
" *Akhirnya bahagia juga melihat seyum anak-anak aku, Tuhan jangan rengut kebahagian dari ku," batin Mita.
"Mamah, minta uang dompet pah ketinggalan di mobil," kata Aira.
"Ini sayang," Mita memberikan uang dua ratus ribu ke anak pertama nya.
"Terimakasih mamah," kata Aira.
"Sama-sama sayang main yang asik ya, kalian gak sering keluar rumah ," kata Mita.
"Iya mah," kata Aira.
"Mamah, aku mau es krim ," kata Ali.
"Nanti aja ya nak, tunggu keluar dari istana balon ," kata Mita.
"Iya mah," kata Ali.
Ali dan Kanaya bermain dengan senang, mereka berdua ketawa lepas, seakan tak ada beban yang di tangung.
Lama aku memperhatikan mereka berdua aku pun tak melihat samping aku ada Firman dan kekasih gelapnya mengantar anaknya juga.
"Eh ada manta di sini rupanya " kata Kekasih Firman, aku lupa namanya.
" Udah lah sayang, jangan mencari keributan," kata Firman.
"Siapa yang mencari keributan," kata Nya lagi.
" Firman, apa kekasih mu tak punya sopan santun," kata Mita.
"Bilang aja kamu kalah dari aku karena tak mendapat Firman lagi," kata Silvia.
"Maaf aku tak mau mengambil barang bekas yang udah aku buang," kata Mita.
"Suami supir aja bangga," kata Silvia.
"Biar pun sopir tapi aku bahagia dan dia tak punya istri meski duda beranak dua," kata Mita.
"Situ gak malu ambil bekas orang," kata Silvia.
" Maaf aku atau anda yang harus malu, sebelum anda mengatakan orang lain coba liat diri anda dulu, apa kah kelakuan ada udah benar yang menjadi pelakor pada suami orang lain," kata Mita marah, wajahnya merah padam.
"Firman tau kalau Mita marah, Hesti pun tak bisa menandingi, apalagi kalau orang mengusik apa yang di miliki.
"Sudah sayang, kamu harus fukus ke Gea aja jangan gangu orang lain," kata Firman.
"Tapi dia yang duluan sayang," kata Silvia.
"Sejak kapan aku memulainya, apa kamu buta aku dari tadi duduk di sini gak ada gangu kamu," kata Mita sewot.
"Eh wanita gatal bisa diam gak kamu, kalau kamu masih suka sama kekasih orang bilang,'"kata Silvia.
"Siapa bilang gak ada kan, asal kamu tau gak usah bangga dengan diri anda yang menjadi pelakor, karena dari dulu kamu tu orang yang suka merebut milik orang lain," kata Mita.
"Jaga mulut mu ******," kata Silvia marah .
__ADS_1
Mita pun mengepal tangannya menahan emosinya.
"Kamu bilang aku ******, apa kamu di katakan apa," kata Mita.
"Aku wanita baik-baik ,' kata Silvia.
"Wanita baik-baik dengan merebut punya orang lain dan berani menjalin hubungan dengan suami orang lain," kata Mita.
"Cukup Mita,'" kata Firman.
"Kamu menyuruh aku diam, tetapi kekasih selingkuh mu dari tadi menghina aku kau diam aja," kata Mita.
"Iyalah dia membela aku karena aku kekasihnya, calon dari anak-anak nya , kamu adalah cuma mantan," kata Silvia.
"Iya aku lupa kalian berdua penghianat yang rela bahagia di atas penderita Wanita lain, dan kau kata Mita ke pada Silvia, kamu seorang wanita gimana perasaan mu seandai suami mu bermain di belakang mu," kata Mita tegas.
"Berhenti aku seperti ini gara-gara kamu Mit," kata Firman.
"Apa kesalahan aku terhadap kamu," kata Mita.
"Karena kau tak ingin kembali kepada aku, dan menyuruh aku menikah dengan Cetrin ," kata Firman.
"Karena aku tak ingin diri aku menjadi duri di hubungan orang lain ," kata Mita.
"Tapi kau menikah dengan orang lain," Kata Firman.
