
" ***Hati siapa yang tak kecewa, marah dan sedih bila mendengar suami sendiri masih membela sang istri keduanya yang jelas-jelas salah.
Mertua aku yang aku sayang meninggalkan kan kami semua, tak ada salah di beliau dia tak pernah membedakan menantu, tapi anaknya lah yang bersalah, maaf kan aku mamah belum jadi menantu yang baik bagi mu," batin Mita.
*****
Hari ini lah hari di kebumi kan Oma Meli.
Semua keluarga merasa kehilangan, apalagi Rian dan Aira, kalau bukan mereka yang membawa dan menahan tak akan seperti ini Oma Meli.
Aira menangis bersimpuh di pusaran Oma Meli.
"Maaf kan Aira Oma, karena tak mendengar perkataan Bunda, andai aja Aira melepas mereka dan tak ada dendam mungkin Oma masih bersama kami," kata Aira.
"Itu lah yang tak mendengar perkataan orang tua, kamu itu keras kepala persis kaya Ayah mu, sering menyusahkan orang lain aja, sok bisa padahal gak bisa ," kata Risa sengit.
"Sabar sayang," kata Herman.
"Andai aku tau ini akan terjadi aku tak akan mengizin kan Mamah tinggal bersama mereka ," kata Lisa.
"Lisa aku minta maaf ini semua karena aku jangan salah kan anak-anak aku," kata Rian.
"Iya ini salah mu yang tak pernah puas melihat satu wanita, hingga mata hati mu di butakan nafsu dan rela aja mau menjadi mangsa ," kata Lisa.
"Harus bagaimana itu adalah anak aku juga," kata Rian.
"Anak dari mana 3 bulan menikah malah 5 bulan hamilnya anak mu kah mas," kata Lisa sengit.
"Ayah keterlaluan, kalau ayah masih cinta wanita itu pergi lah dari rumah ini, Oma tak akan meninggalkan kita kalau Ayah tak berlaku curang," kata Ali.
Mita tak bergeming dia merasa kecewa kepada suaminya, semua bukti sudah nyata suaminya tetap membela gudiknya.
" Mau kemana kehidupan kita mas, jika tak ada cinta lepas kan lah buat apa bersama tapi raga mu bersama kami, tapi hati mu ke lain tempat," batin Mita.
"Rian melirik istrinya tak ada pembelaan seperti dulu apakah istrinya sudah benar- benar membenci nya.
" Bunda masih ada kami bersamanya, pergi dari rumah ini sekarang, dan ini uang untuk bekal mu nanti, dan ingat apa pun kehidupan mu di luar jangan kembali kerumah ini atau lama karena kau sudah keluar tak akan kembali," kata Ali.
__ADS_1
Rian pun melangkah pergi apa lah guna dia di sini istri yang di harapkan membelanya malah tak bergeming.
" Segitu cintanya kau mas sampai rela meninggalkan rumah demi gudik mu," batin Mita.
"Tunggu surat dari pengadilan kita akan berpisah mas, Patang bagi aku memunggut sampah yang sudah aku buang," kata Mita lantang, hatinya tercabik-cabik, jiwanya sakit, rongga dadanya sesak.
"Aku tak mau berpisah Mita," kata Rian.
"Buat apa hubungan ini, kau tak cinta lagi kan , raga mu di sini tapi hati mu tidak, jadi dari pada saling menyakiti maka berpisah, aku tak melarang kau ingin berjumpah anak-anak mu," kata Mita tegas, tak ada lagi rasa kesian dan Empati yang ada adalah rasa kecewa dan sakit hati.
*****
Di lain tempat.
"Mana suami mu Dahlia, kok pulang gak bawa suami?" tanya Bu Eva.
"Masih di kota Mina( Tante)," kata Dahlia.
" Suami mu lajang atau sudah berkeluarga?" tanya Paman Pando.
"masih bujang tapi tua sudah umurnya 37 tahun," kata Dahlia berbohong.
