Kau Akan Menyesal

Kau Akan Menyesal
Ulang tahun


__ADS_3

***2 tahun telah berlalu sekarang Aira tumbuh menjadi gadis yang cantik dan cerdas dia sekolah di Universitas, kecantikan nya, lemah lembut serta gayanya tak akan ada yang bisa berpaling dari gadis ini, tapi sayang dia kaku seperti bongkah es yang tak bisa di dekati, setiap lelaki mendekati akan berakhir menjauhnya, kalau mendekati dia maka dia tak segan-segan memukulnya sampai berakhir di rumah sakit, itu semua karena kecewa nya di masa lalu.


"Ai, kamu besok gak masuk ya?" tanya Septi.


"Iya Sep, aku kan ingin berkumpul dengan bunda dan adek-adek ku," kata Aira.


"Kamu gak mau rayaain ulang tahun mu seperti dulu kah Ai?" tanya Septi.


"Gak, karena semua sudah terenggut bersama Ayah yang rela pergi meninggalkan kami semua," kata Aira.


" Sabar pasti ada hikmahnya ," kata Septi.


"Iya, kamu besok datang kerumah ya," kata Aira.


"Aku gak janji ya, soalnya mamah nyuruh aku ngantar barang," kata Septi.


"Iya gak apa- apa," kata Aira sedih.


" Maaf kan aku Ai, aku cuma ingin membuat kejutan," batin Septi.


Septi pun ingat di mana bundanya Aira minta tolong buat kejutan pada sahabat, dengan senang hati Septi menerima karena keluarga Aira banyak membantu.


Fabecak on.


"Sep, kamu tau bunda menyuruh mu kemari," kata bunda.


"Gak bunda," kata Septi.


"Bunda mau kau tolong bunda dan Tante Septi ya buat kejutan buat ulang tahun Aira," kata Mita.


"Baik bunda," kata Septi.


"Bunda pun merias hotel mereka yang baru di rintis dan dia menyuruh Septi membagi undangan buat teman-teman kampusnya.


"Dan ingat jangan kau katakan kepada Aira, kalau bunda mau menjodoh dia dengan anak sahabat bunda, karena bunda kasian dengannya yang teruma di masa lalu," kata Bunda.


"Iya bunda Septi janji, dan merasa kasian juga kepadanya umurnya udah berapa tapi tak mau pacaran juga," kata Septi.


"Ini efek dari terumanya, dimana Ayahnya pergi meninggalkan kami semua demi seorang pelakor," kata Bunda.


"Bunda mau kamu yang memesan WAO dan mesan undangan buat teman-teman mu," kata Bunda.


"Baik bunda," kata Septi.


Fabecak off


"Sept, kamu gak apa-apa?" tanya Aira.


"Gak apa-apa kok emang kenapa?" tanya Septi.


"Kamu senyam senyum sendiri aku kira kerasukan ," kata Aira.


"Enak aja," kata Septi.

__ADS_1


Kedua gadis itu menuju parkiran di mana motor mereka berdua di parkirkan.


"Itulah membuat Septi nyaman berteman dengan Aira, dia tak sombong, dan tak pernah berkata kasar kepada orang lain, sehinga banyak yang gak tau bahwa dia anak orang kaya yang Perusahan no 3 di Indonesia.


Sesampai di parkiran dua gadis itu pun menuju motor masing-masing dan berangkat menuju tempat yang di tuju.


*******


Di lain tempat Mita dan Hesti sibuk mengurus ini itu dan memesan Nanti malam Harus siap semua di dekorasi Aula hotel.


"Kamu yakin dengan pilihan mu Mit,? tanya Hesti.


"Aku yakin Karena aku tau keluarga Salma gimana, bukan kah kau tau dari kecil kita bersahabat," kata Mita.


"Bukan orang tuanya tapi anak-anak, kamu tau kan selama ini Aira anti cowok bahkan dia pun tak pernah berdekatan atau berbicara pun dengan anak lelaki, dan kamu tau Anak dari Salma dingin dan kaku juga, aku tak bisa mikir gimana jalan cerita hidup mereka nanti," kata Hesti.


"Hanya Tuhan yang tau Hes," kata Mita.


" Terserah kau," kata Hesti.


" Apa semua sudah selesai," kata Wanita cantik yang memakai Dres warna merah maroon itu.


