
Hari ini adalah hari bahagia yang di tunggu-tunggu oleh keluarga Mita dan Rian.
Mita di Rias Secantik mungkin hari ini, Moa yang terkenal meriasnya, kecantikan Mita bertambah bak bidadari, siapa yang akan melihatnya jadi pangling melihatnya.
"Mita, kamu sangat cantik," kata Bu Mirna Si perias.
"aku cantik karena hias Tante aja kok," jawab Mita merendah.
"Kamu memang cantik dari awal kok, apalagi di rias seperti ini," kata Tante Mirna.
"Jam pun menunjuk jam 11 pagi, pihak pegantin pria pun sudah datang dan duduk di tempat yang seharusnya mereka duduk di barisan pertama. Rian menunggu di Attar, Mita pun di jemput oleh orang tuanya dan sahabatnya.
"Mita Mengandeng tangan sang Ayah, cinta pertamanya. sang Ayah mengantar dia menuju Attar. setelah sampai dia melepaskan Mita dan menyerahkan Anaknya kepada sang suami dan berbisik ke Rian.
"Aku serahkan anakku pada mu jangan pernah kau sakiti dan kau buat airmata nya turun lagi karena, sudah banyak penderitaan selama ini," kata Mertuanya.
"Aku berjanji Ayah," kata Rian.
inilah Attar tempatnya Mita dan Rian mengucap janji sucinya, saling mengikat satu sama lain.
semua Pesta pun berjalan dengan lancar, Rian dan Mita mengucap janji dengan lantang dan tak ada keraguan, setelah proses tukar cincin tibalah saatnya Rian mencium Mita, di sini lah para penonton riuh dan antunasi menyuruh mereka berdua untuk berciuman.
ini lah yang di lakukan mereka berdua, setelah tukar cincin, setelah pemberkatan selesai, tukar cincin selesai dan ciuman selesai tiba lah potong kue, yang sangat cantik dan imut, tak pernah tampil di pernikahan sebelumnya.
kue ini sangat bersejarah karena kue ini buatan dari Ibu mertua dan Ibu tercinta Mita, di Denseiner langsung oleh Maya dan Rallisa.
Siapa tak akan bahagia, begitu juga dengan Mita pernikahan kali ini dia di sambut dengan tangan terbuka oleh mertuanya, bandingan jauh dengan mertuanya dulu, meski dia seorang janda tapi mertuanya tak pernah mempersalahkan setatus nya, meski dia orang tak punya tapi mertuanya malah memberi dia kenyamanan.
"Terimakasih Tuhan, di balik kesedihan ku dulu, tersimpan rencana mu yang indah," batin Mita.
"Maafkan Aku Tania, aku bukan menghianati mu, tapi ini sudah jalan takdir, aku tak bisa hidup bersama mu lagi aku dan anak-anak butuh orang yang membimbing kami dan mengurus kami," batin Rian.
Semua orang merasa bahagia dengan pernikahan ini tapi Ana dan Teresia tak merasa bahagia.
"Aku pastikan pernikahan kalian tak akan lama, nikmati lah kebahagian sesaat mu, wanita murahan," batin Ana.
"Aku pastikan, aku akan merebut ka Rian dari mu, dulu aku tak bisa merebut ka Rian, karena dia suami kakakku, tapi sekarang aku tak akan mengalah," bagi Teresia.
Setelah selesai acara potong kuenya, Rian dan Mita duduk di atas paleminan.
Satu persatu tamu undagan mengucapakan selamat.
__ADS_1
Di lain tempat, Firman dan Istrinya Claudia terlambat.
"Itukan aku katakan cepat tadi, kan kita terlambat," kata Claudia.
"Tak apalah yang penting kita datang ," kata Firman
"Mas coba kau lihat pintu masuk ini terlihat indah dekorasi nya," kata Claudia.
"Iya," kata Firman
inilah pintu masuk Pesta itu siapa pun akan terkagum melihat keindahan Dekorasi nya dan ini pernikahan yang pertama penuh keindahan dan memerlukan dana banyak.
Pernikahan Firmandan Claudia aja gak seperti ini juga kecantikan Dekorasi nya.
"Mantan pacarmu beruntung ya Mas, dapat Meliuner," kata Claudia.
"Sudah Jagan terus melihat dekorasi apa kamu di sini terus sampai nanti," kata Firman.
Setelah masuk kedalam taman dekorasi bertambah indah, Claudia berdecak kagum.
"Hes," kata Fahmi memanggil Hesti.
