
***Hesti dan Herman pun pulang kerumah, Rallisa benaran marah kepada Aira.
"Mah, Tante benaran marah sama kak?" tanya Ali.
"Nanti Tante mu juga baikan kok," kata Mita.
"Biarin bang, Tante tu gak ada malunya jadi orang," kata Aira.
"Benar juga sic," kata Ali.
"Mah, Aya mau peli matana, Aya lapan dak ada matan," kata Kanaya.
"Benar adenya gak ada makan Ka?" tanya Mita.
"Ada kok mah, tapi jajan kami gak ada Tante gak ada uang cash juga ," kata Aira.
"Ade mau jajan?" tanya Ali.
"Tiya, bang," kata Kanaya.
"Bukan gak makan namanya de tapi gak ada jajan maaf, mah tadi lupa kasih uang buat Tante sama ka Aira," kata Mita.
"Gak apa-apa mah," kata Aira.
"Mah, pah ada nelpon gak aku kangen," kata Ali.
"Gak ada sayang ," kata Mita.
" Ai ini uang nya aja Ade kewarung, tapi habis jajan pulang ya," kata Mita.
"Iya mah," kata Aira.
"Yuk de, kita berangkat," kata Aira.
Mita pun masuk ke kamar buat mandi, kalau memasak Rallisa sudah melakukan nya, sayup-sayup dia mendengar tangisan.
"Maaf kan aku Brian, bukan aku tak mencintai mu, tapi kamu yang mendua kan aku, makanya aku takut jatuh cinta lagi aku teruma, tiap lelaki dekat aku, terlintas bayangan mu bersama Velin menghianati aku," kata Rallisa menagis melihat Foto dia dengan Brian.
"Oh itu yang membuat mu takut dengan lelaki de," kata Mita.
"Iya ka, aku takut di lukai lagi," kata Rallisa.
"Tapi tak semua lelaki de, kamu liat kakak, pernah gagal dalam rumah tangga tapi kakak tetap ingin bangkit membagun rumah tangga lagi," kata Mita.
"Tapi di hianati sakit ka," kata Rallisa.
"Memang sakit, tapi indah pada waktunya ," kata Mita.
"Cinta itu ibarat kan sebuah madu manis dan menyejuk kan tapi terlalu banyak memakan nya akan membuat kita batuk dan pilek, begitu juga cinta bila kita terlalu mendalami, jika kita tersakiti maka akan membekas rasanya," kata Mita.
"Kakak benar aku harus move on," kata Rallisa.
" Harus de dan ingat jangan terlalu membenci maka kau akan jatuh cinta," kata Mita.
"Mana ada ka," kata Rallisa malu.
"Mita pun pergi ke kamar mandi buat mandi.
__ADS_1
"Apa yang di katakan ka Mita memang benar, Herman orang nya baik, tapi dari awal di mulai permusuhan jadi malu minta maaf gensi dong," batin Rallisa.
"Di lain tempat Herman pun menghayal yang sama, Lisa sebenarnya cantik dan polos, tapi sayang aga jutek, mana dia baik lagi, aku malu bila minta maaf duluan," kata Herman.
Setelah mandi, Mita pun kembali ke kamarnya, ketiga anaknya menonton kartu kesayangan mereka. Tiba-tiba Hpnya berbunyi.
"Halo mas," kata Mita.
"Mah, pah kangen", kata Rian.
"Baru beberapa hari aja berjauhan pah," kata Mita.
"Iya tapi kaya setahun tau," kata Rian.
"Iya-iya ," kata Mita.
"Anak-anak mana mah," kata Rian .
" Ada nonton," kata Mita.
"Aku mau liat mereka, alih panggil jadi Vidio dong," kata Rian.
Mita pun mengalih panggilan menjadi Vidio.
"Anak-anak pah ngapain," kata Rian.
"Pah,"Kata anak-anak serempak.
"Pah, Ali kangen," kata Ali.
"Aira juga pah," kata Aira.
"Wah si kecil gak ketinggalan juga," kata Rian.
"Gimana liburannya anak-anak pah seru sic pah, tapi," kata Aira mengantung.
"Tapi kenapa sayang?" tanya Rian.
"Tapi Tante ngacaunya, pah," adu Ali.
"Luo Tante ngacau gimana?" tanya Rian.
"Tante terus berkalahi pah," kata Aira.
"Sama siapa," kata Rian.
"Sama musuh bebuyutan nya pah," kata Pah.
"Orang mana ?" tanya Rian.
"Orang sini lah masang orang Jerman pah,," kata Ali.
" Siapa tau desa sebelah bang," kata Rian.
"Siapa sic mah musuh bebuyutan Lisa?" tanya Rian.
"Herman adik nya Hesti mas," kata Mita.
__ADS_1
"Yang tinggi, putih dan calon dokter kah mah,"kata Rian.
"Iya pah," kata Mita.
"Tumben Lisa mau dekat cowok, biasanya jangan kan dekat melihatnya aja dia udah benci," kata Rian.
"Mah juga gak tau kok pah," kata Mita.
"Ada kemajuan tu mah, benci jadi cinta," kata Rian.
"Bisa jadi pah," kata Mita.
"Mah, pah kangen," kata Rian lagi.
"Aneh pah kaya anak kecil," kata Mita.
"Biarin," kata Rian.
"Ya udah pah begitu jelek," kata Mita.
"Mah gak peka, orang rumah ngangenin tau gak," kata Rian.
"Gak pah, karena banyak yang di luar," canda Mita.
"Mah mau pah Carin satu," kata Rian.
"Jangan pah, awas kalau papah ngelakuin, mamah potong burungnya," kata Mita.
"Jagan mah, apa yang di pakai kalau di potong," kata Rian.
"Biar gak ada," Kata Mita.
"Mah jahat," kata Rian.
"Pah udah makan atau belum?" tanya Mita.
" Belum mah nanti aja," kata Rian.
"Tak baik menunda pah, ini mah juga mau makan ," kata Mita.
"Iya mah ku sayang, umaahhhhh," kata Rian.
"Umaaah balik," kata Mita.
Hp pun di mati.
"Siapa tadi nelpon ka?" tanya Risa.
"Kakak mu, tumben romantis ka?" tanya Rallisa.
"Mana ka, tahu," kata Mita.
"Yaudah yok makan," kata Rallisa.
"Anak-anak ayo makan," kata Mita.
"Ayo mamah," kata Ali.
__ADS_1
Mereka pun makan dengan diam, orang tua Mita tinggal bersama Maya, karena Maya masih mabuk makan dan Johan kerja***.