Kau Akan Menyesal

Kau Akan Menyesal
Berkunjung Ke rumah Kekasih .


__ADS_3

"Siapa yang cemburu, gak ada kok," elak Rian.


"Buktinya kamu marah-marah," kata Mita.


"Gak kok," kata Rian.


Rian tak mengaku kalau dia benar cemburu meliat Mita dan Firman dekat dan ngobrol.


"Mit, Besok kita kerumah ku ya, aku kangen degan Avira dan Alikan ," kata Rian.


"Boleh kok mas, aku juga mau mendatangi surat cerai dan mengantar kan ke Mas Ariya," kata Mita.


"Iya boleh deh," kata Rian ketus.


"Jangan cemburu dia masalalu ku, sekarang kamu masa depan ku," kata Mita.


"Apa kamu mau menerima aku yang seorang Duda yang beranak dua ," kata Rian.


"Buat apa aku malu, aku juga seorang janda," kata Mita.


"Kalau gak nanti sore aja kita berangkat mas, biar ada waktu dengan anak-anak," kata Mita.


"Boleh kok, yang kita kerumah mu dan membawa Naya juga," kata Rian.


"Iya, mas berapa hari kita di sana mas," kata Mita.


"Mungkin 2 sampai 3 hari lah, mas gak bisa ninnggal pekerjaan terlalu lama," kata Rian.


"Ya udah mas," kata Mita.


" Aku kebawah dulu datangin Hesti," kata Mita.


"Oke jangan lama ya Sayang, aku masih kangen," kata Rian.


"Iya nanti dulu, sayang sebentar aja," kata Mita.


"Hes, keatas dulu ada yang aku omongi," kata Mita.


"Oke, Bu boss," kata Hesti.


"Kamu ni, ngawur aja," kata Mita.


Mereka bertiga pun keatas, dan duduk di sofa.


"Begini Hes, aku dan Mas Rian mau mengunjungi anak nya, bisa 2 atau 3 hari lah, kegiatan besok suruh orang aja yang masak dan ini uangnya, yang baginya aja juga suami luo, sekalian jalan-jalan berdua," kata Mita.


"Oke Sipp," kata Hesti, semoga lancar dapat hati sang buah hati," kata Hesti.


"Amin," kata Mita.


"Bos mana,Mit," kata Fahmi.


"Mungkin di kamar," kata Mita.


Jam Menunjukan angka 3 sore. Mita pun beranjak membangun Rian.


"Mas Bagun udah sore, mandi lalu makan," kata Mita.

__ADS_1


"Ya udah sayang, aku mandi dulu," kata Rian.


Selesai mandi Rian keruang makan, dan berkumpul makan bersama Hesti dan Fahmi.


"Keren bingit boss," kata Fahmi.


Setelah selesai makan, Mita dan Rian pamit, kau Hesti dan Fahmi tidur di kafe aja.


"Awas aja kamar ku di acak," kata Mita.


"Terserah kami kan bebas," kata Hesti.


"Halal mau ngapain aja lah boleh, yang belum siap-siap aja iri," kata Fahmi.


"Siapa juga yang iri sama kalian dua," kata Mita.


Setelah Pamit Mita dan Rian kerumah buat mengemas baju Mita dan punya Kanaya.


"Bu, Pak, aku ingin membawa Mita kerumah ku buat berkenalan dengan kedua anak dan Ibu ku," kata Rian.


" Boleh nak," kata Bapak.


Setelah di ijin Rian dan Mita pun pamit untuk pergi.


"Pak, Buk kami berangkat," kata Rian.


"Iya, hati-hati di jalan, nak Rian nyetir nya jagan ngebut," kata Ibu.


"Iya Bu , Pak ," kata Mas Rian.


Mobil pun berangkat melaju meninggalkan perkarangan orang tua ku.


setelah 5 jam menempuh perjalanan, akhirnya mereka bertiga sampai jam 20 malam.


"Sayang udah sampai," kata Rian.


"Iya, sayang Naya biar aku yang gedong," kata Rian.


