
"Herman pun berangkat ke *pasar pagi-pagi sekali, sebenarnya dia malas berangkat, tapi apa daya dia di paksa terus oleh Hesti.
"Kamu mau keponakan mu ngiler terus ," kata Hesti,.
"Ya enggak lah," kata Herman.
"Makanya kamu berangkat, yang pulang kalau gak dapat," kata Hesti.
"Gimana aku berangkat kerja Mbak, kalau gak pulang ," kata Herman.
"Terserah", kata Hesti.
"Ibu ngidam aneh-aneh yang di minta ," kata Herman.
"Jangan ngerutuk aku dengar," kata Hesti.
" Sial hidup aku coba dulu aku mengabdi di tempat terpencil ," kata Herman.
"Berangkat, nggak ," kata Hesti.
" Berangkat lah ," kata Herman.
"Kenapa berdiri di situ terus ," kata Hesti.
Herman pun berangkat tapi tengah jalan dia bertemu Lisa mau kepasar juga .
"Hay mau kemana sayang ?" tanya Herman.
"Kepasar mencari bahan makan dan lauk pauk, segala bumbu dapur mau habis," kata Lisa.
"Cie pintar sayang aku Sekarang," kata Herman.
"Jangan gombal, kamu mau kemana pagi-pagi udah jalan," kata Lisa.
"Kepasar," kata Herman.
"Demi apa kamu kepasar sayang," kata Lisa.
"Demi keponakan, yang memaksa aku mencari ikan Tungkol hidup-hidup ," kata Herman.
"Haaaaa, mana ada ikan Tongkol hidup-hidup sayang," kata Lisa.
"Makanya sayang, Aku bisa gila," kata Herman.
"Sabar sayang ," kata Lisa.
"Kamu nanti kalau ngidam jangan macam-macam ya," kata Herman.
"Cari yang mudah di dapat aja," kata Herman.
"Gak tau lah, aku belum rasain," kata Lisa.
"Yuk kita ke gereja sayang," kata Herman.
"Ngapain," kata Lisa.
"Pemberkatan, agar kamu cepat hamil," kata Herman.
"Enak aja," kata Lisa.
"Aku udah gak tahan kamu jadi istri aku," kata Herman.
"Tunggu setahun Dulu ," kata Lisa.
"Apa , keburu tua aja aku," kata Herman.
"Gak juga kan umur mu cuma 28 tahun," kata Lisa.
"2 tahun lagi aku 30 tahun sayang ," kata Herman.
"Iya juga, tapi nanti pikir-pikir dulu," kata Lisa.
__ADS_1
"Lis, aku serius dengan mu bukan main-main ," kata Herman.
"Iya mas," kata Herman.
"Yuk turun udah sampai," kata Herman.
"Iya benar juga, ayo kita ke tempat ikan dulu ," kata Lisa.
"Yuk," kata Herman.
Sampai mereka ke lapak ikan.
"Mas nanya ada ikan tongkol hidup," kata Herman.
"Mana ada Ikan tongkol hidup mas," kata Paman ikan.
"Kalau ada. berapa pun harganya akan aku beli ," kata Herman.
"Gak ada dari sono nya udah mati, bukan kalau di laut ada yang hidup ," kata Paman.
"Gimana ya mas," kata Herman .
"Buat apa mas Ikan tongkol hidup, kalau di masak mati juga ," kata Paman ikan.
"Masalah nya ini buat ibu hamil mas," kata Herman.
"Oh gitu, besok ada nanti aku pesan dulu ya , kasian bayinya ," kata Paman ikan .
"Benar mang?'" tanya Herman.
"Benar," kata Paman.
"Aku pesan ikan patin 2 kilo mas," Kata Lisa.
"Di siang apa gak mbak?" tanya Paman Ikan.
"Di siang nanti aku ambil ya Pak mau cari bahan bumbu," kata Lisa.
"Udang mas, mbak segar-segar ," kata penjual udang.
"Sayang aku mau beli ikan tapi kamu yang masak buat aku dan antar kerumah sakit siang ini," kata Herman.
"Boleh, kamu mau aku masak apa.
"masak udang pare sama udang manis pedas," kata Herman.