19 tahun yang lalu di desa yang terpencil, gadis desa yang di bangga- bangga kan ternyata tak semulus wajah dan tubuhnya hatinya.
"Eh Bu, dengar gak Denia sudah menikah," kata Bu Lestari.
"Dengan siapa," kata Bu Lisna.
"Dengan pak Hartono tukang bangunan di kampung sebelah," kata Lestari.
"Bukan kah pak Hartono ada istri dan anaknya 3 ," kata Lisna.
"Iya, tapi katanya pak Hartono tergila-gila dengan Denia," kata Lestari.
"Kasian istri dan anak-anak nya," kata Lisna.
" Katanya keluarga pak Selamet hendak tak setuju," kata Lestari.
__ADS_1
"Tapi terjadi juga," kata Lisna.
" Karena, Denia men gacam akan bunuh diri," kata Lestari.
Pak Hartono adalah orang terkaya di kampung sebelah, perkebunan nya luas kemana-kemana dan dia memiliki banyak rumah yang di bangun buat orang yang membutuh kan rumah seperti kontrakan.
Singkat cerita 1 tahun lebih Denia hidup dengan Hartono, tak ada tanda-tanda istri Hartono mengetahui bahwa suaminya selingkuh malah parahnya menikah lagi.
Kemewahan yang di rasakan oleh Denia hingga lupa daratan, dia sering menghina dan mencaci maki orang itu pun tak luput saudara-saudara dan Orang tuanya bila datang bertamu ke rumah nya.
Bahkan dia tak segan mengusir mereka dari kediamannya bak istana.
" Harta sering membuat orang lupa daratan dan lupa dari mana dia berasal.
3 tahun berlalu dimana hari itu adalah hari yang terburuk bagi Denia dan anaknya karena Kiren Istri suaminya mengetahui semuanya, dia marah besar melabrak, memukul bahkan menjambak Denia, semua harta benda yang ada di ambil oleh Kiren, karena yang kaya dia bukan suaminya.
Dan hari itu juga Kiren menceraikan Hartono. mereka pun pergi dari kampung itu karena malu.
Waktu Dahlia kelas 1 SMA Ayahnya meninggal dunia, dan di situ lah Denia bekerja banting tulang dengan cara menjaja tubuhnya.
Denia yang terbiasa karena kemewahan, jadi tak kuat hidup susah apa pun caranya yang penting dapat uang.
Tapi siapa sangka putri kesayangannya juga ikut langkahnya dengan cara menjual tubuhnya, Dahlia malu dia tak sekaya temannya, karena gengsi dia jatuh ke lubang yang salah.
Dan di hari itu adalah hari di mana Dahlia bertemu dengan Rian yang tak sengaja menabrak nya, sampai berujung Rian mengantarkan dia pulang.
Rian sering mengeluhkan Istrinya yang terus tak sekuat dulu karena pekerjaan rumah yang selalu di kerjakan sehingga cepat lelah dan tak ada waktu buat dirinya di ranjang, dan malah sekarang istrinya terlihat tua.
"Karena itulah Dahlia semakin gencar mengejar Rian, dengan cara menghalalkan segala cara, malam itu dimana Rian mengantarkan dia pulang dari pertemuan mereka yang curahatan Rian tak pernah memakai tubuhnya , tapi tetap membayar waktunya.
Rian tak tau. bahwa dia adalah Sugar Dady .
Malam itu dia pun membuat teh dan Obat tidur di minuman itu .
setelah Rian tertidur dia pun menyuruh Ibunya memanggil warga, dan malam itulah lah dia dan Rian di paksa menikah.
Dahlia merasa bahagia menjadi perusak rumah tangga orang yang kaya, akan merasakan susah seperti nya yang dulu hartanya yang di rampas oleh ibu tirinya.
__ADS_1
Jangan lupa komentarnya dan Like ya supaya Author semangat nulisnya***.