Kau Akan Menyesal

Kau Akan Menyesal
Ingin berdamai


__ADS_3

***20 menit kemudian keluarga dari Fahmi sampai di rumah.


Tokkk pintu di ketok dari luar.


"Ai, buka pintu nak, siapa tau Tante Hesti," kata Mita.


"Iya mah," kata Aira.


Ceklek pintu pun di buka muncul lah anak kecil dari dalam.


"Mat pagi, Tante ,om dan om Herman.


"Pagi cantik ," kata Hesti.


"Silakan masuk Tante," kata Aira.


"Iya sayang mah kamu mana?" tanya Hesti.


"Dapur Tan, bikin jus sama susu ," kata Aira.


"Yaudah Tante kedapur dulu," kata Hesti.


Fahmi, Herman dan Rian duduk di ruang keluarga.


"Om man gak belatam tagi tama antet Ica," kata Kanaya.


"Gak sayang," kata Herman.


"Tumben om gak mau beratam, biasanya kalau ketemu kaya kucing dan anjing," kata Aira.


"Ai jaga omongan mu nak," kata Rian.


"Tapi Pah apa yang di katakan kakak benar," kata Ali.


"Gak boleh gitu," kata Rian.


"Om cuma ingin berdamai," kata Herman.


"Karena berdamai itu indah kan om," kata Aira.


"Iya sayang," kata Herman.


"Semoga saya om dan Tante Risa berjodoh ," kata Aira.


"Gak boleh begitu sayang," kata Rian.


" Kalau Tante ada jodoh gak jombol lagi pah, kan ada om yang di omelin jadi kami kan aman gak sakit lagi telinga karena omelan Tante," kata Aira.


Ayo kita semua serapan," kata Hesti.


Semua orang pun menuju ruang makan. Rian dan Mita berseblahan, Fahmi dan Hesti, di sebelah Mita Kanaya, Aira dan di sebelah Rian Ali. Di sebelah Hesti Herman, karena tak ada tempat duduk lain terpaksa Risa duduk di samping Herman.


Semua orang pun makan dengan lahap.


"Tumben masakan mu beda Mit, terlalu banyak bawang putih dan kemiri," kata Hesti.


"Bukan aku yang masak, itu adalah Risa yang masak, dia mau belajar masak katanya supaya bisa menjadi ibu yang bertanggung jawab kepada suami dan anak," kata Mita.


"Oh tapi enak kok buat yang belajar," kata Hesti.

__ADS_1


"Dulu pas Hesti belajar masak seluruh dapur berantakan dan keasinan ," kata Fahmi.


"Iya itu kan dulu mas," kata Hesti.


"Ka Hesti mana bisa masak dulu mamah yang terus masak," kata Herman.


"Maklum apa-apa mah", kata Mita.


"Mana ada juga," kata Hesti.


"Benar tu, waktu ikut acara kemping, Aku , Hesti, Alina, dan Fajar kami berempat satu tim, malah kami tersesat, malah Hesti yang sok berani mencari jalan, pas ada gubuk tengah hutan, malah dia angap gubuk hantu, padahal punya penebangan kayu," kata Mita.


"Aku waktu itu sangat takut," kata Hesti.


"Ah alai, kamu sampai teriak, aku dan fajar sampai terjatuh," kata Mita.


"Yang kalian dua, jangan kan mencari jalan malah pacaran ," kata Hesti.


"Mana ada kami cari sinyal buat nelpon, kamu aja yang lebai dan nangis terus mangil mamah mu terus," kata Mita.


"Orang cari jalan mereka berdua duduk di tanah sambil pegang bunga romantis amat, kaya milik berdua," kata Hesti.


Tess ada yang berdesir di hati Rian, ada rasa cemburu.


"Aku dulu ya," kata Rian.


"Iya Mas," kata Mita.


" kalau ingin ngbrol lebih lama lanjut aja," kata Rian menyindir.


" Iya mas," kata Mita lagi.


Fahmi melihat muka bossnya merah padam dan menahan marah pun mengajak Hesti untuk pulang.


"Yang pulang yok," kata Fahmi.


"Nanti dulu mas," kata Hesti.


"Aku banyak pekerjaan, kalau kamu mau tinggal silakan," kata Fahmi ketus.


Mendegar suaminya berbicara ketus dan marah, Hesti pun ikut suaminya pulang.


Herman dan Lisa pun keteras untuk mengobrol.


" Ai pah mana?" tanya Mita.


" Kamar mah," kata Aira


"Yaudah mah kekamar dulu," kata Mita.


"Iya mah," kata Aira.


"Mas kamu kenapa sakit," kata Mita.


"Gak, udah ngbrol nya," kata Rian.


"Udah dong," kata Mita.


"Semagat ya ngomongin mantan," kata Rian.

__ADS_1


"Jadi kamu cemburu mas ," kata Mita.


"Terus kamu liat apa," kata Rian.


"Mas, Fajar masa lalu aku sekarang kamu dan anak-anak lah masa depan aku," kata Mita.


"Apa kah benar kata mu sayang, apa kah kau menerima aku andai aku tergoda oleh wanita lain.


"Aku akan tetap menerima kamu apa adanya mas asal kamu jangan main tangan, dan aku jamin sampai kamu bermain api bukan aku yang melabrak pelakor mamah, Aira, Ali dan Lisa yang duluan yang bertindak," kata Mita.


"Aku tak mau kau jauh dan meninggal kan aku," kata Rian.


"Tak ada yang memisahkan kita," kata Mita.


"Mah pernikahan kita udah 3 bulan ni, apa mah belum ada tanda kehamilan?" tanya Rian.


"Belum pah," kata Mita.


"Mungkin belum waktunya ," kata Rian.


"Mungkin, Berdoa lah Pah semoga secepatnya kita menimang bayi," kata Mita.


"Amin," kata Rian.


Di teras depan sepasang muda mudi saling ingin berbicara.


"Aku minta maaf," kata mereka berdua serempak.


"Kamu dulu," kata Herman.


"Tidak silakan kamu aja," kata Lisa.


"Baik lah, aku minta maaf selama ini membuat mu terus kesal," kata Herman.


"Aku memaafkan mu kok," kata Lisa.


"Mulai saat ini kita berteman ya ," kata Herman.


"Iya, dan aku juga minta maaf mas," kata Lisa.


"Kalau lebih dari teman juga bisa kok," kata Herman.


"Mana ada," kata Hesti.


"Mereka berbincang tentang pendidikan, kerjaan dan sebagainya.


Di dalam kamar, tiba-tiba Mita merasa kepala nya pening dan ingin muntah.


"Hueekkk, Hueekkk suara muntahan Mita.


"Kamu kenapa Mah," kata Rian.


"Mah gak kenapa kok pah , mungkin mah kecapean," kata Mita.


"Mamah tidur aja dulu," kata Rian.


"Iya pah,' kata Mita.


"Ai ambil kan mamah air maneral," kata Rian.

__ADS_1


"Iya pah," kata Aira***.


__ADS_2