
Julia terlihat tenang. Dia melihat sekitarnya kemudian berjalan naik ke lantai atas. Tersenyum tipis saat melihat Janet tengah ada di sana. “Tak perlu berteriak, dia sudah datang. Dan jangan membuat keributan, ini rumahku, kalian hanyalah tamu!”
Julia baru akan berjalan tapi Jordan menahan tangannya. “Tidur di mana kau semalam?”
Julia terhenti, menatap tangannya yang berada di genggaman tangan Jordan. Matanya perlahan naik, menatap Jordan dengan acuh. “Bukan urusanmu!”
“Julia!” tekan Jordan dengan genggaman makin kuat.
“Apakah itu terlihat menyenangkan untukmu? Kau tak perlu bersikap seakan perduli padaku. Itu bisa menyakiti kekasihmu.” Jawab Julia sambil melirik Janet yang berdiri diam menyaksikan percakapan mereka. “Jordan,” panggilnya lirih, dia berpikir sesaat sebelum melanjutkan. “Lupakan, aku tak memiliki hal yang harus aku bicarakan.”
“Berhenti!” Larang Jordan membuat langkah Julia kembali tertahan. “Berhenti di sana. Kau harus menjelaskan di mana kau saat kebakaran itu terjadi? Kenapa kau tak menghubungiku dan pulang pagi hari?”
Pertanyaan itu membuat rasa ingin tahu Jason bangkit. Dia juga ingin mendengar jawaban Julia tentang keberadaannya semalam. Lalu Sely masih terlihat bingung saat melihat perlakuan Julia pada Jordan. Dia masih ingat bagaimana Julia sangat mencintai Jordan, dia tidak akan menjawab pertanyaan lewat tindakan di luar batas seperti itu. Sely juga melihat bagaimana Jordan lepas kendali terhadap Julia. Dan Julia yang nampak acuh dan tidak perduli terhadap Jordan. Sekarang keadaan benar-benar terlihat kacau.
Apa yang terjadi? Tanya Sely dalam hati. Hal apa yang telah aku lewatkan? Kenapa Julia yang biasa penurut dan manja kini tampak dingin dan membangkang pada kekasihnya. Ini benar-benar aneh.
Mendapati pertanyaan itu Julia membalikkan badannya. “Kau ingin tahu? Tapi Jordan, bisakah aku memutar pertanyaanmu? Kemana kau pergi saat kebakaran itu terjadi? Kenapa kau tak menyelamatkanku?”
Jordan tertegun, dia tak berharap bahwa Julia akan membalikkan pertanyaannya. Wajahnya terlihat gugup sesaat tapi dia dengan cepat menguasai lagi. Dia terbatuk pelan lalu menjawab datar. “Itu,, aku harus menyelamatkan Janet.”
Julia tertawa miris, dia menyilangkan kedua tangannya di dadda. Menatap jijik Jordan dengan ******* nafas ringan. “Bukankah sudah jelas? Kau menyelamatkan sepupuku, tapi membiarkan calon istrimu yang tak sadarkan diri di dalam bar. Apakah kau begitu ingin melihat kematianku?”
“Ju—Julia, itu..—“
__ADS_1
“Jordan, bukankah sudah jelas? Aku tak berarti di matamu, dan kau masih datang pagi-pagi untuk membuat keributan di rumahku? Atau jangan-jangan kau berharap melihat mayatku pagi ini? Jika itu tujuanmu, maka kau harus menyesal, karena aku tak akan mati semudah itu.”
Tak bisa menjawab, Jordan hanya terlihat bingung saat semua perkataan Julia menghantam ulu hatinya. Dia bahkan hanya bisa diam melihat Julia yang mulai naik ke lantai atas. Mendapati itu Jason mendesah kecewa dan kembali pergi. Sedangkan Sely mendekati Jordan dengan pelan.
“Apa yang terjadi dengan kalian? Apakah dia benar-benar Julia temanku?”
Jordan menoleh. “Bukan urusanmu!” lalu dia membalikkan badannya untuk pergi.
“Jordan!” seru suara terdengar. Sely menoleh dan mendapati Janet turun tergesa. Dia mundur sedikit dan memilih pergi ke lantai atas. Meski dia cukup kesal melihat Jordan yang tak memperhatikannya, tapi jika berhubungan dengan Janet, dia memilih untuk menghindar.
Janet mencibirkan bibirnya. “kau datang hanya untuk melihat dia?” tanyanya kecewa. “Jordan, kupikir kau mencintaiku. Tapi apa ini? Kau ternyata begitu perhatian padanya.”
Jordan tak menjawab dan memilih pergi. Membuat Janet menghentakkan kakinya kesal. Menatap ke lantai atas, dia mendengaus kesal. “Julia sejak kapan kau bangun dari kematianmu, kau benar-benar membuatku kesal. Kenapa kau tak mati saja pada kecelakaan itu!”
