Kau Akan Menyesal

Kau Akan Menyesal
Perjalanan.


__ADS_3

Perjalan hidup tak semulus apa yang kita banyang kan sekarang apa yang di rasakan Vanya kini adalah apa yang di rasakan Mita dulu dimana dia tega merebut suami orang lain dan menyuruh Kekasihnya menceraikan istrinya dan mengusirnya di tengah malam sambil mengedong bayi.


"Dimana hati nurani nya dulu di kala dia terbuai dan jatuh cinta dengan suami orang lain, dan tega merampas hak wanita lain.


"Vanya, kamu udah masak belum," kata Alex.


"Mas, aku sudah tak pegang uang mas," kata Vanya.


"Ya kerja lah, jangan ngaharapin aku terus ," kata Alex.


"Mas, kamu kan kepala rumah tangga, sedang kan aku hamil muda," kata Vanya.


"Kamu ni, banyak aja Alasannya Vanya, uang Alex tu ibu yang pengang," kata Bu Sari.


" Buat apa mas masih menahan aku, kalau nafkah mas tak pernah berikan," kata Vanya.


"Ey jangan terus mengeluh makan aja udah untung," kata Bu Sari.


"Mas, kenapa uang mu terus ibu yang pegang, aku atau ibu yang istri mu," kata Vanya .


"Ibulah yang membesar kan aku dan menyekolahkan aku jadi pantas lah aku aku balas Budi," kata Alex.


" balas Budi mas, aku juga butuh makan dan beli ini itu," kata Vanya.


"Jangan banyak menuntut," kata Alex .


"Alex pun berlalu dan pergi, mending dia kerumahnya Mirna kekasihnya.


"Kamu ni, bukan masak malah ceramah in suami," kata Bu Sari.


" Kenapa bu, terus aku yang ngurus rumah, Vika kan ada, Vina juga," kata Vanya.


"Karena kau menantu di sini bukan pemilik rumah, orang numpang tau diri," kata Vina.


"Udah Bu, mbak, kasian mbak Vanya," kata Vika.


"Di utang apa de, terus belain dia," kata Vina.


"Karena aku tau dia manusia juga seperti kita, andai ka Vina di posisi mbak Vika, apa mbak sanggup," kata Vika.


"Aku tak tau," kata Vina.


"Eh babu, masakin kita makan," kata Vina lagi.


"Aku gak punya uang lagi," kata Vanya.


"Udah aku aja beli bahannya ka," kata Vika.


"Vika sok-sokan kamu beli semua di rumah," kata Vina.

__ADS_1


"Emang kenapa mbak," kata Vika.


" Jangan mau di perbudak, dia tu mau untungnya aja," kata Vina.


"Mbak cukup ya," kata Vika.


Vika pun berlalu dan pergi ke warung buat beli bahan makanan.


"Kamu, apa yang kau berikan kepada anak ku sehingga dia menurut pada mu," kata Bu Sari.


" Aku tak pernah beri apa -apa Bu," kata Vanya.


"Ingat baik-baik aku tak akan pernah setuju kau menikah anak ku," kata Bu Sari.


"Iya Bu, malas punya kakak Ipar kere, mending sama Ernas cantik, kaya raya lagi, apa yang aku mau terus di berikan," kata Vina.


"Kakak mu aja yang masih pertahanan wanita seperti ini," kata Bu Sari.


"Dulu dia di banggakan saat bersama Ariya dan Bu Siska.


"Apa yang dia mau di turuti, gajih Ariya dia yang pegang, sisa Ariya beri kepada Ibunya.


tapi sekarang malah kebalikan, apa yang di rasakan Mita dia juga yang merasakan, ini kah karma.


Dulu Dia menyakitkan perasaan wanita lain tapi sekarang dia yang tersakiti, airmata menetes di pipi, ternyata di Sinetron ikan terbang benar siapa yang jadi pelakor dia yang menuaikan perbuatan nya.


