Kau Akan Menyesal

Kau Akan Menyesal
Mulai Siksaan.


__ADS_3

" Ikhlas sic ikhlas, tapi kalau di sic siapa yang tahan," kata Herman.


"Udah nolongi Ibu hamil tu pahala dok," kata Lisa.


"Pahala apanya, malah yang ada tersiksa," kata Herman.


"Udah gak usah merasa terbebani, aku minta ini itu kan karena bayi di perut aku bukan kemauan aku," kata Hesti.


"Udah mbak jangan dengarin, orang seperti itu gak ikhlas, nanti dia akan merasa tersiksa bila istrinya ngidam," kata Lisa .


"Apa ," kata Herman terbelak hampir saja bola matanya jatuh.


"Itu mata biasa aja," kata Hesti.


"Kamu gak nyadar ngomong gitu yang," kata Herman.


"Ini anak kenapa malah bilang sayang di depan mbaknya," batin Hesti.


"Gak kok emang benar kata orang kalau kita gak ikhlas nolongin orang maka kalau istri kita ngidam lebih parah lagi," kata Lisa.


"Hesti cuma bisa senyum mendegar perkataan dua sejoli di depan nya ini.


"Sekarang ada terang-terangan yang bilang sayang ni," canda Hesti.


"Apa - apaan mbak ini," kata Herman.


Lisa semakin malu, wajahnya merah seperti kepiting rebus.


"Liat wajah Lisa merah seperti kepiting rebus," kata Hesti.


"Mbak kasian ," kata Herman.


"Gak de aneh aja biasa nya kamu gak pernah dekat sama wanita ini malah kamu bilang sayang, apa kalian pacaran," kata Hesti.


"Ini bukan seperti mbak yang lihat kami cuma," kata Lisa terputus karena di sela oleh Herman.


"Kami memang pacaran mbak," kata Herman.


"Her, kamu kenapa?" tanya Lisa.


"Emang kamu gak mau pacaran sama saya ," kata Herman.


"Bukan gitu aku malu, hubungan kita berdua di umbar-umbar ," kata Lisa.


" Biar semua orang tau kamu milik aku dan aku milik mu," kata Herman.


"Kamu romantis bangat De," kata Hesti.


"Iya harus dong," kata Herman.


"Ya udah aku pulang dulu," kata Hesti.


"Kamu pulang sama siapa Mbak?" tanya Lisa.


"gak tau naik ojek kali," kata Hesti.


"kakak sama aku aja naik motor, kebetulan aku bawa motor tadi ," kata Lisa.

__ADS_1


"Pakai mobil aku aja kan kamu bisa nyetir sa," kata Herman.


"Tapi tenang motor aku yang bawa," kata Herman.


"Kan gak boleh ibu hamil harus terguncang," kata Herman.


"Benar juga," kata Lisa.


"Mana kunci nya, ini kunci motor," kata Lisa.


"Ini kunci mobilnya, kalau mobil di parkiran kuhsus Dokter," kata Herman.


"Terimakasih Tuhan kau mengirimkan orang yang tak cuma sayang dengan ku, tapi lebih sayang juga dengan keluarga aku," kata Herman.


Kecantikannya seorang tak menjamin dia baik atau jahat, tapi ketulusan hati dan pengorbanan lah yang menunjukan bahwa hati dia sungguh mulia dan baik.


Cinta memang datang tiba-tiba, meski pun kita menghidar dan menjauh tapi cinta tau di mana tempat dia berlabuh.


"Ka, kita tebus vitamin sama biskuit ibu hamil dulu ya ka," kata Lisa.


"Iya de, di jalan kita berhenti dulu di supermarket ," kata Hesti.


"Boleh ka," kata Lisa.


Setelah selesai menebus obat mereka berdua pun berangkat 20 menit dalam perjalanan akhirnya mereka berhenti di supermarket.


"Ka mau cari susu hamil dulu de, yang mana rasa dan susunya yang terbaik," kata Hesti.


"Semua susu terbaik ka, tapi sering ibu-ibu hamil beli SGM bunda, Lactamil, Ainun, soal rasa kakak bisa cari rasa ada banyak pilihan ," kata Lisa.


"Bisa kakak cari rasanya," kata Lisa.


"Aku mau Vanila, coklat, madu," kata Hesti.


"Kakak mau ambil tiga rasa ," kata Lisa.


"Iya de biar buat percobaan dulu," kata Hesti.


" Iya boleh juga," kata Lisa.


Setelah Selesai belanja semua susu dan buah-buahan akhirnya Hesti dan Lisa pulang kerumah.


Sesampai di rumah Hesti.


"Gak mampir dulu de?" tanya Hesti.


"Kapan-kapan aja Mbak, kasian mbak Mita di rumah," kata Lisa.


"Iya dek," kata Lisa.


Lisa pun pulang kerumah nya, setelah sampai dia di sambut si kecil Kanaya.


"Ante, Cana toleh-toleh duat ayu," kata Kanaya.


"Gak ada Tante beli," kata Lisa bohong.


"Ate, ekit ," kata Kanaya.

__ADS_1


"Biarin ," kata Lisa.


"Mah, ate ekit ama atu," adu si kecil.


"Tante udah pulang," kata Aira


"Udah dong sayang," kata Lisa.


"Yang pacaran sampai lupa waktu," kata Rian.


"Kok Abang udah pulang?" tanya Mita.


"Pulang lah kangen Istri," kata Rian.


"Oh," kata Lisa beroh ria.


"Enak gak jomblo lagi," kata Rian


"Enak lah, bisa berduaan," kata Lisa.


"Tapi awas ada setan," kata Rian.


" Siapa bilang ," kata Lisa.


"Aku lah siapa lagi," kata Rian.


"Pantas," kata Lisa.


"Apanya yang pantas?" tanya Rian.


"Kalau ka dekat cewek pasti mesum apalagi berduaan," kata Lisa.


"Apa benar tu pah?" tanya Mita.


"mana ada itu karangan si bodoh aja ," kata Rian.


"Gak nyangka pah yang pendiam suka main perasan wanita," kata Mita.


"Itu fitnah mah," kata Rian.


"Mana ada benar tu," kata Lisa mengompri.


"Lisa kamu harus tanggung jawab," kata Rian..


"Enak aja," kata Lisa.


"Ini semu gara-gara kamu," kata Rian.


"Udah mas, aku benci sama kamu ," kata Mita lari ke kamar.


"Melihat Mita lari kekamar Rian pun menyusulnya.


Melihat kedua Abang dan mbak nya kelahi Lisa lari kekamar dan menguncinya.


Dasar Risa bukan me rayu iparnya gara-gara mulutnya,Mala kabur.


Gimana kah kelanjutannya apakah Mita memaafkan Rian atau tidak. lanjut baca kisahnya di Kau Akan Menyesal.

__ADS_1


__ADS_2