"Apa gak merepotkan mas," kata Mita.


"Gak apa-apa kok," kata Rian.


Setelah sampai di depan pintu, Rian pun membunyikan bell. Tak lama kemudian pintu dibuka "Rian kamu pulang ini siapa," kata Bu Tuti.


"Nanti, aku jelas di dalam mah," kata Rian.


"Baik, silakan masuk," kata Bu Tuti.


"Anak-anak sudah tidur mah?" tanya Rian.


"Sudah jam 7 tadi," kata Bu Tuti.


"Di bawa aja keruang tamu Ian," kata Bu Tuti.


"Ya, Bu," kata Rian.


"Mas, aku takut Ibu mu tak menyukai aku," kata Mita.

__ADS_1


"Mah, orangnya gak pilih-pilih kok kalau terbaik untuk ku dia gak neko-neko ," kata Rian.


Setelah merasa aman meninggal putrinya sendiri, Mita dan Rian pun keruang keluarga menemui Mamahnya.


"Mah, kenalin ini Mita dia calon istri aku," kata Rian.


"Apa nak, kamu mau nikah sykur lah! " nak Mita ni orang mana ?" tanya Bu Tuti.


"Aku Orang Pujon, Tan dan aku janda beranak satu, suami ku meninggalkan aku degan wanita lain," kata Mita.


"Apa pun setatus mu, aku tak perduli yang aku mau kamu bisa menjadi istri dan Ibu yang baik buat cucu-cucu ku," kata Bu Tuti.


"Terimakasih mau menerima aku Bu," kata Mita.


" Ya sudah kalian tidur dulu pasti cape kalian berjalan jauh," kata Bu Tuti


"Baik Bu," kata Rian.


Mita dan Rian pun beranjak dari Sofa dan menuju kamarnya masing-masing, Rian ke lantai atas dan Mita di lantai bawah. sebelum Rian masuk kamarnya dia pun masuk kekamar putra putrinya, kalian tak akan sedih lagi , mulai sekarang kalian punya Ibu," kata Rian.


Setelah selesai memandang dan mencium anak nya Rian pun menuju kamarnya dan siap-siap untuk tidur.


malam pun berganti siang, pagi ini Mita bagun pagi dan menuju dapur lama juga dia mencari dapur akhirnya ketemu juga. " Syukur lah ketemu juga dapurnya," batin Mita.


"Pagi Mbok," kata Mita ramah.


"Pagi juga non," kata Bibi Iyem.


"Apa ada yang aku bantu bi," kata Mita.


"Jagan non nanti Bi di marah den Rian," kata Bi Iyem.


"Gak apa-apa bi, dia tak berani marah kalau ada aku bi," Kata Mita.


Satu jam berkutat di dapur akhirnya nasi goreng, sosis bakso selesai juga.


"Bi di bawa ke meja makan dulu, aku mau mandi," kata Mita.


"Baik non, "kata Bi.


Mita pun pergi kekamar buat mandi Kanaya sudah mandi, balita 3 tahun itu bisa mandi sendiri sekarang.


Mita pun megambil pakai ganti di tas dan menuju kamar mandi. 30 menit kemudian selesai juga mandinya, setelah sisir rambut dan mengoles lipstik Mita keluar membawa Kanaya. Semua orang berkumpul di ruang makan Mita pun duduk dekat Rian dan Kanaya duduk di sampingnya.


"Mereka siapa Pah?" tanya Aira.


"Mereka yang akan jadi Mah kalian mulai dari hari ini," kata Rian.


"Apa pah," kata Aira.


"Aku suka ada mah ," kata Ali.


"Aira kamu gak suka ada mah?" tanya neneknya.


"Bukan gitu nenek," kata bocah berumur 8 tahun itu.


" Dia akan mengerti nantinya," kata Rian.

__ADS_1


Apakah Mita dapat megambil hati Aira, supaya bisa menerima dia atau kah dia mengalah , ayo baca terus novel ini.


__ADS_2