" Kamu tau dia adalah Duda dan dia tak ada kekasih nya wajar aku memilih nya ," kata Mita.
Di lain tempat Aira dan Rian bermain lempar gelang.
"Gak tau juga nak," kata Rian.
Tiba-tiba Aira melihat mamahnya sedang adu mulut dengan orang.
"Pah, itu mamah adu mulut dengan siapa," kata Aira.
"Mana," kata Rian.
" Itu Pah," kata Aira.
" Yuk kita kesana ," kata Rian.
"Tapi kamu harus tau aku sekolah jauh demi kamu, tapi apa balasannya kamu menikah dengan orang lain dan kamu di tinggal kan, itu karma," kata Firman.
"Kamu harus tau aku menikah gara-gara ibu mu terus menghina keluarga aku, dan mengatakan tak pantas anak buruh tani dengan anak kepala desa," kata Mita.
"Itu alasan mu mana mungkin ibu aku seperti itu," kata Firman.
" kamu tak tau karena kamu tak ada," kata Mita.
"Kamu jangan memfitnah Ibu ku karena menutup kebusukan mu," kata Rian.
"Aku tak memfitnah tapi itu kenyataanya," kata Mita.
"Sekali ****** tetap ****** Mita, berapa tarip mu sampai semua lelaki mau pada mu," kata Firman.
__ADS_1
"Tutup mulut mu Firman, aku tak pernah menjual tubuh aku demi ambisi aku, bukan gadis yang kamu gaet Sekarang celup sana celup sini," kata Mita marah, keningnya berkerut , mata Merah.
"Lebih baik seperti itu udah tau kalau dia terkesan nakal dari pada kamu yang diam-diam tapi menjual tubuh mu," kata Firman.
"Bukk suara orang menampar rahang Firman.
"Berani kau menghina istri aku," kata Rian.
"Kamu marah tuan Rian, dia sering aku celup dulu," kata Firman.
"Jaga mulut mu Firman, menyetuh tangan aku pun kau tak pernah, kita pacaran selalu ada Hesti," Kata Mita.
"Tapi Kenapa Ariya meninggalkan mu," kata Firman.
"Karena dia selingkuh dan menikah lagi, makanya aku meninggalkan dia," kata Mita.
" Kau memang pantas di bilang ******, Karena banyak suami ," kata Silvia.
"Pakk pipi Silvia di tampar dengan keras, tubuhnya terhuyung, telinganya berdengung,
"sebelum anda menilak aku, maka anda menilai diri anda dulu," kata Mita.
"Berani nya kau menampar pipi aku ******," kata Silvia ingin menampar wajah Mita balik.
Tapi tangannya di tahan Rian.
"Sebelum kau berani menampar istri aku, maka kau melihat dulu siapa dengan mu berhadapan ", kata Rian.
"Mulai sekarang kalian berdua aku pecat dari Perusahaan batu bara CV Buhot jaya ," akta Rian tegas.
"Haaaaa, kamu cuma Supir," kata Silvia, apa hak mu.
"Supir apanya, aku adalah memiliki Perusahaan itu," kata Rian.
"Mana mungkin, kamu kan supir," kata Silvia.
"Liat aja besok, siapa yang benar," kata Rian.
"Ayo mah kita pulang," kata Rian.
" Tapi Pah mereka belum puas bermain ," kata Mita.
"Sudah kapan-kapan kita akan datang lagi,' kata Rian.
" Ali , Kanaya, dan Aira ayo pulang," kata Rian.
" ayo pah," kata Aira dia merasa kasian dengan mamahnya.
Mereka semua pun ulang kerumah dengan wajah sedih karena belum puas bermain.
Di lain tempat, Hesti minta ini itu dengan Fahmi dan Herman. Dia menyuruh Herman memetik buah rambutan mentah buat di makan Herman.
Dan saat ini dia menyuruh Herman Mecari ikan Tungkul yang hidup , gak mau yang mati buat di bikin masak asam katanya. Sedang Fahmi di suruh mencari jamur tiram di hutan, tak boleh pulang kalau tak dapat.
"Bisa gila aku kalau seperti ini terus, mana ada ikan Tungkul yang hidup," batin Herman*.
__ADS_1