"Sekarang kehidupan Mita lebih dari segalanya, dia memiliki apa yang dia mau atau berkeliling dunia pun bisa.


"Bu, kapan sic kakak nikah sama Ernes," kata Vina.


" tunggu Kakak mu aja yang siap dan Ernes sic nunggu aja," kata Bu Sari.


" Ternyata kau selama ini selingkuh mas, maka tak akan ada yang memiliki mu mas, baik itu aku atau dia," kata Vanya.


" Dan ini orang di kemana in , kalau kakak nikah," kata Vina.


"Dia kan pembantu jadi di sini lah, lumayan tak gajih pembantu," kata Bu Sari.


Vanya Ingat betul perkataan Bu Siska 89 tahun yang lalu.


"Ariya, tolong pertahanan Mita, kan enak kita ada pembantu gratisan," kata Bu Siska.


" Tapi mah, aku sudah tak cinta lagi sama dia, kan Vanya ada buat bantu mamah," kata Ariya.


"Mas kalau ada mbak Mita kan enak semua kan tinggal beres, aku akan juga kerja," kata Vanya.


"Tapi gimana Van, dia udah kembali ke desa," kata Ariya.


"Kita Susul mas," kata Vanya.

__ADS_1


Mereka pun menyusul Mita ke desa dan minta Mita pulang, tapi Mita tak mau, jadi mereka pun berkelahi, dan teman Mita yang tomboy memukul Ariya.


"Pergi lah dari sini, sebelum kalian menjadi penghuni kuburan,' kata Teman Mita.


Kami semua pun pulang.


7 bukan berlalu aku pun melahirkan, aku yang tak mau tubuh ku melar pun marah-marah dengan bayi mungil itu.


"Badan ku gak ramping lagi, ini semau gara-gara bayi sialan ini," kata Vanya .


Sejak itu dia tak pernah merawat atau menyusui anak itu, jangan kan memegang nya, melihat nya pun tak Sudi.


Cia di asuh oleh neneknya dan Ayahnya, semua pekerjaan rumah mertua ku yang mengerjakan semua, lalau aku mana mau.


Tapi semua terbalik, sekarang aku tersiksa di sini, jangan kan makan 3 kali sehari, makan 1 kali sehari pun masih susah.


" Tuhan aku tak pernah bersyukur, aku pun berdosa terhadap wanita lain dan suami ku sendiri aku menjual rumah peninggalan ibunya.


" Mbak kenapa melamun," kata Vika.


"Gak apa-apa De," kata Vanya.


"Mbak melamun gak baik buat kesehatan ibu dan Anak," kata Vika.


"Iya Vik," kata Vanya.


Vika dan Vanya pun memasak, setelah selesai, Vika menyimpan lauk sedikit dan nasi serta sayuran di lemari buat Vanya Nanti.


Semua makan pun terhidang di meja makan, Ikan Nila bakar, Tumis kangkung, lodeh nangka dan Ayam goreng .


" Semua ayo makan," kata Vika.


"Keluar lah Bu Sari dan Vina dari kamar, mereka makan dengan lahap tak menawar Vanya.


"Begini makan sehat, kalau Kakak menikah dengan Ernes tiap hari kita makan enak," kata Vina.


"mbak kenapa sic ngomong gitu, gak boleh gimana perasaan mbak Vanya," kata Vika.


" Vanya cuma diam, Airmata nya menetes di pipi.


" Buat apa mikirin si bodoh, kalau aku jadi dia udah balik ke kampung berkumpul bersama keluarga," kata Vina.


"Kalau dia pulang gak ada pembantu dong," kata Bu Sari.


"Mah, mbak ingat Mbak Vanya keluarga kita" kata Vika.


" keluarga dari mana yang susah gitu," kata Bu Sari.


"Mamah, ternyata aku tak menyangka mamah ternyata sepicik itu," kata Vika.

__ADS_1


__ADS_2