Kehidupan Baru

Kehidupan Baru
Julia Menantang


__ADS_3

Minta tolong mampir juga di cerita" Terpaksa Jadi Tkw Cantik" ya... cerita ringan aja malas mikir berat. makasih..


***************************


Julia menatap datar wajah Janet dan kembali pada kertas di tangannya. Melihat sikap Julia yang tenang, Janet makin geram. Janet berjalan mendekati Julia, namun perkataan Tomas membuatnya tertahan.


"Nona Janet, mohon sopan."


"Kau, beraninya kau menghalangiku!" teriak Janet kesetanan. Rasa bencinya menusuk sampai ke tulang. Ingatan beberapa hari yang lalu terngiang jelas. Ingatan tentang kekasihnya, calon suaminya yang ternyata masih memikirkan gadis yang tengah duduk tenang di sini. Melihat Julia kembali, memicu amarahnya kian kuat. Saat seluruh hati dan pikirannya terpenuhi oleh Jordan, Julia menjatuhkan angan dan impiannya.


Saat Jordan menyebut nama Julia saat pelepasan kemarin, seluruh dunianya terasa hancur tak bersisa. Awalnya dia yang sangat bahagia, saat pernikahan impiannya bersama Jordan semakin dekat, namun kejadian beberapa malam yang lalu telah memporak porandakan hidupnya. Jordan menggagahinya dengan imajinasinya yang liar bersama Julia. Jordan seakan akan membayangkan Julia yang tengah berada di bawah kungkungannya. Sentuhan lembut namun penuh nafsu yang Jordan lakukan, semua itu hanya karena Julia!


Mendengar teguran Janet, Tomas menatap dingin. Dia menatap Hendri, Jordan juga para orang penting lainnya. Kembali menatap Janet, ia mundur selangkah hingga Janet maju mendekati Julia namun dia dengan cepat menahannya.


"Nona Janet, kau sangat tidak sopan!"


"Minggir! aku harus menyeretnya keluar!" bentak Janet dengan terus memberontak dengan tangan yang masih terus menggapai Julia.


"Janet!" Bentak Jordan tak tahan melihat kegilaan Janet. Matanya jelas melihat Julia yang sama sekali tak peduli pada Janet maupun dirinya. Ketenangan yang ditunjukkan Julia saat ini, membuat semua orang menatap takjub pada gadis tersebut.


Melihat Janet seperti itu amarahnya menjadi tak terkendali. Melihat sosok Julia yang tenang membuat keanggunannya makin terpancar. Keanggunan yang terpancar bak seorang wanita terhormat dan terpelajar. Sedangkan tingkah Janet yang tak bisa mengendalikan diri, membuatnya makin menyesali pilihannya. Kenapa dia harus tergoda oleh sosok Janet yang arogan. Wanita seperti Janet hanya bisa membuatnya malu. Penyesalan itu kian besar dan menggerogoti hati dan pikirannya.


Janet kaku saat mendengar teriakan Jordan. Dia menoleh dan mendapati tatapan kesal Jordan. Membuat tubuhnya berhenti memberontak. Kenapa Jordan sekarang membela Julia di hadapan semua orang. Dan sekarang tak ada yang memihaknya untuk mengusir wanita ****** ini. Wanita yang sudah memporak porandakan hidupnya.


Melihat suasana yang makin tak nyaman, akhirnya Julia berdiri. Deritan kursi membuat semua mata menatapnya. Dia tersenyum tipis, dengan ketenangan yang terpancar dari matanya, dia tampak sangat cantik dan cerdas. "Aku Julia," akunya jelas. "Aku adalah perwakilan dari keluarga Lunox."


"Lunox?" tanya Jordan tak percaya.


Keheningan terjadi sesaat namun bisikan-bisikan keterkejutan terdengar setelahnya. Julia mengangguk sopan dan berbalik menatap Janet. "Nona Janet, tak peduli dendam apa yang kau miliki padaku, tapi saat ini aku datang sebagai perwakilan pemegang saham. Kau tak bisa mengusirku bahkan jika kau mau!"

__ADS_1


"Tak mungkin!" Janet menggeleng tak percaya. Dia menatap Julia ganas dan kembali berteriak. "Tak mungkin. Kau pasti membual! Pergi! pergi dari perusahaanku!"


Plakk!!


Sebuah tamparan membuat Janet terdiam. Hendri menatap Janet kesdal dan berkata dengan dingin. "Kembalilah! Pulanglah ke rumah dan jangan membuat keributan di sini. Kau membuatku malu!"


"A-ayah, kau menamparku?"


Melihat tatapan terluka di mata Janet, Julia tersenyum mengejek. Dia berdiri lagi dan melihat Tomas yang terus menjaganya. "Tomas, ayo kita pulang."


Tomas menoleh terkejut. "Tapi nona,"


"Kita tak bisa berada di sini terus. Kau lihat? Dia memintaku pergi."


