Kau Akan Menyesal

Kau Akan Menyesal
Ingin Bertemu .


__ADS_3

"Oh gitu, om pulang dulu ya," kata Devano.


" iya Om," kata Si kembar.


Devano pun pulang dengan hati yang sakit.


Di rumah yang besar ada kericuhan.


"Aku ingin bertemu dengan Ai," kata Bunda Mita.


"Sabar Bun tak semudah itu, kita bikin aja acara seperti tak sengaja gitu," kata Anaya.


"Aku setuju Ana," kata Rina.


"Gimana Kalau Senin depan kita bikin acara buat pemilihan anak yang berprestasi dan kita juga harus membawa orang tua nya dalam bentuk Undangan," kata Anaya.


"Oke aku siap bikin undangan nya," kata Rina.


"Sekolah itu memang bunda hadiah kan buat cucu Oma kare itu sekolah internasional dari paud sampai sekolah menengah atas.


"Oke kalau gitu kita Deal ya ," kata Rina.


"Oke Deal ," kata Anaya.


@@@@@@


matahari pagi pun bersinar dengan terangnya, kehidupan si kembar pun ramai mereka berdua sering juga bertengkar dan saling memusuhi. tapi tetap menyayangi.


Seperti pagi ini Asrlan membuat Aila nangis gara-gara sepatunya di lempar Asralan sampai gak ketemu, akhirnya Asralan pun di hukum mamahnya.


"Maaf kan Asralan mah, aku gak sengaja," kata Asralan.


"Kamu udah keterlaluan, mamah tak mau punya anak yang bandel," kata Aira.


"Maaf mah," kata Asralan.


"Gak ada maaf ," kata Aira.


"Mamah maaf kan kakak mah, kasian nanti kita beli aja ya sepatu nya," kata Asila.


"Anaknya yang ini emang hobi berbalanja, .


Aira pun mengantar mereka berdua pun ke sekolah dan setelah berbasa - basi dengan guru anaknya dia pun berangkat ke Cafe nya.


" Anak-anak mat pagi," kata Bu Rina.


"Pagi Bu," kata Anak-anak serempak.


"Ini ada undangan buat orang tua kalian ya hari senin harus bawa orang tua," kata Rina.


"Baik Bu," kata Anak-Anak.


Asrlan dan Asila nanti pulang sama ibu ya ada yang mau ketemu kalian," kata Bu Rina.


"Boleh Bu, tapi tanya mamah dulu," kata Asrlan.


"Oke nanti ibu telpon," kata Bu Rina.


Rina pun menelpon Aira dan mengatakan bahwa dia membawa kembar jalan-jalan bersama nya.


"Aira tak tau maksud apa -apa pun menyetujui nya.


Setelah jam pulang pelajaran dia meminta semua orang berkumpul di rumah mertuanya.


Semua orang pun me iyakan.


"Di rumah yang besar dan megah pun menyediakan makan buat menyambut tamu yang istimewa kata Rina.


"Semua pelayan di kerah kan buat masakan yang enak dan nikmat.

__ADS_1


Anaya pun sudah sampai bersama Daren, dan di susul oleh Ali.


"Rina belum datang bun?" tanya Ali.


"Belum," kata Bunda.


"Ada apa ya Rina mengungkapkan kita," kata Anaya.


tidak lama kemudian Bu Salma dan pak Hendro pun datang.


"Luo papah dan mamah kesini juga?" tanya Anaya.


"Iya tadi Rina telpon ada yang ketemu , katanya," kata Bu Salma.


"Kami juga," kata Daren.


Tak lama kemudiaan orang yang di tunggu pun datang, Rina keluar dengan membawa 2 anak kecil yang bersama Fani.


"Luo anak kecil itu siapa?" tanya Ali.


"Seperti tak asing wajahnya pah," kata Salma.


"Seperti Devano waktu kecil," kata Pak Hendro.


"Benar tu Pah," kata Bu Salma.


"Asralan dan Asila kenal kan diri kalian," kata Rina.


"Kenal kan nama saya Arslan Wiliam Pertama Erlanga," kata Arslan.


"Nama ku Asila Dewi permata putri pertama Erlanga," kata Asila.


"Nama Ibu kalian siapa?" tanya Ali.


