ai, siapa yang memasak sebanyak ini?" tanya Mita.
"Tante Lisa mah, dia semangat masaknya," kata Aira.
"Aneh, jatuh cinta kok hobi memasak," batin Mita.
"Ya udah mah kekamar dulu," kata Mita.
"Iya mah," kata Aira.
Sesampai Mita di kamar dia melihat Rian memasang bajunya.
"Pah aneh bangat," kata Mita.
"Aneh apanya, kenapa mamah cepat memasaknya," kata Rian.
"Di meja makan kita terhampar masakan berbagai macam masakan dan anehnya yang memasaknya kamu tau?"tanya Mita.
"Mana aku tau," kata Rian.
"Lisa pah yang memasak," kata Mita.
"Serius mah," kata Rian.
"Serius, coba pah liat mah mau telpon Hesti suruh bawa Fahmi dan Herman makan disini," kata Mita.
"Benar tu mah," kata Rian.
Mita pun menelpon Hesti, dia tau pasti Hesti belum masak.
Tut Tut Tut suara telpon tersambung .
Di lain tempat Ning nong suara dering telpon.
"Siapa sic nelpon di pagi ini," kata Hesti mengerutuk dia pun mengangkat telpon mata masih terpejam.
"Halo apa-apa sic nelpon orang pagi buta ," kata Hesti sengit.
"Hey kupil unta pagi buta apanya, kamu buta apa ni sudah jam setengah 9 ," kata Mita.
"Apa kesiangan aku jadinya," kata Hesti.
"Iya , kesini bawa Herman dan Fahmi kesini, serapan bersama," kata Mita.
"Oke aku bersiap dulu," kata Mita.
"Mas bagun kita harus kerumah boss mu," kata Hesti.
"Ada apa de kok kerumah boss ?" tanya Fahmi.
"Mau serapan bersama ," kata Hesti.
"Yaudah yuk, kita mandi," kata Fahmi.
Mereka berdua pun mandi, Hesti mandi di dalam kamar dan Fahmi di ruang tamu
Selesai bersiap-siap Hesti pun memanggil Herman.
"Man yok ikut ka gak masak serapan," kata Hesti.
__ADS_1
"Iya ka," kata Hesti.
Apakah bakalan ada Perang lagi atau kah ada kedamai dari kedua musuh bebuyutan***.