Mengingat kembali Tomas lalu membungkuk sopan. "Nona benar, mereka tak mengharapkan kehadiran kita."


"Tunggu." sela Hendri cepat. Dia melirik Julia sesaat lalu pada Tomas. "Tuan, aku mengingat bahwa seharusnya orang pemegang sahamlah yang harus hadir. Kami tak mengharapkan gadis kecil sepertinya menjadi wakil dari tuan muda keluarga Lunox."


"Apa?!" tanya Jordan tak percaya. Ti-tidak mungkin, bagaimana mungkin Julia menjadi nona muda keluarga Lunox?"


Tomas tersenyum dan menatap Jordan tajam. "Tuan Jordan, kita bertemu lagi," karena pihak lain tak sopan, dia merasa dia juga tak harus menjaga etika. Jadi dia sengaja mengingatkan Jordan akan pertemuan mereka. "Itu, karena nona Julia adalah istri dari tuan muda keluarga kami. Jadi semua hal yang bersangkutan dengan keluarga Lunox, nona Julia bisa menanganinya sebagai pemilik, bukan wakil."


"Istri?" ulang dari setiap bibir yang ada di ruangan itu.


Jordan terkejut saat mengingat wajah Tomas kemudian peringatan saat di halaman rumah sakit menggetarkan hatinya. Tapi hari ini, dia bahkan lebih terkejut saat mengetahui bahwa Julia adalah istri dari tuan muda keluarga Lunox. Bagaimana? Bagaimana bisa gadis kecilnya yang polos menikah dengan keluarga kaya di negara ini? Bagaimana gadis ini... semakin dia pikirkan, semakin dia tak percaya."


"Tomas, hentikan. Karena aku tak di izinkan berada di sini, maka aku akan segera pergi."


Tomas beralis menatap Julia. "Tapi nona, pertemuan ini sangat penting untuk kita."

__ADS_1


"Kau mengatakan pertemuan ini lebih penting dari harga diriku yang telah mereka hina? Mereka meremehkanku dan meneriaku ******! Tomas, apa kau senang nona mudamu dianggap ****** oleh mereka?"


"Nona, ampun, saya tidak berani. Maafkan saya." sahut Tomas sambil menunduk dan membungkukkan tubuhnya.


Julia tersenyum dan melihat Hendri yang tertegun. "Tuan Hendri, dari berkas yang aku pelajari, perusahaan kami telah berinvestasi banyak untuk produk yang akan perusahaan ini keluarkan selanjutnya"


Hendri beralih menatap Julia. 'Apa yang tengah gadis kecil ini pikirkan.' batinnya kesal.


"Dan hari ini, aku akan menarik seluruh investasi yang sudah perusahaan Lunox berikan!"


"Julia."


"Nona."


Seru Tomas, Hendri, dan Jordan bersamaan. Julia hanya membawa berkas di meja dan menyerahkan pada Tomas. "Tomas batalkan semua kerja sama, jual semua saham kita yang ada di perusahaan Brasco. Kita pergi sekarang."


Tomas mengangguk patuh dan mengikuti langkah Julia keluar dari ruangan rapat.


"Julia, tunggu!" tahan Hendri tak terima.


Ini buruk! jika kerja sama dengan keluarga Lunox batal dan seluruh investasi di tarik, maka nilai perusahaan Brasco akan turun di pasaran. Tak hanya itu, jika publik tahu kalau perusahaan Lunox menjual semua sahamnya, maka bisa dipastikan perusahaan Brasco akan benar-benar hancur. Pandangan umum tentang perusahaan Brasco akan memburuk dan pada akhirnya seluruh nilai saham akan jatuh. Tak akan ada yang mau membeli, memakai atau bahkan bekerja sama dengan perusahaan Brasco karena masuk ke daftar black list perusahaan Lunox yang besar. Kehancuran perusahaan Brasco sudah ada di depan mata.


"Tuan Hendri, aku juga akan membatalkan kerja sama dan menjual saham yang baru saja kubeli darimu."


"Tuan Hendri, aku pun juga akan melakukan itu."


"Tuan Hendri, dengan berat hati, akupun akan mengambil langkah yang sama dengan yang lain."


Hendri makin memucat saat mendengar pengakuan dari tiga orang yang baru saja memiliki saham di perusahaan Brasco. Jika itu terjadi maka bisa dipastikan bahwa perusahaan Brasco akan gulung tikar. Sialan Julia! teriaknya dalam hati.

__ADS_1


Sementara Tomas terkejut dan memandang Julia lekat. Dia tersenyum tipis mendengar keputusan yang nona mudanya ambil. Harus dia akui, nona mudanya ini memang selalu mengambil langkah tak biasa untuk mengatasi setiap masalah. Nona mudanya sangat pandai memutar balikkan keadaan dalam waktu singkat. Dia menantikan kejutan dari hasil yang akan mereka dapatkan. Nona muda benar-benar wanita yang cerdas!


__ADS_2