
Hari ini adalah hari yang di janji Rian kepada Mita.
"Mas udah siap mau kemana?" tanya Mita.
"Kan hari ini kita Foto Fereweding sayang, sekalian cetak undagan sama Feiting baju," kata Rian.
"Oh aku lupa mas," kata Mita.
"Udah siap-siap lah biar kita cepat, karena pernikahan kita 6 hari lagi," kata Rian.
"Mas kenapa terlalu cepat," kata Mita.
"Gak cepat, lebih baik," kata Rian.
"Anak-anak gimana mas ,"kata Mita.
"Mereka tinggal aja ada mah kok di rumah, hari ini Relisa pulang," kata Rian.
"Relisa," kata Mita.
"Dia adik ku satunya sekolah di Jakarta ," kata Rian.
"Oh gitu!," kata Mita.
"Sebenarnya aku juga punya Abang, Mas dia di Kaltim umurnya 30 tahun tapi gak mau nikah dia abdi negara," kata Mita.
"kenapa gak nikah sayang?" tanya Rian.
"Dulu hampir pernah tapi, gagal calon mertua nya gak mau anaknya menikah degan abdi negara," kata Mita.
"Kenapa jadi begitu sayang," kata Rian.
"Setelah menolak lamaran kedua orang tua aku mereka menikahkan putrinya dengan orang yang terpadang di desa," kata Mita.
"Jadi mereka menolak lamaran kakakmu demi uang gitu," kata Rian.
"Bisa jadi karena kami orang tak punya," kata Mita.
"Ya sudah jalan yuk, keburu siang nanti," kata Rian.
"Yuk," kata Mita.
"Mah kami berangkat dulu ya," kata Ria
"Iya hati-hati," kata Bu Alma.
"Titip anak-anak ya Bu," kata Mita.
"Iya, mereka cucu ku, tenang aja ada mah di sini," kata Bu Alma.
1 jam memerlukan perjalan akhirnya sampai juga di tempat Fereweding nya.
Rian dan Mita pun turun, mendatangi Foto garafer nya.
"Udah siap?" tanya foto garafer nya.
"Siap," kata mereka.
Mereka di arah ke ruang ganti dan di rias dulu, selesai di rias baru di foto. Berbagai gaya di atur oleh foto garafer itu.
__ADS_1
Ini hasilnya Foto Fereweding dari Rian dan Mita.
Setelah selesai dengan urusan Foto Fereweding, mereka feiting baju. setelah selesai feiting baju mereka mencari cincin pernikahan, setelah itu baru pulang.
Sesampai dirumah Rian dan Mita pun melihat seorang gadis, yang duduk di ruang keluarga bermain bersama anak-anaknya cantik sekali.
"Abang udah pulang?" tanya Rallisa.
"Iya, apa kamu suruh Abang nginap," canda Rian.
"Harus kalau itu perlu," kata Rallisa.
Mereka bercanda degan hangat dan tak ingat ada Mita di situ.
"Mas aku kekamar dulu buat ganti baju yadan mandi gerah," kata Mita.
" Iya sayang," kata Rian.
Setelah mandi selesai dia kedapur. buat masak, butuh 1 jam waktu buat masak, akhirnya selesai semua. Mita pun kedepan untuk menyuruh anak-anak buat mandi.
"Ka, Abang, Ade mandi dulu yuk udah sore, setelah itu kumpul di ruang makan," kata Mita.
"Siap mah," kata Mereka serempak.
Setelah selesai degan anak-anak Mita pun beralih ke Rian.
"Mas, mandi dulu udah sore," kata Mita.
"Iya sayang mas lupa," kata Rian.
"Ka kenal degan ka Rian di mana?" tanya Rallisa .
"Di pernikahan teman De," kata Mita.
"Oh, ka yu orangnya romantis, perhatian, dan mau ngalah ka," kata Ralissa.
"Oh, tapi tampangnya dingin de," kata Mita.
"Itu datang ketika Abang marah aja, kalau dia gak marah enak aja gak kok tampangnya dingin dan kaku," kata Ralisa.
"Ka aku permisi mandi dulu ya," kata Ralissa.
"Iya de, habis mandi, turun buat makan malam ya," kata," Mita.
"Oke, sipp ka," kata Ralissa.
Siang terlalu cepat di ganti malam, semua orang pun berkumpul di ruang makan, Mita megambil nasi buat ketiga anaknya dan bertanya apa lauknya.
"Ka, mau apa lauknya," kata Mita.
"Udang oseng buah pare mah," kata Aira.
"Abang apa?" tanya Mita lagi.
"Abang, Ayam goreng sama capcay mah," kata Ali.
"Kalau Ade apa?" tanya Mita.
__ADS_1
"Ade, ayam toleng, Ama tahu duleng, mah," kata sic cadel Kanaya.
Selesai megurus anak-anak mereka, Mita pun megurus calon suaminya sudah mayun-mayun- dari tadi.
"Mas, mau apa ikannya," kata Mita.
" Terserah aja," kata Rian.
" kok terserah mas," kata Mita.
"Abang pasti kesal ka Mita, megurus anak.duluan dari pada dia," kata Rallisa.
"Tapi kan mas, kamu udah besar anak-anak kan kecil," kata Mita.
"Terserah," kata Rian.singkat.
"Pah marah, ni ceritanya ya udah aku, adik-adik dan mamah nanti jalan-jalan aja sama , Tante Rallisa ," kata Aira.
"Terserah kalian," kata Rian.
"Jagan nyesal kalau ada teman-teman aku suka sama ka Mita," bohongnya Rallisa.
"Gak, boleh Jagan macam kamu nak bocil," kata Rian.
"Terserah aku lah ka," kata Rallisa.
" Udah makan dulu baru ngomong, kaya di pasar aja rame," kata Ibu.
"Ralissa tu duluan mah," kata Rian.
"Abang tu yang udah tua masih merajuk," kata Rallisa.
"Enak aja kamu tu bawa istri orang, ketemuan sama cowok," kata Rian.
"Siapa suruh Abang merajuk," kata Rallisa.
"Udah mas, siapa juga yang pergi," kata Mita.
"Jadi kamu gak pergi sayang?" tanya Rian.
"Gak lah ngapain malam keluar bawa anak, mikir mas ini malam, cemburu boleh tapi Jagan memuncak," kata Mita.
" Ey sayang, pokoknya malam ini kamu tidur degan ku, biar aku kasih kamu hukuman," bisik Rian.
"Enak aja kamu bilang, Nikah aja belum," kata Mita.
" Aku gak sabar sayang kamu terus di.samping ku, kalau udah nikah, aku bikin debay lagi," Bisik Rian.
"Terserah," kata Mita.
"Mita, Rian apa kalian, habis menikah akan menunda untuk dapat anak lagi?" tanya Bu Alama.
"Gak kok mah," kata Rian.
" Bagus lah mamah udah tua, mah mau kalian cepat memberikan mah cucu lagi," kata Bu Alma.
"Iya mah, semoga aja Cepat ya mah," kata Rallisa.
"Kamu kata enak bikin anak," kata Rian.
"Siapa tau kaya bikin kue, sekali aduk langsung jadi," kata Rallisa nyaleneh.
__ADS_1
Kecemburuan Rian emang lucu, tapi dia baik dan romantis .