
Setelah selesai serapan pagi mereka keruang keluarga.
"Mas, aku bikin cemilan dulu ya, aku titip anak-anak," kata Mita.
"Iya, oke," kata Mita.
Mita pun beranjak dari duduknya dan membuat cemilan.
setelah 1 jam berkutat di dapur akhirnya cake yang di buat Mita juga selesai.
Mita pun membawa camilan dan minumannya kedepan.
"Ni di makan dulu, Jagan fokus liat hp sama tv terus ," kata Mita.
"Wah cake kesukaan aku," kata Ali.
"puna tu lacasa stobeli ," kata sic cadel Kanaya .
Semua orang tertawa mendengar perkataan Kanaya. Rian megambil rasa coklat, Bu Sherly pun mengambil rasa strawberry.
"Diambil nak, rasa kamu suka?" tanya Mita kepada Aira.
"Tante, tak usah sok baik," kata Aira.
"Aira, gak boleh begitu," kata Rian.
"Kenapa Pah membelanya, aku anak Pah, dia bukan siapa," kata Aira.
"Jebleb, perih apa yang di kata Aira memang benar dia masih belum jadi siapa -siap di rumah ini.
"Aira, ingat batasan mu, Mah Mita ini yang menjaga dan merawat mu," kata Rian masih tabah.
"Posisi mah, tak akan tergantikan, sampai kiamat," kata anak yang berumur8 tahun itu.
"Maira, aku tau posisi mah kamu tak akan terganti sampai kapan pun, tapi ingat mah gak bisa kembali nak," kata Rian.
"Kembali atau tidak mah, pah gak boleh nikah lagi," kata Mita.
"Mita, kamu," kata Rian terpotong.
"Sudah mas, mungkin dia butuh waktu," kata Mita.
"Aira dengar Nenek baik-baik, Aira anak baik kan tiap minggunya kegerja kan?" tanya Nenek.
"Iya Nek," kata Mita.
"Apa pernah Bu guru mengajar Aira jadi anak pem bakang kaya gini dan egois," kata Sherly.
"Gak pernah," kata Aira.
"Makanya, itu jagan pernah jadi pem bakang," kata Sherly.
__ADS_1
"Aira boleh Kita bicara berdua sayang," kata Mita.
"Aira, takut sekali berdua dengan Mita, dia gugup dan tak menyetujui perkata Mita.
"Mita, apa kata Mah tadi sama kamu," kata Sherly.
"Iya Nek," kata Mita.
"Ayo sayang jagan takut, mah gak gigit kok," kata Mita ngelakar.
"Mereka berdua pun duduk di halaman belakang di ayunan.
"Aira, kenapa gak suka sama mah?" tanya Mita halus.
"Aira, takut nanti Tante meyakiti Aira dan Ali, kaya di film dan kaya teman Aira, gak di kasih makan," kata Aira.
"Tante gak gitu kok, dan tante akan adil terhadap kalian, jagan takut dan jangan takut bila belum mencobanya sayang, belum tentu Ibu tiri jahat," kata Mita.
"tapi bayak di tv Tante, Ibu tiri kejam dari kota Jakarta ," kata Mita.
"Itu di sinetron sayang, ini kisah nyata," kata Mita.
"Tante, apa kamu nanti gak di siksa atau gak di kasih makan," kata Mita.
"Gak sayang, Tante seorang Ibu, mana tega Tante seperti itu," kata Mita.
"terimakasih, Tante," kata Aira.
"Boleh tan, kalau kami gak ngerepotin Tante," kata Aira.
"Udah baikan ni ceritanya, mau gak ikut pah jalan-jalan ke mol," kata Rian.
"Mau lah Pah, kan jarang kita bersama seperti ini,"kata Aira.
"Udah sana siap, Sayang ganti baju mu kita jalan- jalan sama ngantar surat cerai mu," kata Rian.
"Iya, Mas," kata Mita.
Mita pun kekamar buat ganti baju, mengoles lipstik di bibirnya, menabur bedak dan meyisir rambut. setelah semuanya selesai Mita keluar kamar menuju ruang keluarga.
"Sudah siap semua, kalau sudah ayo kita berangkat," kata Rian.
Rian yang memakai baju santai pajang tangan berwarna hijau muda di padu degan jeans terlihat sensual bangat di tubuhnya, Mita yang Memakai Dress warna hijau muda melekat indah di tubuhnya yang ideal, tinggi semampai terlihat terkesan indah di tubuhnya, tak lupa di cantik Aira cantik memakai stelan santai warna hijau muda jugatak kalah Ali dan Kanaya bajunya sama-sama Hijau muda.
"Kita kemana dulu, mas?" tanya Mita.
"Ngantar surat itu dulu," kata Rian.
"Iya boleh," kata Mita.
"Jalannya mana De, jalan rajawali, Gang Lestari 1 masuk gang lagi lumba-lumba ," kata Mita.
__ADS_1
"Oke," kata Rian.
" 30 menit di perjalanan akhirnya mereka sampai juga di rumah lumayan besar dan asri bayak pohonnya tapi sayang gak terurus daun berserakan saja.
Tokkk Mita megetuk pintu " permisi Mas Ariya, Ibu," kata Mita.
Tak lama pintu di buka ceklek suara pintu di buka "Kamu, apa sudah bosan menjanda, makanya kamu datang kemari ," kata Bu nya Mas Ariya.
"Bu, ini surat perceraian aku dan mas Ariya," kata Mita.
"Gak boleh, kamu harus tetap dengan Ariya, Kanaya mana kalian harus di sini Ibu gak mau jadi pembantu di rumah sendiri ," kata Bu Siska.
"Sangat di sayangkan Ibu, Mita adalah calon istri ku, kalau di rumah ku dia bukan jadi pembantu tapi jadi nyonya," kata Rian.
"Baru setahun kamu menjanda kamu udah mau nikah, aja dasar wanita murah," kata Bu Siska.
"Mending aku Bu masih mau nikah, tapi anak Ibu menghamili wanita lain masih bersama istrinya, aku janda jadi bebas ," kata Mita.
"Kanaya sini cucu ku, ikut nenek," kata Bu Siska.
Anak-anak semua takut meliat Bu Siska semakin menjadi.
"Citapa nek, dila ini mah?" tanya Kanaya.
"What, kamu bilang Nenek gila," kata Bu Siska.
"Emang benar nenek gila," kata Aira.
"Tutup mulut mu anak kecil jahanam," kata Bu Siska.
"Jangan pernah kau membentak anak ku," kata Mita.
Gimana Kelanjutannya Kisah ini, perang akan segera di mulai, dan nanti akan ada pihak 3 yang mau menjadi yang kedua.
Visual Mita baju dress santai, cantik dan elegan.
Visual Rian Wijaya dengan baju santainya Rian terlihat ganteng dan sensual.
Aira Kristian putri Wijaya, gadis cantik, memakai stelan atas berwarna hijau lumut pas di tubuh rampingnya dan memakai celana jeans.
Alika damar putra Wijaya sosok yang pendiam dan pemalu, jarang bergaul kalau tidak dekat dengan orang yang di kenal.
Kanaya Vidia Krisna cengkar . cantik imut, genmasin dan ramah sama orang, meski omongan nya kadang tak ada yang mengerti dia cuek aja sic.
__ADS_1