Kau Akan Menyesal

Kau Akan Menyesal
Kehidupan.


__ADS_3

Mita yang dulu di remeh kan semua orang karena anak dari buruh tani, dan tak pernah di hargai mantan suami dan mertuanya, yang di usir dari rumah mertua oleh suami dan mertuanya, kita telah menjadi wanita hebat dan sukses, meski di pernikahan kedua dia tetap gagal, tapi dia memiliki anak yang baik dan lengkap.


" Dulu aku pernah merasakan di bawah orang ,hingga ada Hesti, Salma dan Mia yang selalu bersama ku, dan waktu itu ada Farhan mencintai aku, tapi itu dulu jauh sebelum aku mengenal mas Ariya.


Sekarang mas Ariya merasakan penyesalan nya dan Mas Rian juga begitu, kembali pada mereka aku tak mau, karena menarik ulur hati ku aku tak mau, sekali berhianat tetap penghianat.


Ariya memohon dan meminta ku kembali padanya dan meminta Anaya menemui dia , tapi aku sudah mati rasa kepadanya setelah dia mengusir ku dari rumah dan pergi tanpa arah, dan Anaya aku tak bisa memaksakan dia.


Tengelam dalam penyesalan itu tak baik apa daya itu yang bisa terjadi Sekarang Ariya dan Rian cuma bisa merasa kan penderita yang mereka dua tanam.


Ariya sekarang hidup di rumah kumuh jauh dari perkotaan, dan harus hidup dalam ke terbatasan dan sering tak makan karena tak memiliki uang.


Rian dia sekarang hidup penuh kesensaran hidup yang mapan dan kaya raya dulu kita jauh deratis.


Penyesalan Rian.


Dulu aku hidup dalam kemewahan, aku terlahir dari keluarga kaya dari pasangan Bram sasongko Wijaya dan Meliana Wijaya.


Dari kecil aku hidup dalam kemewahan harta berlimpah dan tak kurang apapun, aku meliki satu adik.


Di dalam masa kuliah aku jatuh cinta dengan gadis bernama Tania Laras Barnowo, gadis cantik tinggi semampai, 3 tahun menjalin hubungan kami berdua memutus hubungan.


3 tahun dalam menjalankan pernikahan akhirnya istri ku berpulang ke pangkuan Allah bapa.


5 tahun aku menduda, hati ku mati rasa, saat itu pesta di pernikahan Keriyawan ku, aku menemukan sosok seperti Tania, dia cantik lemah lembut dan Ayu.


1 tahun menjalin hubungan akhirnya kami berdua melangsungkan pernikahan, rumah tangga kami terlihat hermonis dan bahagia, aku sangat menyayangi istri ku, hingga lahir anak si bungsu, kami bahagia menyambut anak ku.


Tapi siapa sangka pernikahan kami yang 4 tahun aku tergoda dengan seorang wanita seumur dengan anak tertua ku Aira.


3 bulan menyimpan rahasia malah aku ketahuan, sebenarnya aku bahagia aku mengetahui Dahlia mengandung anak laki-laki.


karena Mita sekarang sudah agak tua, dan tak mau lagi nelahirkan jadi apa salahnya aku menikah Dahlia, tapi siapa sangka pernikahan kedua ku telah di bangkang putra putri ku, mereka tak mau, rumah, mobil dan segalanya di rebut dari ku, aku tak memiliki apa-apa.


Mita tak mau di madu, tapi aku tak mau berpisah dari Dahlia karena aku menginginkan anak lelaki.


Tapi siapa sangka bagai di pukul seribu cambuk aku terduduk dan sedih anak yang di kandung Dahlia bukan anak ku.


Tapi aku mau saja menerima nya karena aku ingin anak lelaki, tapi di malam itu di mana mamah harus meninggalkan kami semua untuk selamanya.


"Aku terdiam karena Lisa menyalahkan aku, aku sakit melihat mamah meninggalkan kami semua dengan cara seperti ini.