"Aira Permata Dewi Rian wijaya," kata Arslan.


"Keponakan om, kata Mamah dia hidup sebatang kara, waktu kami tanyakan dan bilang bahwa papah udah meninggal," kata Aslan.


" Kami lah keluarga mamah mu," kata Anaya.


"Tapi kenapa kalian tega membuang mamah di desa terpencil dan membuat mamah Menderita bersama kakek ," kata Aslan.


"Kami tak tau ibu mu pergi kemana kami udah lama mencari nya," kata Ali.


"Om gak bohong kan," kata Asila.


"Gak kok cantik," kata Ali.


"Kata kalian kakek yang mana bersama mamah kalian?" tanya Anaya.


" kakek Ayah dari mamah," kata Asila.


"Terus kakek di mana?" tanya Ali.


"Kakek udah lama meninggal waktu kami berumur 4 tahun makanya mamah pindah kesini dia tak mau menangis terus, kasian mamah tiap malam terus menangis," kata Asila.


"Ayah maaf kan aku ," batin Ali.


"Nak ini opa dan Ini Oma mu dari Ayah mu," kata Hendro.


"Opa dan Oma," kata Asila.


"Iya sayang," kata Hendro.


"Opa Oma, kami udah lama mau memeluk kalian," kata Asila.


"Kami juga sayang," kata Hendro.


"Opa dan Oma, tenapa teluk Olang acung," kata Aurel.

__ADS_1


"Aurel ini kakak kamu nak, sama seperti kakak Fani," kata Anaya.


"Oh meleka anak ciapa mah?" tanya Aurel.


"Mereka anak om Devano samanTante Aira," kata Anaya.


"Oma apa Papah udah meninggal, kami mau ke makamnya, mamah tau mau membawa kami kesana karena kami masih kecil , katanya," kata Asila.


"Hendro merasa terdiam mendengar perkataan cucu nya dia pun melihat orang satu - persatu semua orang pun mengangguk kepalanya.


" papah kalian masih hidup nak," kata Hendro.


"Tapi kata mah," kata Asrlan.


"Opa tak tau alasan mamah mu, tapi papah mu masih hidup," kata Hendro.


"Kami mau bertemu tapi takut bunda marah," kata Asila.


"Besok kalian kan liburan, kalian bisa kerumah Opa dan Oma besok tapi jangan di bawah mamahnya.


"Emang kenapa Oma?" tanya Asila.


"Mamah mu tak mau kita bertemu lagi," kata Salma.


"Jadi kami gak boleh bilang ke mamah," kata Asila.


"Iya sayang," kata Oma.


"Nenek siapanya kami?" tanya Asila kepada Mita.


"Aku nenek dari bunda mamah kalian," kata Bunda Mita.


"Jadi nenek kami juga?" tanya Asila.


"Iya sayang, kamu ngemasin kaya mamah mu dulu gak berhenti bertanya kalau gak dapat jawab nya," kata Bunda Mita.


"Ya sudah kita makan dulu," kata Ali .


"Semua orang pun menuju ruang makan.


"Mita mengambil nasi ke piring Asila dan Salma juga mengambil nasi ke piring Aslan.


"Asila mau apa ?" tanya Bunda Mita.


"Ikan asin, tumis kangkung dan Capcay," kata Asila.


"Dasar anak nya mbak Aira gak jauh dari ikan asin ," kata Aina.


"Kan mbak Aira pengemar ikan Asin dan tumis kangkung," kata Ali .


"Kalau kamu ganteng mau makan apa ?" tanya Salma.


"Mau makan Rendang daging dan Udang Crispy," kata Asrlan.


"Nah ini gak jauh dari kakak Vano," kata Daren.


"Betul sifatnya dan makan nya," kata Anaya.


"Udah kita makan ya," kata Bunda Mita.


"Mita merasa sedih suaminya meninggal kan dia tak ada di samping nya.


"Semoga kau tenang di alam sana mas," kata Mita.


"Nenek, Mamah dulu tinggal sini ya?" tanya Asila.


"Iya cantik, kamar mamah mu di atas ," kata Mita.


Di lain tempat tak jauh dari cafe seorang lelaki yang ingin sekali bertemu dengan istri nya tapi tak bisa karena malu.

__ADS_1


__ADS_2