"Oh Firman, kamu baru datang?" tanya Hesti.
"Gak apa-apa," kata Hesti.
"Bagus ya dekorasi pernikahan nya, meski dia janda tapi menikahnya dengan Meliuner," kata Claudia.
Wajah Hesti merah padam dan naik pitam.
"Apa yang anda katakan tadi nona Claudia,"kata Mita sengit.
"Aku mengatakan sejujurnya dia janda kan dan mungkin saja dia pakai pelet buat dapatin boss Rian ," kata Claudia lagi.
"Claudia, jaga ucapan mu," kata Firman
"Maaf Nyonya Claudia terhormat, Mita bukan gadis seperti itu dan bukan gadis yang ingin mengakhir hidupnya demi lelaki yang tak mau menikah dengannya," kata Hesti pedas.
Hati Claudia tertohok mendegar perkataan Hesti tapi dia tak tinggal diam.
"Karena tak dapat Mas Firman dia akhirnya mengait Boss mas Firman wanita seperti itu tak ada atlak," kata Claudia.
"Pakkk tamparan di wajah Claudia terdegar nyaring, sebelum anda mengatakan atlak orang lain lebih baik anda melihat atlak anda sendiri. Sebelum anda mengatakan sahabat saya mengejar Fahmi suami anda berkaca dan bertanya langsung siapa yang mengejar sahabat saya meski dia sudah bertunangan," kata Hesti pajang lebar.
"Kau berani menampar ku," kata Claudia.
__ADS_1
"Jangan kan menampar mu, mengusir dan membuat suami keluar dari pekerjaan aku bisa," kata Hesti.
Mendengar Hesti mau mengeluarkan dia dari pekerjaan, hati Firman menciut, Suami Hesti adalah kaki kanan Boss Rian, apa yang di katakan oleh suami Hesti akan di turuti oleh Rian.
" Tidak aku tak mau keluar dari perusahaan itu gimana kehidupan orang tua ku, adik-adik aku mereka masih sekolah, apalagi istrinya yang kelewat boros.
"Maaf kan istri ku Hesti, aku akan membawanya pulang," kata Firman.
"Tapi mas, kita belum makan," kata Claudia.
"Sudah lah, mulut mu gak bisa di rem, lebih baik aku kehilangan kamu dari pada kehilangan pekerjaan," kata Firman tegas.
"Man, kenapa istri mu di tarik seperti itu," kata Mila ibunya Firman.
"Ibu, mas Firman narik aku terus dia bilang lebih baik berpisah dari aku dari pada pekerjaan nya," kata Claudia.
"Firman, kamu ni gimana?"tanya Bu Mila.
"Ibu mau, susah dan tak punya apa-apa?" tanya Firman balik.
"enggak lah dan apa hubungannya dengan Claudia," kata Bu Mila.
"Dia menghina istri CEO yang tempat ku bekerja Bu," kata Firman.
"Apa," kata Bu Mila.
"Makanya aku bawa dia pulang daripada Firman hilang pekerjaan," kata Firman.
"Iya-iya benar tu," kata Bu Mila.
Firman pun membawa Claudia masuk ke mobilnya dan pulang kerumah mereka.
Sedangkan Bu Mila masuk kedalam tampil percaya diri dengan Rika anaknya yang kuliah di universitas Palangkaraya. Dia berkumpul dengan ibu-ibu yang hobi bergosip.
"Aku dengar sic suaminya Mita duda beranak 2 kata Wanita berbaju merah.
"Iya pas lah, dia kan janda tak baik dengan yang perjaka," kata Bu Mila.
"Dengar-dengar Mita pakai pelet, supaya bisa dapat suaminya," kata Ibu-ibu yang wajahnya menor sekali.
Belum mereka melanjutkan obrolan nya datang Maya dan Rallisa.
"Udah cukup kalian menghina kaka ku dari dulu, kalau sudah selesai silakan keluar," kata Maya.
"Biasa aja kali pesta begini aja ku bangga nanti anak ku nikah bukan dari kota Palangkaraya lagi yang dekorasi dan periasnya dan baju nya Desainer terkenal," kata Ibu yang baju Putih.
"Silakan," kata Rallisa.
__ADS_1
Sesungguhnya Hati orang yang iri dan dengki tak akan menyelamatkan dirinya malah menjerumuskan dirinya kelembah yang hina dan nista. Tuhan bersabda jauhkan diri mu dari iri dan dengki suci kan hati mu dengan Firman ku.