Kau Akan Menyesal

Kau Akan Menyesal
Bertemu Kembali


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu kini Kafe Mita maju pesat. Kesuksesan di capai nya tak luput dari doa kedua orang tua dan keluarga nya, setelah berpisah Mita tak mengetahui kabar Ariya, bapa dari anaknya.


"Hes, aku ingin membagi pendapat kita degan anak yatim piatu, fakir miskin dan janda," kata Mita.


"Oke, atur saja waktunya," kata Hesti.


"Gimana kalau hari Minggu lusa," kata Mita.


"Oke, kau gitu," kata Hesti.


"Kalau Mas Fahmi datang bawa aja dia tidur di kafe lau aku bisa tidur di toko," kata Mita.


"Oke sipp," kata Hesti.


Selama berkerja Hesti, Mita dan Maya, tidur di kafe atau toko karena malas bolak balik.


malam pun terlah larut, Hesti dan Mita telah hanyut dalam tidurnya, Maya pulang kerumah mertuanya, karena mertua perempuan nya sakit.


Malam pun berganti pagi, Hesti dan Maya berkutat di dapur atas kafe dekat kamar tidur.


"Hari ini jadi kan belanja," kata Hesti.


"Jadi Hes," kata Mita.


"Oke, lau gitu aku temani ya," kata Hesti.


"Iya, Mas Fahmi jadi datang?" tanya Mita.


"Jadi, jam 11 nanti katanya subuh tadi udah berangkat," kata Hesti.


"Oh, kalau gitu pagi ini aja kita berangkat cari bahan masakan dan masak buat suami kamu," kata Mita.


"Yuk, Siska udah datang kali di bawah," kata Hesti.


Mereka berdua pun beriringan kebawah sama canda tawa.


"Sis, titip kafe ya kami mau belanja dulu," kata Mita.


"Oke Bu" kata Siska.


"Kalau ada yang tanya aku bilang kepasar ya, Sis," kata Hesti.


"Oke, Mbak," kata Hesti.


Mereka pun berangkat, kamu yang nyetir aku malas,"kata Hesti.


"Berasa jadi supir aku," kata Mita.


"datang kerumah Alma dulu yuk," kata Hesti.


"Oke tu, telpon dulu apa Alma gak ada pekerjaan atau kemana gitu," kata Mita.

__ADS_1


Hesti pun menelpon Alma dan Alma bilang hari ini dia tak kemana-mana.


"Oke cap cus ," kata Hesti.


"Berasa anak SMA luo," kata Mita.


"Gak juga," kata Hesti.


"Mita, Alma dan Hesti sahabat karib dari SMP, mereka saling melengkapi dan saling menolong, Hesti dan Alma dari keluarga yang mampu tapi mereka tak pernah menghina dan merendah Mita, begitu juga kedua orang tua mereka sangat sayang kepada Mita.


"Udah sampai Hes," kata Mita.


Hesti pun turun dan mengetuk pintu.


"Tokk, Alma ini aku dan Mita," teriak Hesti.


"Huss, kaya di hutan aja kamu ni," kata Mita.


Ceklekk pintu di buka " kalian udah datang Ayo masuk ," kata Alma.


Mereka pun masuk rumah dan tak terasa mereka megobrol dan melantur sana kemari.


"kalau ada waktu aku mampir deh ke Kafe buat ngobrol lagi," kata Alma.


"Bisa tapi bayar," kata Hesti.


"Kok bayar sama teman," kata Alma.


"Kamu ini," Kata Alma.


Mereka berdua bercanda dan ketawa bersama, waktu terus bergulir tak terasa 3 jam mereka megobrol. Mita pun melirik jam tangan, Jam 9 lewat.


"Maaf Alma tak terasa 3 jam kita ngobrol, saatnya kami berdua undur diri, mau belanja suami teman kita ni mau datang hari ini," kata Mita.


"Astaga aku bisa lupa," kata Hesti.


Satu jam lebih belanja, mereka berdua pun pulang ke Kafe.


Kafe pun rami pengunjungnya dari ank muda sampai yang tua buat nongkrong atau bertemu perjanjian kontrak atau kerjasama.


Di depan kafe Mita bertemu degan Firman.


"Hai, iman apa kabar," kata Hesti.


"Baik kok Hes," kata Firman.


"Kamu dari mana?" tanya Hesti.


"Dari kafe itu, beli cake pesan Istri dia mau makan cake ," katanya.


"Oh, istri luo gidam,?" tanya Hesti.

__ADS_1


"Iya, gitu lah," kata Firman.


"Selamat ya," kata Mita.


"Terimakasih Mit, kamu kenapa gak bikin cake dan kue lagi, Mit aku rindu degan buat kamu," kata Firman.


Sebelum Hesti menjawab pertanyaan Firman dari belakang.


"Sayang, kamu udah datang dari pasar," kata Fahmi, dan di belakangnya ada Rian mukanya di tekuk.


"Sayang kapan kamu datang," kata Hesti.


"Jam 9 tadi," kata Fahmi.


"Oh gitu, maaf lama menunggu," kata Mita.


"Gak apa kok kalau masih mau lanjut obrolan silakan," kata Rian ketus dan terkesan dingin.


"Kenapa tu orang datang bulan atau sakit gigi," batin Mita.


"Kenapa tu, Pak boss mukanya jutek dan dingin kaya salju di kutub," bisik Hesti.


"Tau deh, aku mau ke atas dulu, masak ," kata Mita.


"Iman, maaf ya mau keatas buat masak," kata Hesti.


"Keatas, maksudnya?" tanya Firman.


"Sebelum Hesti menjawab badannya ditarik oleh Mita.


Mereka berdua pun pergi menuju lantai atas di ikuti Fahmi dan Rian. Sesampai di atas Mita pun kedapur untuk mencuci sayur dan daging, Hesti membuat kopi dan memberi biskuit buat suaminya dan boss suaminya.


"Aku kebawah dulu Mit, ada yang aku cek ," kata Hesti.


"Iya, silakan," jawab Mita.


"Enak ya ketemu matan dan bisa ngobrol ," kata Rian dingin.


"Apaan sic mas," kata Mita.


"Kamu masih ada rasa sama dia?" tanya Rian.


"Ngapain aku jatuh cinta pada suami orang, kaya gak ada kerjaan aja," kata Mita.


"Terus kenapa lama di bawah ngobrol dengannya," kata Rian.


"Siapa yang ngobrol," kata Mita.


"Terus tadi?" tanya Rian.


"Kamu cemburu ceritanya," kata Mita.

__ADS_1


Aduh Mas Rian jangan cemburu dong, Neng Mita punya kamu seorang kok.


__ADS_2