" Sudah semua tinggal tunggu hari nya aja," kata Hesti.


" Lucu juga ya kita menjodohkan anak-anak kita," kata Salma.


"Iya juga," kata Mita.


"Mau gimana lagi Anak ku sudah di atur umurnya sudah 24 tahun masih aja betah sendiri," kata Salma.


"Mungkin karena dulu maminya meninggalkan dia," kata Salma.


"Salma, Hes, kalian berdua bisa besanan kok, kan anaknya Salma semuanya laki-laki dan Hesti perempuan," kata Mita.


"Benar tu Mit, jadi kita besanan kan Sahabat aja tak ada yang lain ," kata Salma.


"Betul tu," kata Mita.


"Yaudah kita udah janji, malam ini aku akan ajak anak-anak aku tidur di hotel, gitu juga dengan mu Hes," kata Mita.


"Beres bisa di atur," kata Hesti.


" Yaudah kita makan yuk, udah lapar," kata Hesti.


"Dari dulu kamu tak pernah berubah makan melulu di otak mu, tapi tak bisa gendut, ceking terus," kata Salma.


"Biar begini banyak yang ngantri," kata Hesti.


Iya mereka bertiga bernasib sama pernah di tinggal sang suami, tapi beruntung Salma bertemu Hendra dan mau menerima seorang janda, dan dia juga mau menerima Hendra yang duda beranak dua.


"Mana gak ada kok," kata Salma.


"Aku takut seperti Mita jatuh ke jurang yang sama," kata Hesti.

__ADS_1


"Jangan sama kan nasib kita Hrs," kata Mita.


Setelah makan mereka bertiga pun berpisah dan pulang kerumahnya masing-masing.


****


"Mat sore, Ai pulang," teriak Ai sekarang tinggal bersama bundanya karena masih teruma di masa lalu di mana Omanya meninggalkan mereka untuk selamanya.


"Anak gadis kok teriak- teriak gak baik kok, kan kamu tuk mau menikah," kata Mita.


"Gak mau," kata Aira tegas.


"Sampai kapan kamu begini terus," kata Mita.


"Sampai aku tua," kata Ai.


"Yasudah gak ada habis bicara dengan mu, cepat mandi dan kemas barang mu, bunda mau kita malam ini bermalam di hotel, dan merasa sedikit ulang tahun mu," kata Bunda Mita.


"Iya Bun," Kata Aira.


Jam 7 malam mereka berangkat kehotel dan menuju kamar masing-masing, Ai tidur bersama bundanya, Ali bersama Redi sahabatnya, Anaya dan Aina.


Malam pun semakin larut orang pun tidur dengan tenang, Aira bingung kenapa bunda nya gak bangun di tengah malam, mungkin ada kejutan besok batinnya.


****


Keesok harinya, Semua Aula di sulap menjadi cantik, Aira sudah di tanganin WOA, sebenarnya Aira tak mau ada pesta, tapi bunda nya memohon dan meminta dia menerima ini semua, karena bunda nya memelas, terpaksa Aira pun menerima, termasuk perjodohan, bodoh nya dia malam tadi tak menyadari ini semua.


Aira sangat cantik yang di Deseiner oleh adiknya Anaya, dan di jahit bunda nya sendiri.


Anaya pun terlihat cantik dengan gaunnya, apalagi si imut Aina.


***"


Di lain tempat.


" mah aku sibuk, kenapa memaksa," kata Devano.


Iya Itu adalah Devano Putra Arlanga Anak pertama dari Hendro Arlanga dan Salma Hermanto.


"Mamah mohon Dev, kali ini aja," kata Salma memelas.


"Karena mamahnya sudah seperti itu maka dia akan luluh juga.


Meski pun dia tak suka keramaian tapi bila mamahnya yang minta dia pun tak dapat menilai.


1 jam dalam perjalanan akhirnya mereka pun sampai.


"Mamah kenapa keluarga besar kita berkumpul di sini," kata Devano curiga.


"Hai, keponakan paman udah datang," kata paman Egi adik dari Ayah Hendro .


"Iya paman kata Dev.

__ADS_1


Acara ulang tahun pundi mulai , setelah selesai acara penyambutan dan serah terima pun di mulai, jagung Devano pun berdetak kencang.


Like dan Komentar ya, maaf jika Aktor banyak salah nulisnya , maklum tak penulis Handal*** .


__ADS_2