Aku pun pergi ke kampung halaman Dahlia dan ingin hidup bersama nya, tapi bukan sambutan baik yang aku terima malah hinaan.

__ADS_1


Aku marah dan sengit, aku lapor mereka berdua tapi tak ada bukti .


Hati ku sakit aku rela meninggalkan rumah hanya demi bersama dia dan anak nya tapi aku malah di usir.


Aku menyesal karena harus meninggalkan rumah dan meninggalkan rumah hanya demi wanita ular itu.


Andai bisa di ulang kembali aku tak mau menghianati istri ku yang sangat mencintai aku.


Sekarang aku hidup dalam kesensaran apalah daya ini sudah takdir ku.


Aku menyesal sangat tapi tak bisa mengulangi lagi.


Aku bahagia dengan keadaan ku sekarang meski jauh dari kata mewah tapi aku bersyukur masih ada tempat berlindung dan makan, aku menikmati penyakit yang merogot ku itu karma yang aku dapat.


Aku Bahagia semua cepat bertemu ibu dan Istri pertama ku.


Airmata ku menetes ingat selalu bersama anak-anak dan istri tercinta tapi sekarang tak ada lagi.


" Ayah, jika aku sudah besar nanti aku mau jadi dokter," kata Aina sih bungsu.


"Kalau mau jadi dokter belajar yang rajin ya nak," kata Rian.


"iya ayah," kata Aina.


"Kalau Ai, mau jadi apa?" tanya Ayah.


" Apa usaha Ayah belum cukup nak?" tanya Rian.


"Bukan gitu, Ai mau hidup mendiri Ayah," kata Aira.


"Baik lah jika itu mau mu," kata Rian.


"Iya Ayah," kata Aira.


"Kalau Ali jadi apa?" tanya Rian.


"Jadi Polisi ya," kata Ali.


"Apa kau gak mau menerus perusahan kita," kata Rian.


"Gak berniat," kata Ali.


"Kalau kamu apa Ana?" tanya Rian.

__ADS_1


"Aku mau jadi Desainer Ayah," kata Anaya.


"Apa kalian gak mau menerus perusahan Ayah?" tanya Rian.


"Gak ayah kan bisa ," kata Mereka serempak.


"Bun, lihat anak-anak mu," kata Ayah.


"Biar lah Ayah jangan di paksakan, bila waktu nya nanti pasti ada ku yang gantiin Ayah," kata Bunda Mita.


"Iya Bun," kata Rian.


Sekarang waktunya udah sampai sekarang anak nya Ali , laki-laki di keluarga itu mengambil Alih perusahan itu dan Mengubur cita-cita nya demi keluarga nya.


Aku Ayah yang egois, karena kesombongan dan mata keranjang akhirnya aku binasa karena kelakuan ku.


"Aku pernah bertemu dengan Ali tapi dia menganggap ku tak ada.


Hari ini sopir perbadi Keluarga Wijaya mengantar Tuan Mudanya untuk bertemu klayen di restoran yang di tentukan.


tapi di tengah jalan mereka tak sengaja menyerempet seorang.


"Tuan kita menyerempet orang," kata sopir.


"Turun dan periksa," kata Ali.


Sopir pun turun dan menghampiri orang yang mereka serempet.


"Tuan, ini kah kamu," kata Sopir itu tak percaya melihat perubahan di hidup Rian.


"Siapa mang?" tanya Ali keluar dari mobil.


"Tuan besar den," kata Sopir.


"Oh, kasih duit aja mang, kita tak mengenal nya," kata Ali pogah.


"Tapi Tuan", kata Sopir.


"Tak ada tapi-tapian cepat kasih duit dan cabut aku udah telat miting," kata Ali.


"Maaf Tuan besar," kata Sopir.


"Tak apa-apa mang," kata Rian.

__ADS_1


Setelah memberi uang ,mobil Ali pun melanjutkan perjalanan, Ali pun tak akan mau memandang wajah Ayahnya.


Sebenci Itukah kau nak kepada Ayah," batin Rian.


__ADS_2