"Iya nanti aku buat ," kata Lisa.
"Terimakasih sayang apa kamu suka udang ," kata Herman.
"Suka, tapi Mbak Mita, Kanaya dan Aira gak bisa makan udang Alergi," kata Risa.
"Oh gitu," kata Herman.
"Iya kamu pesan gih, aku mau liat daging dulu," kata Lisa.
" Bu daging 3 kilo," kata Lisa.
"Ini neng," kata Ibu penjual daging.
"Ayam sekilo ya," kata Lisa.
"Neng ada hajatan," kata Ibu penjual daging.
"Gak Bu, ini buat jatah semingguan," kata Lisa.
"Oh ini Ayam nya ," kata Penjual daging.
" Berapa semuanya Bu?" tanya Lisa.
"5 ratus 50 puluh ribu," kata Ibu penjual daging.
__ADS_1
" Ini Bu ," kata Lisa.
Setelah selesai membeli bumbu dan bahan buat membuat udang dan capcai hati, Lisa pun pulang kerumah di antar Herman.
Dari kejauhan ada seorang wanita melihat tempat tinggal Mita .
"Di sini kau rupanya Rian, aku lama mencari mu, aku pastikan kau akan menjadi milik ku," kata wanita itu.
"Halo, apa kamu udah tau informasi nya," kata Tersia.
" Iya dia adalah Tersia mantan adik ipar dari Rian, Tante fari Aira dan Ali, dia malam tadi melihat Mita beradu mulut dengan Silvia dan Fajar.
Dia menyuruh orang mencari Fajar buat di ajak kerja sama, karena dia tau Fajar masih cinta dengan Mita.
Tingnong, anggap aja suara Hp dari Teresia.
"Halo," kata Teresia.
"Udah ketemu bos ini di markas," kata Anak buah Teresia.
"Iya tunggu aku di situ," kata Teresia.
" Oke boss," kata mereka.
"Mita kamu akan membayar apa yang kamu lakukan pada ku ," kata Teresia.
" Aku tak mudah menyerah karena aku tau Rian jodoh aku, akan aku rebut apa yang aku miliki," kata Teresia lagi.
25 menit kemudian Teresia pun sampai di markas.
"Apa yang kau ingin kan dari Ku," kata Fajar
" Kamu dan aku kerja sama, tapi tubuh mu akan menjadi milik aku memuas ***** aku, aku akan bayar, tapi kalau kita udah dapat masing-masing pasang dari mereka maka kita akan lepas," kata Teresia.
" Apa jaminannya, dan beberapa kau memberikan aku uang," kata Firman.
"Tergantung , kau bisa memuas kan aku," kata Teresia.
"Oke deal ," kata Firman, kapan lagi dia menikmati tubuh yang super sintal dan seksi, yang utama adalah uangnya ," batin Firman.
"Oke kalau gitu mulai sekarang kamu melayani aku," kata Teresia.
"Ini lah membuat Rian tak mau dengan Teresia, waktu Tania masih hidup dia pernah merayu Iparnya.
@@@@
Di lain tempat, Lisa mengupas Udang, Aira mengupas bawang, Mita masih mabuk gak berani dekat dapur .
" Tante ku masak udang," kata Aira.
"Ini buat Tante, papah mu, Ali dan Om Herman," kata Lisa.
"Lalu kami dan mamah makan apa ?" tanya Aira.
"Tante masak capcai sambal hati, Ayam tepung dan oseng Kakung, sambal terasi tomat,'" kata Lisa.
"Enak itu te, apa gak capek bikin masakan banyak ," kata Aira.
"Gak sayang karena kita Memasak dengan hati semangat tak terasa capek nya," kata Lisa.
"Oh gitu ya Tan, dulu Tante Teresia mau Belajar masak malah gosong," kata Aira.
"Itu belajar gak serius namanya," kata Lisa.
"Iya mungkin Tante," kata Aira.
"Aku ingin seperti Tante dan mamah pintar masak dan bikin kue," kata Aira lagi.
"Belajar lah dari kecil dan lihat bahannya," kata Lisa.
"Iya tan," kata Aira*.
__ADS_1