
Semua sudah selesai dari pelaminan, dekorasi, Moa dan segala perlengkapan nikah oke semua tinggal hari H aja, 3 hari lagi acara itu, mereka harus pulang karena, menyiaap segala hal di rumah mereka di kecamatan, megurus perkarangan depan dan belakang karena Mita mau pernikahannya Pesta bunga dan kebun yang terlihat indah, elegan tidak mencolok tapi indah di pandang.
"Mah, kami berangkat dulu," kata Mita.
"Ka aku boleh ikut gak," nanti sore aku pulang sama sopir," kata Rallisa.
"Boleh kok Ril," kata Mita.
"Mah, aku ikut ya," kata Rallisa.
"Boleh,"Kata Bu Alma.
"Aku juga mau ikut Mah," kata Aira dan Ali.
"Boleh tapi kalian pulang sore nanti ," kata Omanya.
"Ril, jaga keponakan mu," kata Bu Alma.
"Baik mah," kata Rallisa.
Mereka pun segra berangkat, Aira, Ali dan Kanaya tak bisa diam mereka selalu ribut dan bertanya Rallisa sampai cape menjawabnya.
"Hari ini kami diantar Pak supir, Mas Rian tak di izin mah, katanya biar 3 hari pantang tak bertemu, karena itu ada istiadat orang Dayak.
"Ka, Di kampung ka rami?" tanya Rallisa.
"Ramai ku de, karena ka kecematan," kata Mita.
"Banyak cowoknya gak ka?" tanya Rallisa lagi.
"Banyak sic, tapi orang kampung lain dari orang kota de, prinsip mereka masih kental, mereka tak akan menikah bila wanita itu gak bisa ngurus rumah dan masak," kata Mita.
"Kenapa gitu,ka?"tanya Rallisa.
"aku gak tau juga de, makanya disana tak ada yang sekolahnya tinggi percuma aja sekolah jadi serjana nanti kembali kedapur juga," kata Mita.
"Oh gitu ya ka," kata Rallisa.
"5 jam dalam perjalanan, akhirnya mereka sampai di kecematan Pujon, Mita mau ke kafe dulu.
"De, kalau kita ke kafe dulu apa gak masalah, ka mau ada yang di tanda tangan ," kata Mita.
"Gak, apa-apa ka," kata Rallisa.
"Pak kita ke kafe dulu, lurus jalan ini, belok ke kiri," kata Mita.
"Iya, nyonya," kata pa sopir.
Setelah sampai kafe Mita pun membangun kan anak-anak buat turun dan masuk ke kafe menuju lantai atas buat istrahat. Mita pun menuju ruangannya mengurus berkas.
__ADS_1
"Datang juga akhirnya kamu nona," kata Hesti bercanda.
" Maaf lama, apa ada masalah degan kafe ketika aku tinggalkan?" tanya Mita.
"Gak ada kok," kata Hesti.
"Nanti bilang ke Pegawai kita selama 4 hari tutup, suruh mereka besok kerumah membantu kita megurus rumah," kata Mita.
"Oke siap bos," kata Hesti.
"eh kamu ni, ada-ada aja," kata Mita.
"Cewek cantik itu siapa Mi?" tanya Hesti.
"Adik Ipar," kata Mita.
"Cantik dan Anggun," kata Hesti.
"Dia lulus kedokteran, cocok sama Hilman," kata Mita.
"Mana ada, adik kan bukan orang kaya," kata Hesti.
"Tapi dia bisa kok jadi dokter," kata Mita.
"Itu karena biasiswa," kata Hesti.
"Bentar lagi dia akan Wisuda dan menentu jalan hidupnya, sayang mamah papah sudah tiada," kata Hesti sendu.
"Tabah, ada aku selalu bersamamu," kata Mita.
Setelah selesai mendatang semua Mita membawa Hesti pulang, kunci kafe di suruh Siska pegang dan besok pagi diantar kerumah.
Setelah dari kafe mereka kerumah untuk mulai membersih kan perkarangan rumah, dalam rumah dan sebagainya.
"Ka aku boleh jalan gak, aku lihat ada sepeda ," kata Rallisa.
"Boleh, tapi jangan lah jauh-jauh ," kata Mita.
"Oke ka," kata Rallisa.
Rallisa pun berangkat jalan-jalan dengan naik sepeda, dia pun melihat Pelebuhan, dia ambil hape dan mengebadi kan momen itu.
Baru pertama kali ini aku melihat sungai dengan warna putih susu," batin Rallisa.
Izin kan aku memejam mata ku sebentar aku ingin menikmati indahnya penomena sungai.
__ADS_1
Disini aku merasa damai sekali,," batin Rallisa..
Setelah puas dengan berfoto Rallisa pun memaju sepedanya buat pulang kerumah Kaka iparnya. Di tengah perjalanan dia terus terseyum.
Sesampai Rallisa di rumah dia pun segera di tanya Kaka iparnya, "kamu kenapa lama bangat, kaka kewatir tau," kata Mita.
Ya ka, hari semakin sore Rallisa pun pamit pulang kepada Kaka iparnya, begitu juga dengan Aira dan Ali.
"Dah, mah dan Dede, kaka sama Abang pulang dulu ya," kata Aira dan Ali serempak.
"Dah duga bang cama ta, tama Tate," kata Kanaya.
"Pak hati-hati nyopirnya jangan ngebut," kata Mita.
"Beresnya," kata Pa sopir.
Siang pun berganti malam di kediaman tempat Mita, kumpul keluarga besarnya.
"Aku bersyukur, keponakan aku yang baik hati ini, dapat jodoh lebih baik dari Ariya dan Firman," kata Tante Rini.
"Iya dong, secayakan keponakan kita yang satu ini baik, sopan santun, lain dari yang lain," kata Bi Icha.
Mereka selalu memujiku dari kecil aku selalu di manja oleh mereka, tapi aku tak akan terbiasa karena dari kecil aku dia ajar mendiri oleh Ibu dan Ayah.
Malam semakin pajang aku pun permisi buat tidur malam, karena mata ku terlalu ngatuk.
Di dalam kamar Mita tak tidur tapi dia membayang kan, semoga saja perkawinannya lancar sampai hari H, tak ada kendala.
Malam ini baik Mita dan Rian tak bisa tidur, Alhasil nya Mita tidur jam dua dan pagi harinya lambat bagun, setelah selesai mandi dia pun turun kebawah buat serapan, setelah semua selesai dia pun pergi kesamping rumah buat melihat apa bisa di pasang tenda atau gak hari ini.
Tengah hari pelaminan dan utang yang dekorasi dan penghias rumah datang, dirumah selesai semua, hari besok menurus tempat pesta di kebun.
Sungguh bahagia hati Mita, karena pernikahan pesta kebun di laksanakan.
"Terimakasih, mas Rian, aku berjanji tak akan berpisah dengan mu, sampai maut memisah kan kita dan aku berjanji akan menyayangi anak mu seperti anak aku sendiri," batin Mita.
"Bengong aja kesambat, baru tau rasa ," kata Hesti.
"Mit, apa pesta kebun, juga," kata Hesti.
"Iya Mas Rian yang mau," kata Mita.
"Dari pemberkatan sampai Akhir acara besoknya lagi Repsepsi nya juga kan," ?" tanya Hesti.
"Iya," kata Mita.
Besok adalah hari Bahagia Mita dan Rian, seluruh keluarga mengucapakan terimakasih kalau kalian mau datang ke pernikahan Mita dan Rian.
__ADS_1