**
“Jadi kau sudah menyelidikinya?”
Tomas mengangguk. “Dia adalah salah satu nona muda yang tak pernah menunjukkan dirinya di depan umum saat pesta para kalangan atas di gelar. Awalnya keluarga Brasco ini cukup kuat, tapi sejak kematian tuan Brasco, bisnis keluarga ini terus mengalami penurunan. Tiga bulan lalu, nona Julia mengalami kecelakaan mobil dan koma selama tiga bulan. Beliau baru sadar satu minggu ini. Tuan, apakah ada masalah dengan nona muda ini?” tanyanya hati-hati.
Maxilian tak menjawab, dia hanya meminum anggur di tangannya dengan pelan. “Hal apa lagi yang kau dapatkan?”
“Ini sedikit aneh, tapi aku menyadari bahwa karakter nona Julia sangat berubah dari biasanya.
__ADS_1
“Berubah?”
Tomas mengangguk. “Nona Julia yang sebelumnya sangatlah polos dan pemalu, dia menyerahkan semua harta warisannya pada paman dan kekasihnya untuk dikelola. Tak hanya polos tapi juga bodoh karena tak satupun nilai mata kuliahnya yang bagus. Tapi setelah kecelakaan itu terjadi, sikap dan penampilannya berubah drastis. Mungkin tuan sudah melihatnya sendiri. Saat ini aku juga mendengar bahwa nona Julia tengah berusaha masuk dalam rapat keluarga juga menarik kembali seluruh harta warisan dan aset yang ditinggalkan orang tuanya.”
Tomas mendekat, menyerahkan beberapa berkas dan foto. Maxilan mengambil foto tersebut dan mengerutkan keningnya. Dia melihat wajah gadis berkacamata tanpa make up dan terlihat sangat tertutup, dan gadis ini terlihat sangat bodoh.
“Apakah ini benar-benar dirinya? Kenapa sangat berbeda dari yang aku temui?”
Tangan Maxilian mengambil foto yang lain. Kali ini dia jelas melihat wanita cantik yang tengah memakai celana jeans pendek dengan baju kaos oblong yang terlihat sangat santai. Warna rambut yang berbeda, make up tipis dan hak tinggi yang memamerkan kaki mulusnya. Tak ada senyum di sana, hanya tatapan dingin dan tenang. Membuat nafas Maxilian tercekat. Gadis ini , dia adalah orang yang berani menghinanya.
Kemudian dia bandingkan foto keduanya. Foto itu sama, wajah itu sama hanya sedikit berbeda. Dia mengerutkan alisnya pelan. Melihat ini, Tomas pun merasa wajar.
“Foto terbaru itu diambil beberapa hari yang lalu, saat itu nona Julia tengah berada di universitasnya untuk mengambil beberapa mata ujian langsung. Dan yang lebih mengejutkan adalah semua pertanyaan dia selesaikan dengan jawaban yang benar. Nilainya nyaris sempurna. Aku telah memastikan dan saat ini pengacara nona Julia tengah mengurus semua hal yang berkaitan dengan hak-hak yang harus dia dapatkan.”
Maxilian terdiam, tapi telinganya jelas mendengar. Dia masih memperhatikanm dua foto berwajah sama yang tampak berbeda. Kemudian dia mengingat sesuatu dan melirik Tomas. “Lalu apa yang kau dapatkan dari penyelidikan Angel Zhao?”
Tomas mengangguk lalu mengambil sebuah dokumen yang lain.
"Apa yang kau dapatkan darinya?"
Tomas menyerahkan dokumen tersebut dan berkata lirih. "Tuan, orang yang tuan tanyakan adalah seorang artis dari negara Cina dan telah meninggal dalam kecelakaan mobil tiga bulan yang lalu. Dia salah satu artis yang bersinar dan terbaik namun nasibnya sangat buruk. Dikabarkan bahwa dia telah menyerahkan semua harta yang dimilki keluarganya pada tunangannya, tanpa sepengetahuan keluarganya. Nona Angel Zhao dibuang dan dalam perjalanan pulang dari pesta pertunangannya, dia mengalami kecelakaan dan tewas di tempat."
Maxilian tak menunjukkan ekspresi lain saat menerima dokumen dari tangan Tomas lalu membukanya pelan. Dia mengambil sebuah foto gadis asia yang terlihat muda dan sangat cantik. Dengan senyum bahagia yang mampu membuat seluruh dunia bertekuk lutut, tapi siapa yang menyangka gadis secantik ini akan memiliki akhir hidup yang tragis.
__ADS_1
Meletakkan foto tersebut Maxilian berbalik dan melihat Tomas. "Kirimkan foto Julia yang terbaru lalu kirimkan pada nenek. Aku ingin mendengar pendapatnya tentang gadis ini."
Mendengar ini, Tomas terkejut. "Tuan, ini--"